p-ISSN: 2598-1218 Volume 4 Nomor 2 Tahun 2021 e-ISSN: 2598-1226 DOI : 10.31604/jpm.v4i2.413-418 MARTABE : Jurnal Pengabdian Masyarakat413 PENCEGAHAN PENYEBARAN COVID 19 DENGAN PENERAPAN TEKNOLOGI OZON Puji Laksmini 1 , Muhammad Aris Risnandar 2 , Yusup Supriyono 3 , Enov Tikupasang 4 , Nurul Hiron 5 1)Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Siliwangi 2,4,5)Fakultas Teknik, Universitas Siliwangi, 3)Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Siliwangi aris_elektro@unsil.ac.id Abstract The West Java Government has categorized Tasikmalaya be at level 4 (heavy) related to the spread of Covid-19. Community Health Centre of Cibeureum provides health services for the community in Cibeureum District, covering 5 villages. Community Health Centre of Cibeureum provides hospitalization . The average pre-Covid visitasion was 150-200 patients per day, then during the Covid period it decreased to 50-70 patients per day. During the PSBB period, employees of the Community Health Centre of Cibeureum have experienced significant changes in work psycholog, because in addition to having the obligation to serve community, employees were worried about exposure to the Covid-19 virus. There are various kinds of air sterilization methods, including using high pressure : both positive and negative, ultraviolet light, HEPA, and ozone. Apart from being used as an antiseptic, ozone has antiviral, antifungal, and antiprotozoal functions. On the other hand, ozone can also have adverse health effects if used without using standard regulations. Keywords: Covid-19, Ozon, Sterilizer Abstrak Pemerintah Propinsi Jawa Barat menetapkan kota Tasikmalaya berada pada level 4 (berat) terkait dengan sebaran Covid 19. Puskesmas Cibeureum memberikan pelayanan Kesehatan bagi masyarakat di Kecamatan Cibeureum, meliputi 5 kelurahan. Puskesmas Cibeureum memberikan pelayanan rawat inap. Rata rata kunjugan sebelum covid 150-200 orang pasien per hari, kemudian selama masa covid berkurang menjadi 50-70 orang pasien per hari. Selama masa PSBB, pegawai Puskemas Cibeureum mengalami perubahan psikologi kerja yang signifikan jika dibandingkan dengan kondisi sebelum adanya pandemi Covid 19 di Indoneia, karena di samping memiliki kewajiban melayani kesehatan masyarakat setempat, para pegawai Puskesmas merasa khawatir akan terpaparnya virus Covid-19. Metode sterilisasi udara di ruangan terdapat berbagai macam, diantaranya menggunakan high pressure baik yang positif maupun negatif, sinar ultra violet, HEPA, dan ozon. Fungsi lain dari ozon adalah dapat digunakan sebagai salah satu cara dalam membasmi virus, jamur, dan mikroba lainnya seperti protozoa. Namun ozon juga memiliki dampak buruk bagi kesehatan jika digunakan tanpa menggunakan aturan yang memenuhi standar. Kata kunci: Covid 19, Ozon, Sterilisator