JAMBURA Journal of Architecture, Vol. 03, No. 1, 2021 e-ISSN : 2808-8794 46 ANALISIS PERUBAHAN FUNGSI LAHAN SAWAH DI KOTA GORONTALO Muhammad Rijal Syukri 1,* Sri Sutarni Arifin 1 1 Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Gorontalo, Jalan B.J Habibie Desa Moutong Kec. Tilongkabila, Kab. Bone Bolango muhrijalsyukri@ung.ac.id ABSTRACT. The use of paddy fields is an activity where a land is functioned as wet agricultural land or more commonly known as rice fields. The change in land use which was previously used as rice fields to other uses, especially in urban areas, has experienced a fairly high increase. This study aims to analyze the changes in the function of paddy fields in Gorontalo City in the last 10 years. The method used in this research is spatial analysis using a Geographic Information System (GIS) using historical imagery data from Google Earth. The results showed that there was a change in the function of paddy fields in Gorontalo City in a period of 10 years from 2010 to 2020. Changes in the function of paddy fields are in the form of built-up areas and dominated by settlements. . Keywords: changed, land, paddy field, function ABSTRAK Penggunaan lahan sawah adalah aktivitas dimana suatu lahan difungsikan sebagai lahan pertanian basah atau lebih umum dikenal dengan nama sawah. Perubahan penggunaan lahan yang sebelumnya dimanfaatkan sebagai sawah menjadi pemanfaatan lain khususnya di wilayah perkotaan mengalami peningkatan yang cukup tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk perubahan fungsi lahan sawah yang ada di Kota Gorontalo dalam kurun waktu 10 tahun terakhir. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis spasial menggunakan Sistem Informasi Geografis (SIG) menggunakan data historical imagery Google Earth. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi perubahan fungsi lahan sawah di Kota Gorontalo dalam kurun waktu 10 tahun sejak tahun 2010 hingga tahun 2020. Perubahan fungsi lahan sawah tersebut berupa area terbangun dan didominasi oleh permukiman. Kata kunci: perubahan, lahan, sawah, fungsi I. PENDAHULUAN Pembangunan di wilayah perkotaan terus mengalami peningkatan disertai dengan bertambahnya jumlah penduduk baik secara alami maupun melalui urbanisasi. Kondisi mengakibatkan semakin meningkatnya jumlah kebutuhan akan lahan untuk permukiman, perdagangan dan jasa serta pemanfaatan lainnya. Hal ini berdampak langsung pada perubahan fungsi lahan sawah yang sebelumnya masih ditemui pada wilayah perkotaan. Meningkatanya kebutuhan akan lahan di kawasan perkotaan di setiap daerah khususnya di Kota Gorontalo semakin meningkat, sejalan dengan pertumbuhan penduduk yang tinggi dan berbagai kegiatan sosial ekonomi yang terjadi. Kota Gorontalo yang berubah status menjadi ibukota provinsi sejak tahun 2001 juga mengalami proses perubahan fungsi lahan khusunya pada kawasan pertanian lahan basah (sawah). Peningkatan kebutuhan lahan merupakan implikasi dari semakin beragamnya fungsi di kawasan perkotaan baik pemanfaatan untuk permukiman, pemerintahan, perdagangan dan jasa, maupun industri. Pertumbuhan penduduk yang sangat pesat juga berimplikasi terhadap terjadinya alih fungsi lahan sawah ini. Menurut Bappenas, lahan pertanian memiliki manfaat sosial dan manfaat ekonomi maupun manfaat lingkungan. Secara sosial, eksistensi lahan pertanian terkait dengan tatanan kelembagaan masyarakat petani dan aspek budaya lainnya. Secara ekonomi, lahan pertanian adalah masukan paling esensial dalam keberlangsungan proses produksi. Sedangkan berdasarkan aspek lingkungan, aktivitas pertanian pada umumnya relatif lebih selaras dengan prinsip-prinsip pelestarian lingkungan.