JURNAL SAINS DAN SENI ITS Vol. 5, No.2, (2016) 2337-3520 (2301-928X Print) F-121 Abstrak—Indonesia merupakan Negara konsumen tembakau terbesar nomor 5 di Dunia. Di Surabaya, sebanyak 23% remajanya merupakan perokok aktif dengan motivasi merokok dikarenakan oleh pengaruh lingkungan dan kebiasaan interaksi dengan perokok. 28% remaja mengaku tetap merokok karena kurangnya media yang mampu memotivasi mereka untuk berhenti merokok, oleh karena itu dirancanglah sebuah kampanye Public Service Announcement (PSA) yang mampu memotivasi mereka untuk berhenti merokok. PSA adalah proses penyampaian pesan sosial yang bertujuan untuk membangkitkan kepedulian masyarakat terhadap sejumlah masalah yang harus mereka hadapi. Metodologi riset yang digunakan berawal dari proses penggalian data mengenai fenomena, identifikasi masalah, rumusan masalah serta solusi yang dipelajari melalui studi eksisting, literatur, penggalian data secara primer dan sekunder. Setelah proses pencarian data, langkah selanjutnya adalah menentukan ide kampanye yang akan di turunkan pada konsep komunikasi, visual dan media. Proses perancangan PSA ini memiliki konsep mengajak remaja untuk berhenti merokok dengan tagline ―Mandheg Yok Rek!‖. Konsep yang dimiliki di dapatkan dari pengamatan perilaku target audiens. Tagline menggunakan bahasa khas daerah Surabaya dengan maksud untuk dapat mendekatkan diri dengan target audiens yang merupakan remaja – remaja Surabaya. Diharapkan kampanye ini dapat menumbuhkan motivasi remaja perokok untuk dapat mengurangi angka perokok aktif di Surabaya. Kata Kunci—Edukasi, Public Service Announcement, Remaja, Rokok, Surabaya. I. PENDAHULUAN NDONESIA menempati posisi ke 5 sebagai Negara dengan jumlah konsumen rokok terbesar di dunia. Peningkatan angka perokok aktif di tiap tahunnya juga meningkat secara signifikan dari 12.6% pada tahun 2006 menjadi 20.3% pada tahun 2013. Berdasarkan Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) terakhir pada tahun 2013 menunjukkan bahwa 40.5% dari seluruh jumlah populasi di Indonesia merupakan perokok aktif. Sebanyak 50.3% dari jumlah tersebut adalah remaja berumur 15 – 19 tahun. Di Surabaya sendiri, sebanyak 13% remajanya adalah perokok aktif. Berdasakan hasil survei yang peneliti lakukan pada 100 orang pelajar berusia 15 – 19 tahun sebanyak 64% dari seluruh respondennya adalah perokok aktif, sedangkan 16% adalah mantan perokok aktif, dan 20% sisanya adalah perokok pasif. Dari jumlah perokok aktif dan mantan perokok aktif tersebut mengaku bahwa alasan mereka merokok pertama kali adalah karena pengaruh lingkungan (23 orang) dan karena syarat pergaulan (18 orang). Sebanyak 18 responden yang memilih opsi pengaruh lingkungan beralasan karena seringnya kebiasaan berinteraksi dengan perokok aktif menyebabkan mereka memiliki keinginan untuk merokok. Selanjutnya bagi remaja yang masih merokok hingga saat ini mengaku jika mereka merokok untuk menemani saat bersantai yakni sebanyak 40 orang responden (14%) dan 39 orang responden (13%) mengaku merokok pada saat ini untuk bersosialisasi. Perokok aktif pada hasil kuesioner menunjukkan memilih untuk memiliki keinginan berhenti merokok. Sebanyak 22% memilih alasan kesadaran akan pentingnya kesehatan, dan 17% memilih ingin berhenti merokok untuk perubahan masa depan yang lebih baik agar tidak merugikan kehidupan di masa mendatang. Selanjutnya, peneliti menemukan bahwa sebanyak 51% responden perokok dan mantan perokok memilih opsi sangat tahu akan bahaya merokok dan sebanyak 42% responden sangat sadar akan dampak yang ditimbulkan. Namun sayangnya, sebanyak 40% responden yang tahu dan sadar bahaya merokok mengaku tetap merokok karena telah merasa kecanduan rokok, dan sebesar 28% responden mengaku tetap merokok karena kurang adanya media pendukung yang mampu memotivasi mereka untuk berhenti merokok. A. Batasan Masalah 1. Perancangan ini dibatasi di wilayah kota Surabaya. 2. Target audiens berusia 15 – 19 tahun. B. Rumusan Masalah “Bagaimana Merancang Public Service Announcement tentang anti rokok yang mampu memotivasi remaja usia 15 – 19 tahun untuk berhenti merokok.” C. Maksud dan Tujuan 1. Dapat menumbuhkan kesadaran remaja tentang bahaya merokok.. 2. Merubah pola pikir, sikap dan perilaku merokok pada remaja. 3. Mendukung peran dan fungsi Dinkes Pemprov Jatim dalam mengkampanyekan gerakan anti rokok pada remaja. Perancangan Public Service Announcement Anti Rokok Bagi Remaja Usia 15 – 19 Tahun Audia Putri Narayani dan Raditya Eka Rizkiantono Jurusan Desain Produk Industri, Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Jl. Arief Rahman Hakim, Surabaya 60111 Indonesia e-mail: Audiaputri11@gmail.com, Raditya@prodes.its.ac.id I brought to you by CORE View metadata, citation and similar papers at core.ac.uk provided by Jurnal Sains dan Seni ITS