Sulistyarti et al., ALCHEMY Jurnal Penelitian Kimia, Vol. 15(1) 2019, 149-164
149
Copyright © 2019, ALCHEMY Jurnal Penelitian Kimia, ISSN 1412-4092, e ISSN 2443-4183
Metode Spektrofotometri Secara Tidak Langsung untuk Penentuan
Merkuri(II) berdasarkan Pembentukan Kompleks Biru Iodium-Amilum
Hermin Sulistyarti
a,c*
, Erwin Sulistyo
b,c,
, Sutrisno Sutrisno
a,c
, Zuri Rismiarti
a,c
a
Jurusan Kimia, Universitas Brawijaya
b
Jurusan Teknik Mesin, Universitas Brawijaya
c
Research Center of ”Low Cost & Automated Method and Instrumentation Analysis” (LCAMIA), Jurusan
Kimia, Universitas Brawijaya, Jl. Veteran Malang 65145
*Corresponding author
*E-mail: hermin@ub.ac.id
DOI: 10.20961/alchemy.15.1.15036.149-164
Received 08 October 2017, Accepted 27 February 2019, Published 01 March 2019
ABSTRAK
Metode spektrofotometri secara tidak langsung telah dikembangkan untuk analisis merkuri(II)
berdasarkan perbedaan absorbansi kompleks biru amilum-iodium antara larutan sampel yang mengandung ion
merkuri(II) dan larutan blanko yang tidak mengandung ion merkuri(II) dalam sistem pereaksi yang berisi
iodida, iodat dan amilum. Pada larutan blanko, semua ion iodida (I
-
) dalam sistem pereaksi dioksidasi oleh
iodat menjadi iodium yang dengan adanya amilum membentuk kompleks biru iodium-amilum dan terdeteksi
secara spektrofotometri pada 618 nm. Namun, bila sampel mengandung ion merkuri(II), maka sebagian ion
iodida akan terikat oleh ion merkuri(II) dan membentuk kompleks tetraiodomerkurat(II), sehingga hanya sisa
iodida yang dioksidasi oleh ion iodat menjadi iodium dan membentuk warna biru dengan absorbansi yang lebih
rendah dibandingkan absorbansi larutan blanko. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbedaan absorbansi
sebanding dengan konsentrasi iodida yang terikat pada ion merkuri(II) sehingga sebanding pula dengan
konsentrasi merkuri(II) dalam sampel. Metode yang dikembangkan dioptimasi terhadap beberapa parameter
kimia, antara lain konsentrasi larutan iodida, iodat, amilum, dan pH larutan dan pada kondisi optimum
memberikan kisaran linier 1 – 9 mg L
-1
ion merkuri(II) dengan R
2
0,9983, dengan LOD 0,44 mg L
-1
.
Metode ini cukup selektif terhadap ion kobalt(II) dan timbal(II), namun ion tembaga(II) dan perak(I)
mengganggu pengukuran. Metode ini telah divalidasi menggunakan metode adisi standar yang diaplikasikan
ke dalam sampel limbah pertambangan emas dari Lombok dengan hasil yang memuaskan.
Kata Kunci : iodat, iodida, iodium-amilum, merkuri(II), spektofotometri
ABSTRACT
Indirect Spectrophotometry for Mercury(II) Determination Based on The Formation of Blue
Starch-Iodine Complex. Indirect spectrophotometric method for determining mercury(II) concentration has
been successfully developed based on the difference of the absorbance of the blue starch-iodine complex in the
absence and in the presence of mercury(II). In the absence of mercury(II), all iodide ions (I
-
) in the reagent
system are oxidized by iodate to iodine, which in the presence of starch formed a clear blue complex of starch-
iodine detected spectrophotometrically at 618 nm. However, if mercury presents in the sample, some of the
iodide ions are bound to mercury(II) ion forming tetraiodomercurate(II) complex, and thus, only the remaining
of iodide is oxidized by iodate to iodine resulting in lower absorbance of the blue color. The results showed