Jurnal Jaringan Telekomunikasi (Jurnal Jartel), E-ISSN: 2654-6531, P-ISSN: 2407-0807 Vol. 10, No. 3 (2020) 140-143 140 Rancang Bangun Pendeteksi Kualitas Minyak Goreng Kelapa Sawit dengan menggunakan Metode Sensor Ultrasonik dan Sensor Kapasitif Berbasis Smartphone Cighra Satria Wibisono 1 , M. Nanak Zakaria 2 , Farida Arinie Soelistianto 3 1,2,3 Program Studi Jaringan Telekomunikasi Digital, Jurusan Teknik Elektro, Politeknik Negeri Malang, Indonesia 1 cighrasatria1998@gmail.com, 2 nanak712000@gmail.com, 3 farida.arinie@polinema.ac.id AbstractIn this study the application can be used so that consumers can find out the fat content and acidity in barco oil, fish dorang, and bulk oil which has an android monitoring system in real time. This research uses Arduino uno and Node MCU as the microcontroller. Arduino Uno will later be assembled together with water pH modules, ultrasonic HC-SR04, and capacitive soil. The pH module functions to measure the water and fat content in palm oil. Ultrasonic module that functions to measure the volume of the oil measurement container. The capacitive module is used to determine the density of quality in saturated oil. The test results can be concluded that the pH sensor can detect levels of fat and acidity in palm oil has a value of about 5 to 11. Ultrasonic sensors on the volume of oil samples of barco and fish dorang have a significantly increased grapH, while the bulk oil sample has a very high grapH which causes acidity oil. This study has the highest delay of 1.303525ms and the lowest delay of 0.628276ms. With an average value of delay obtained of 1.189657 ms. KeywordsCapacitive, Delay, Palm oil, pH, Ultrasonic AbstrakPada penelitian ini aplikasi andoid dapat digunakan sebagai alat bantu konsumen mengetahui kadar lemak dan keasaman pada minyak barco,ikan dorang,dan minyak curah yang memiliki sistem monitoring secara real time. Penelitian ini menggunakan Arduino uno dan NodeMCU sebagai mikrokontrollernya. Arduino uno nantinya akan dirangkainya bersama dengan modul pH air,ultrasonik HC-SR04,dan kapasitif soil. Modul pH berfungsi untuk mengukur kadar air dan lemak pada minyak sawit. Modul ultrasonik yang berfungsi untuk mengukur volume pada wadah pengukuran minyak. Modul kapasitif berfungsi untuk menentukan kepadatan kualitas pada minyak jenuh. Hasil pengujian dapat disimpulkan bahwa Sensor pH dapat mendeteksi kadar lemak dan keasaman pada minyak sawit memiliki nilai sekitar 5 sampai 11. Sensor ultrasonik pada volume minyak sampel barco dan ikan dorang memiliki grafik yang signifikan naik,sedangkan sampel minyak curah memiliki grafik yang sangat tinggi yang menyebabkan keasaman minyak. Penelitian ini memiliki delay tertinggi sebesar 1.303525ms dan delay terendah sebesar 0,628276ms. Dengan nilai rata-rata delay yang didapatkan sebesar 1.189657 ms. Kata kunciDelay, Kapasitif, Minyak Sawit, pH, Ultrasonik I. PENDAHULUAN Di negara kita pertanian atau perkebunan merupakan sumber utama dalam memenuhi kebutuhan pangan. Kelapa sawit sebagai tanaman penghasil minyak sawit dan inti sawit merupakan salah satu primadona tanaman perkebunan yang menjadi sumber penghasil devisa non migas bagi Indonesia. Minyak sawit merupakan salah satu dari 17 jenis minyak dan lemak dunia dengan kontribusi mencapai 27,8% di Indonesia sebagai penghasil minyak sawit terbesar dunia telah berkontribusi untuk mengisi kebutuhan minyak sawit dunia. Crude palm oil (CPO) Indonesia mencapai 21 juta ton dan diperkirakan terus meningkat sampai tahun mencapai 22,2 juta ton. Sebagai fakta, CPO Indonesia menjadi salah satu komoditi ekspor yang menambah devisa negara selain migas[1]. Bagian yang paling utama untuk diolah dari kelapa sawit adalah buahnya. Bagian daging buah menghasilkan minyak kelapa sawit mentah yang diolah menjadi bahan baku minyak goreng. Kelebihan minyak nabati dari sawit adalah harga yang murah, rendah kolesterol, dan memiliki kandungan karoten tinggi. Minyak sawit juga diolah menjadi bahan baku margarin. Keberadaan orang yang sudah usia muda maupun usia lanjut seharusnya dapat memberikan informasi mengenai betapa pentingnya upaya dalam membeli atau memilih minyak goreng yang baik secara kadar lemak maupun keasamannya[2]. Permasalahan yang sering dialami konsumen atau pembeli adalah tingkat kesulitan yang cukup tinggi yaitu kurangnya pengetahuan tentang kadar lemak dan keasaman pada minyak goreng kelapa sawit [3]. Konsumen pasti akan lebih paham atau mengerti tentang kadar lemak dan keasaman pada minyak goreng kelapa sawit ketika ingin membeli atau mengosumsi minyak tersebut [4][5]. Penelitian tersebut dapat digunakan untuk konsumen mengetahui kandungan lemak pada minyak kelapa Barco, Ikan Dorang, dan Curah[6]. Pada penelitian ini menggunakan