Dewi, KR et al (2022). Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan, 7 (2c): 921 927 DOI: https://doi.org/10.29303/jipp.v7i2c.687 921 Efektifitas LKPD Terintegrasi Nilai Ekologi Lamun Berbasis Inkuiri Terbimbing untuk Meningkatkan Literasi Sains Siswa SMP Pesisir Selatan Lombok Timur Kumala Ratna Dewi 1* , Abdul Syukur 1,2 , Didik Santoso 2 1 Program Studi Magister Pendidikan IPA, Pascasarjana Universitas Mataram, Indonesia 2 Program Studi Pendidikan Biologi, FKIP Universitas Mataram, Indonesia *Corespondent author: kumalaratnadewi@gmail.com Article History Received : May 09 th , 2022 Revised : May 26 th , 2022 Accepted : June 11 th , 2022 Abstract: Literasi sains adalah kebutuhan yang menjadi tujuan penting dari proses pembelajaran, dimana kompetensi ilmiah siswa dapat menghasilkan produk inovasi dari hasil belajar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai kevalidan pengembangan LKPD terintegrasi nilai ekologi lamun berbasis inkuiri terbimbing yang layak digunakan untuk meningkatkan kemampuan literasi sains siswa SMP. Metode penelitian yang digunakan adalah metode preexperimental desain one group pretest posttest. Analisis validitas menggunakan rumus Aiken’s, uji efektifitas menggunakana uji N- Gain. Hasil penelitian menunjukkan, nilai validasi LKPD sebesar 0,78 dengan kategori layak, rata-rata validasi perangkat terdiri dari silabus, RPP dan Instumen sal literasi sains sebesar 0,82 dengan kategori sangat layak,Persentase efektifitas peningkatan literasi sains sebesar 59, 12 % dengan kategori cukup efektif , skor N-Gain sebesar 0,89 kategori tinggi. Kesimpulannya pengembangan LKPD terintegrasi nilai ekologi lamun berbasis inkuiri terbimbing layak untuk digunanakan dan signifikan terhadap kemampuan literasi siswa khususnya di wilayah pesisir selatan Lombok Timur. Keywords: Ekologi Lamun, Literasi Sains, LKPD PENDAHULUAN Inkuiri terbimbing adalah model pembelajarn yang mendukung suasana inovatif, proses memperoleh informasi melalui observasi atau eksperimen untuk memecahkan suatu masalah dengan menggunakan kemampuan berpikir kritis dan logis dengan bimbingan guru (Fajri, 2021; Gunawan et al, 2021). Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) adalah lembaran yang berisi petunjuk atau langkah-langkah dalam menyelesaikan tugas sesuai dengan kompetensi dasar dan indikator pencapaian kompetensi yang harus dicapai, membantu dan mempermudah dalam kegiatan pembelajaran sehingga terbentuk interaksi efektif antara peserta didik dengan pendidik (Umbaryati 2016; Heleri et.al, 2019). Aplikasi LKPD berbasis lingkungan kontekstual menjadikan siswa lebih kritis terhadap masalah lingkungan yang ada disekitar mereka dan melatih keterampilan proses sains peserta didik (Khotimah dan Sari, 2020; Mahjatia et al, 2021). Inovasi pembelajaran IPA dapat bersumber dari lingkungan sekitar, dan relevan dengan tujuan pembelajaran IPA yang menekankan proses pembelajaran pada aspek interaksi langsung dengan objeks belajar (Rahayu, 2012). Lingkungan yang dapat dijadikan sebagai sumber pembelajaran salah satunya ialah lingkungan lamun (Adrianto et al, 2021; Syukur et al, 2021). Materi utama dalam pembelajaran IPA adalah berkaitan dengan lingkungan, Pembelajaran IPA yang mengintegrasikan lingkungan ke dalam konteks pembelajaran, diyakini mampu memperbaiki kualitas pembelajaran biologi dan literasi sains siswa (Tresnawati dan Siroj, 2021). Literasi sains membutuhkan perangkat pendukung karena objek kajiannya luas dalam sains (Senturk & Sari, 2018; Pahrudin et al., 2019) dan digunakan sebagai indikator untuk melihat kualitas instrumen dan sumber daya manusia di suatu negara (Winata et al, 2016; Pahrudin et al, 2019). Literasi sains merupakan komponen penting yang harus dimiliki siswa di dunia terutama di negara-negara OECD termasuk Indonesia (OECD, 2019). Hasil the programme for international student assessment (PISA) tahun 2018 pada kategori kemampuan membaca, Indonesia berada di peringkat ke 74 ISSN (Print): 2502-7069; ISSN (Online): 2620-8326