Jurnal Sains Sosio Humaniora P-ISSN: 2580-1244 Volume 5 Nomor 1 Juni 2021 E-ISSN: 2580-2305 LPPM Universitas Jambi Halaman | 164 Pola Pemanfaatan Aplikasi Media Belajar dan Kualitas Interaksi Pembelajaran Online Mahasiswa Institut Agama Kristen Negeri Tarutung Erika Christine Panggabean 1 , Soemedi Hadiyanto 2 1 Institut Agama Kristen Negeri Tarutung, Tapanuli Utara, Indonesia 2 Balai Latihan Tenaga Kesehatan Provinsi Papua, Jayapura, Indonesia Email: erika.panggabean@gmail.com/soemedihadiyanto@gmail.com ABSTRAK Kualitas dan efektifitas pembelajaran online di era pandemi Covid-19 tergantung pada pemanfaatan aplikasi media belajar dan kualitas interaksi pembelajaran online. Metode penelitian kuantitatif deskriptif. Populasi 2.334 mahasiswa dan sampel 440 mahasiswa. Alat pengumpulan data adalah daftar pertanyaan, pengumpulan data bulan November-Desember 2020. Analisis data meliputi perhitungan rerata, persentase, penyajian grafik dan tabel dengan SPSS versi 25.0 for windows. Hasil; pola penggunaan handphone/smartphone sebagai perangkat media belajar online dominan dan sebaliknya penggunaan laptop/komputer rendah dan pembelajaran online dilakukan dari rumah sendiri/orangtua. Penggunaan zoom meeting belum familiar oleh mahasiswa dibandingkan aplikasi whatsapp group. Persepsi mahasiswa terhadap kualitas kuliah/belajar online baik (78,18%), hal ini disebabkan karena interaksi antar pengajar-mahasiswa dan pemahaman dalam pembelajaran/ perkuliahan online baik. Tetapi sebaliknya persepsi mahasiswa terhadap kemudahan dan kesan belajar/kuliah online cukup rendah sebab pola pelaksanaan masih dominan dilakukan dengan cara tunggal yaitu hanya melakukan penjelasan online langsung atau berdiskusi pada forum/chat group atau memberikan tugas baca atau memberikan referensi video. Kata Kunci: aplikasi media online, evaluasi pembelajaran, kualitas interaksi, persepsi mahasiswa. PENDAHULUAN Pandemi Corona Virus 19 (Covid-19) yang terdeteksi di Indonesia pada tanggal 2 Maret 2020 dengan 2 kasus, telah menyebar dengan sangat cepat ke 34 provinsi pada tanggal 9 April 2020, terutama di Provinsi Jawa Timur, DKI Jakarta dan Sulawesi Selatan. Pemerintah kemudian melakukan pembatasan pergerakan di segala aspek sehingga mempengaruhi berbagai sektor publik terutama ekonomi, pelayanan kesehatan dan penyelenggaraan Pendidikan (Muhyiddin, 2020). Penyelenggaraan pendidikan dengan metode tatap muka (face to face) di semua jenjang kemudian dihentikan dan dialihkan ke pembelajaran elektronik (electronic learning) atau e-learning yang dilaksanakan secara online (Anugrahana, 2020). Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Tarutung Kabupaten Tapanuli Utara kemudian turut menghentikan pembelajaran konvensional (face to face) tersebut dan beralih ke alternatif pembelajaran online/daring. Pembelajaran daring/online memerlukan media media belajar untuk memudahkan dosen/staf pengajar dalam memberikan materi pembelajaran dan diskusi jarak jauh, serta memudahkan mahasiswa untuk mengunduh materi maupun melakukan diskusi dengan dosen/staf pengajar (Sadikin dan Hamidah, 2020). Media belajar tersebut misalnya Google Classroom, Edmodo dan Schoology (Iftakhar, 2016), WhatsApp (So, 2016), Facebook dan Instagram (Kumar dan Nanda, 2019). Interaksi langsung mahasiswa dengan dosen/staf pengajar dapat dilakukan melalui zoom meeting tetapi memboroskan kuota dan berbiaya tinggi serta kurang efektif apabila dengan jumlah peserta banyak (Naserly, 2020). Pada