Jurnal Medik Veteriner DOI: 10.20473/jmv.vol2.iss2.2019.140-144 Oktober 2019, Vol.2 No.2 : 140-144 online pada https://e-journal.unair.ac.id/JMV J Med Vet 2019, 2(2):140-144. pISSN: 2615-7497; eISSN: 2581-012X | 140 Laporan Kasus: Amblyomma sp. pada Ular Sanca Kembang (Python reticulatus) di Banyuwangi Reptile Community Case Report: Amblyomma sp. on Sanca Kembang Snake (Python reticulatus) in Banyuwangi Reptile Community Wahyu Dwi Katmono 1 *, Shabrina Fauzia Prayoga 1 , Vivi Oktaviana 1 , Faisal Fikri 2 1 Pendidikan Profesi Dokter Hewan, 2 Departemen Kedokteran Dasar Veteriner, PSDKU Banyuwangi, Fakultas Kedokteran Hewan, Universitas Airlangga, Jalan Wijaya Kusuma No.113, Mojopanggung, Giri, Banyuwangi *Corresponding author: wahyu.dwi.katmono-2015@fkh.unair.ac.id Abstrak Sanca kembang (Phyton reticulatus) merupakan reptil yang banyak dipelihara oleh masyarakat. Pemeliharaan Phyton reticulatus banyak diminati karena motif dari kulit dan ular ini mudah beradaptasi. Managemen pemeliharaan yang kurang baik dapat mengakibatkan infestasi caplak yang dapat merusak motif kulit Phyton reticulatus. Phyton reticulatus didapatkan dari Banyuwangi Reptile Community yang dimanfaatkan sebagai hewan peliharaan di Banyuwangi, Jawa Timur. Berdasarkan laporan pemilik, diduga ular ini terinfestasi caplak. Laporan kasus ini bertujuan untuk mendeteksi ektoparasit dari Phyton reticulatus yang dipelihara dan dimanfaatkan dengan tujuan sebagai hewan eksotik. Caplak yang didapatkan dari sanca kembang kemudian dilakukan pemeriksaan menggunakan pembuatan preparat dengan teknik sediaan utuh ( whole mount). Berdasarkan hasil pemeriksaan berhasil ditemukan caplak dari genus Amblyomma. Kata kunci: Amblyomma sp., ektoparasit, Phyton reticulatus Abstract Sanca kembang (Python reticulatus) is a reptile which has usually preserve as a pet. It was preserved as a pet due to the color and the ability of adaptation. The poor management could cause tick investations and ruin Pyton reticulatus scale motives. Python reticulatus was obtained from Banyuwangi Reptile Community which is used as a pet in Banyuwangi, East Java. Based on anamnesa the snake was suspected invested by ticks. This case report aims to detect ectoparasites from Pyton reticulatus which preserve as exotic animals. Ticks were examined using preparations with whole mount techniques. Based on the results of the examination, it was found a tick from genus Amblyomma. Key words: Amblyomma sp., ectoparasite, Phyton reticulatus Received: 11 April 2019 Revised: 15 Mei 2019 Accepted: 12 Juli 2019 PENDAHULUAN Dewasa ini banyak satwa liar terutama ular ditangkap dan dikembangbiakan untuk dijadikan hewan peliharaan. ular dimanfaatkan tidak hanya sebagai sumber bahan baku kerajinan kulit tetapi telah telah dimanfaatkan sebagai hewan peliharaan. Pemeliharaan dan manajemen kesehatan menjadi penting untuk dikembangkan dalam rangka menunjang hobi dalam budidaya ular (Stahlschmidt et al., 2011). Salah satu jenis ular yang sering menjadi binatang peliharaan masyarakat adalah jenis Phyton reticulatus. Ular jenis ini sering menjadi binatang peliharaan karena memiliki pola warna yang menarik, tidak berbisa dan kemampuan adaptasi yang baik dan cara pemeliharaannya cukup mudah (Telnoni, 2016). Beberapa kelompok pecinta reptil memlihara Phyton reticulatus dengan tujuan melestarikannya (Putranto, 2014). Salah satu masalah dalam pemeliharaan ular adalah adanya parasit pada kulit ular. Parasit pada kulit ular membuat penampilan dari kulit ular tersebut rusak atau berkurang. Ular yang