63 Perbandingan Keuntungan Dengan Sistem Bagi Hasil Pada Usaha Garam Rakyat ..................... (Campina Illa Prihantini, et al) PERBANDINGAN KEUNTUNGAN DENGAN SISTEM BAGI HASIL PADA USAHA GARAM RAKYAT DI KABUPATEN PAMEKASAN, JAWA TIMUR Comparison of Proft at Different Sharecropping System in Traditional Salt Production in Pamekasan Regency, East Java * Campina Illa Prihantini 1 , Yusman Syaukat 2 dan Anna Fariyanti 2 1 Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Bakti Bangsa Pamekasan, Indonesia 2 Institut Pertanian Bogor, Indonesia Diterima tanggal: 6 Februari 2017 Diterima setelah perbaikan: 20 April 2017 Disetujui terbit: 6 Juni 2017 * email: camps.world.smaga@gmail.com ABSTRAK Salah satu indikator ketidakefsienan usaha pertanian yang dijalankan dengan sistem bagi hasil adalah adanya perbedaan keuntungan yang diterima oleh masing-masing pihak yang diterima oleh kedua belah pihak. Tujuan utama dari penelitian ini adalah menganalisis keuntungan yang diterima oleh pihak yang terlibat dalam sistem bagi hasil usaha garam rakat. Pihak-pihak yang terlibat dalam sistem bagi hasil usaha garam rakyat adalah pemilik lahan dan petani penggarap. Lokasi penelitian adalah tiga kecamatan di Kabupaten Pamekasan. Metode penelitian yang dilakukan adalah analisis keuntungan usaha tani, kemudian membandingkan tingkat keuntungan antara pemilik lahan dan petani penggarap untuk setiap pola bagi hasil. Hasil perbandingan keuntungan yang diterima oleh masing-masing pihak disebut nilai keuntungan relatif (µ). Metode penentuan responden yang digunakan adalah purposive dan snowballing sampling. Hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat perbedaan keutungan yang diterima oleh pemilik lahan dan petani penggarap. Nilai keuntungan relatif (µ) yang dihasilkan menunjukkan bahwa nilai tersebut masih belum sesuai dengan yang diharapkan. Kesimpulan akhir dari penelitian ini adalah bahwamemang terdapat ketidakefisienan dalam usaha garam rakyat yang dijalankan dengan sistem bagi hasil di Kabupaten Pamekasan. Kata Kunci: Perbandingan keuntungan, sistem bagi hasil, usaha garam rakyat ABSTRACT One of ineffcient indicators in agricultural busineess with sharing system is the difference of proft get by each participant. The main objective of this research is to identify proft accepted by the participants in salt production business. Stakeholders in salt production busineess with proft sharing system are landlord and salt farmer. Research location is in Pamekasan regency.This research used proft analysis, then the value of their proft is comparing each other for every type of sharing system in this regency. The value of comparation’s proft is called rellative proft value (µ). Respondents selected by using purposive and snowballing sampling. The result showed that there area signiffcant difference of proft accepted by the landlord and the salt farmer. The result of rellative proft value (µ) does not match with this research hypothesis. The fnal conclusion of this research is salt production business with proft sharing system in Pamekasan regency is ineffcient. Keywords: proft comparison, proft sharing system, salt production business Korespodensi Penulis: Program Studi Ekonomi Pembangunan, Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Bakti Bangsa Pamekasan, Indonesia Pondok Pesantren Sumber Anyar Larangan Tokol Tlanakan Pamekasan 69302 PENDAHULUAN Salah satu tujuan yang hendak dicapai dalam kegiatan usaha tani adalah menerima imbalan yang sesuai dengan korbanan yang telah dilakukan, termasuk usaha gram rakyat. Usaha garam rakyat di Kabupaten Pamekasan pada umumnya dilaksanakan dengan sistem bagi hasil. Data yang diterima dari Sekretariat Daerah Kabupaten (Sekdakab) Pamekasan (2015) menyebutkan bahwa jumlah petani garam yang tergabung dalam sistem bagi hasil mencapai angka 1.031 orang atau sekitar 70,47 persen dari total petani garam yang ada di kabupaten ini. Menurut Scheltema (1985). sistem bagi hasil dapat dibedakan menjadi beberapa pola. Ada pola bagi dua, pola bagi tiga,