Jurnal Teknik Pertanian Lampung Vol. 10, No. 2 (2021): 209-219 P-ISSN 2302-559X; E-ISSN 2549-0818 209 DAYA TAMPUNG SUNGAI REMBAGAN TERHADAP BEBAN PENCEMARAN MENGGUNAKAN METODE STREETER-PHELPS CARRYING CAPACITY OF THE REMBAGAN RIVER TOWARD POLLUTION LOAD USING THE STREETER-PHELPS METHOD Sri Wahyuningsih 1 , Elida Novita 1 , Irfan Dwi Satya 1 1 Teknik Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Jember Komunikasi Penulis, email: sriwahyuningsih.ftp@unej.ac.id DOI:http://dx.doi.org/10.23960/jtep-l.v10.i2.209-219 Naskah ini diterima pada 8 Oktober 2021; revisi pada 27 April 2021; disetujui untuk dipublikasikan pada 3 Mei 2021 ABSTRACT Rembagan River is the main tributary of the Bedadung River in Cangkring Village, Patrang District, Jember Region. Various community activities in the Rembagan River area such as bathing, washing, defecating and urinating as well as agricultural activities will produce domestic and agricultural waste. These wast can cause river water pollution, especially water quality degradation. then the research needs to be done an analysis of the capacity of the Rembagan River in receiving pollution costs. The purpose of the study was to find out how much the ability of the Rembagan River to accept the burden of pollutants using the Streeter-Phelps method. Streeter- Phelps modeling takes into account two phenomena, it was the process of decreasing dissolved oxygen (deoxygenation) and the process of increasing dissolved oxygen (reaeration). The results obtained from the calculations ware oxygen sag curves determined on the basis of oxygen deficit values. The average values of deoxygenation rate and reoxygenation rate were sequentially 1.58931 mg/L/day and 10.09982 mg/L/day. So that self-purification can run well which means the water quality of the Rembagan River was still relatively good. This can be seen in the DO model pattern that goes up in each segment. The actual DO of 5.6760 mg / L was greater than the DO standard of class III quality of 3 mg / L. It can be interpreted that the Rembagan River still has a remaining DO of 2.676 mg / L and was still able to accept pollution cost of 18.8 kg/day. Keywords: pollution load, Rembagan River, river capacity ABSTRAK Sungai Rembagan merupakan anak sungai utama dari Sungai Bedadung yang berada di Desa Cangkring, Kecamatan Patrang Kabupaten Jember. Kegiatan masyarakat yang berada di sekitar Sungai Rembagan yaitu mandi, mencuci, buang air besar dan air kecil serta kegiatan pertanian akan menghasilkan limbah domestik dan pertanian. Limbah- limbah tersebut dapat menyebabkan pencemaran air sungai terutama penurunan kualitas air, maka perlu dilakukan penelitian analisis daya tampung Sungai Rembagan dalam menerima beban pencemaran. Tujuan penelitian ini yaitu agar dapat mengetahui berapa besar kemampuan Sungai Rembagan dalam menerima beban pencemar menggunakan metode Streeter-Phelps. Pemodelan Streeter-Phelps memperhitungkan dua fenomena yaitu proses penurunan oksigen terlarut (deoksigenasi) dan proses peningkatan oksigen terlarur (reaerasi). Hasil yang didapatkan dari perhitungan tersebut yaitu kurva penurunan oksigen yang di tentukan atas dasar nilai defisit oksigen. Rata-rata nilai laju deoksigenasi sebesar 1,58931 mg/L/hari dan rata-rata nilai laju reaerasi sebesar 10,09982 mg/L/hari, sehingga purifikasi alamiah (self purification) dapat berjalan dengan baik yang artinya kualitas air Sungai Rembagan masih tergolong berkondisi baik. Hal ini dapat terlihat pada pola DO model yang cenderung naik pada setiap segmen. DO aktual yaitu 5,6760 mg/L lebih besar dari DO baku mutu kelas III sebesar 3 mg/L, sehingga Sungai Rembagan masih mempunyai DO sisa sebesar 2,676 mg/L dan masih mampu menerima beban pencemaran sebesar 18,8 kg/hari. Kata Kunci: beban pencemaran, daya tampung sungai, Sungai Rembagan