Buletin Pengembangan Perangkat Pembelajaran Vol. 3, No.2, Desember 2021, hal. 67-74 ISSN: 2721-3404 Doi: 10.23917/bppp.v4i2.19419 Pemanfaatan Kardus Bekas untuk Media Pembelajaran IPA di Sekolah Dasar Aulia Kharismawati 1 , Anatri Desstya 2 Universitas Muhammadiyah Surakarta 1,2 Artikel info Abstrak Article history: Submit: 5 September 2021 Revisi: 15 Oktober 2021 Diterima: 20 November 2021 Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahu manfaat barang bekas yang dapat diolah menjadi media pembelajaran yang sederhana. Barang bekas yang sudah tidak terpakai dapat dengan mudah didapatkan dilingkungan tempat tinggal. Barang barang bekas yang digunakan dalam penelitian ini yaitu kardus bekas. Media pembelajaran memiliki peran yang sangat penting. Melalui media dapat digunakan sebagai alat bantu untuk menyampaikan materi pelajara. Pada mata pelajaran IPA sekolah dasar materi kelas V organ gerak manusia memerlukan media. Sehingga dengan media peserta didik mengerti bagian anggota organ gerak. Pemanfaatan media yang terbuatk dari barang bekas seperti kardus bekas yang sudah tidak terpakai dapat menumbuhkan rasa kreativitas. Metode yang dilakukan dengan metode kualitatif menggunakan pendekatan deskriptif dengan teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Jrakah, Kecamatan Taman, Kabupaten Pemalang. Penelitian dilakukan selama PLP II pada bulan Agustus-September 2021. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa pemanfaatan media pembelajaran dari barang bekas peserta didik dapat meningkatkan minat belajar dan cepat memahami materi yang disampaikan. selain dimanfaatkan menjadi media pembelajaran dapat mengurangi penumpukan sampah yang berada dilingkungan sekitar tempat tinggal. Kata kunci: kardus bekas media pembelajaran sekolah dasar Kerangka manusia Corresponding Author: Nama: Aulia Kharismawati Afiliasi: Universitas Muhammadiyah Surakarta E-mail: a510180186@student.ums.ac.id Pendahuluan Pendidikan merupakan sebuah usaha secara sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana dalam proses belajar dan pembelajaran yang aktif agar peserta didik dapat memperoleh potensi dalam dirinya yang kemudian dikembangkan seperti potensi spiritual, kecerdasan dan keterampilan dalam dirinya. Proses belajar mengajar antara peserta didik dan guru mempunyai komponen-komponen yang penting didalamnya antara lain terdapat lima komponen yaitu: 1Tujuan Pembelajaran, Materi yang akan diberikan, Metode maupun Media yang akan digunakan dan evaluasi dalam pembelajaran. Sebelum proses pembelajaran dilaksanakan, guru terlebih dahulu mempersiapkan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP). Dalam komponen RPP terdapat metode pembelajaran. Guru menentukan metode yang akan digunakan. Menentukan metode untuk mengajar tidak terlepas dari media pembelajaran, media pembelajaran akan disesuaikan dengan metode maupun materi pembelajaran. Menurut Hamalik (dalam Falahudin, 2017) mengatakan media pembelajaran merupakan salah satu fungsi utama yang yang digunakan sebagai alat bantu dalam proses mengajar yang mempengaruhi, motivasi, kondisi dan disekitar lingkungan belajar. Proses pembelajaran melibatkan interaksi antara guru dan peserta didik untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan. Salah satu tujuan pendidikan adalah