Batara Wisnu Journal : Indonesian Journal of Community Services e-ISSN: 2777-0567 p-ISSN : 2797-9717 Vol.1 No. 2 Agustus 2021 Doi : 10.53363/bw.v1i2.52 221 PENGELOLAAN HOMESTAY SEBAGAI DAYA DUKUNG DESTINASI WISATA BELITUNG Mustika Permatasari *1 , Dilla Pratiyudha 2 1,2 Politeknik Pariwisata Palembang Corresponding Email: mup@poltekpar-palembang.ac.id Abstract With the deployment of Belitung as a geopark region by UNESCO, it also saw a significant increase in the growth of the homestay in Belitung. With the devotion of this society, it is expected that the homestay owner will be able to provide the best service given to guests; the homestay owner will need to gain more insight and knowledge on how to make proper and proper bed—enforcement methods. Perform community service through training of homestay management in both theory and practice. The target of dedicated activities is the homestay owner, private employees, entrepreneurs, homemakers, and tourist workers. The result of this activity is (1) a well held, smoothly executed performance, and the participants have the enthusiasm of those participating for three days and two nights; (2) participants are particularly active and follow with high motivation; and (3) trainees gain new skills in making a bed, enabling them to be implemented in the homestay they run so that it can improve the quality of service in their homestay. Keywords: Homestay, Making Bed Abstrak Dengan ditetapkannya Belitung sebagai Kawasan Geopark oleh UNESCO maka terjadi juga peningkatan daya tarik wisata, hal ini terlihat pertumbuhan homestay di Belitung mengalami peningkatan secara signifkan. Dengan adanya pengabdian masyarakat ini diharapkan para pengelola homestay untuk dapat memberikan pelayanan yang terbaik dimana selain kenyamanan yang diberikan kepada tamu, para pengelola homestay perlu mendapatkan wawasan dan pengetahuan lebih bagaimana melakukan making bed dengan baik dan benar. Metode pelaksanaan. Pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat dengan melakukan pelatihan pengelolaan homestay secara teori maupun praktek. Sasaran kegiatan pengabdian adalah para pengelola homestay, karyawan swasta, wiraswasta, Ibu rumah tangga dan pegawai negeri dikalangan pariwisata. Hasil akhir dari kegiatan ini adalah (1) Pelaksanaan kegiatan terselenggara dengan baik, berjalan lancar, dan peserta memiliki antusias dari para peserta yang mengikuti kegiatan selama 3 hari 2 malam; (2) Peserta sangat aktif dan mengikuti dengan motivasi yang tinggi, dan (3) Peserta pelatihan mendapatkan keterampilan baru dalam making bed, sehingga dapat diimplementasikan di homestay yang mereka kelola sehingga dapat meningkatkan kualitas pelayana pada homestay mereka. Kata Kunci : Homestay, Making Bed PENDAHULUAN Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) RI telah menaruh perhatiannya kembali pada pengembangan potensi desa wisata dan homestay. Hal ini dilakukan demi mendukung percepatan gerakkan perekonomian terutama di bagian daerah yang memiliki destinasi wisata. Dengan terlaksananya program vaksinasi hingga 70 persen dalam upaya membentuk kekebalan komunal (herd immunity), maka hal ini dianggap mampu untuk