Journal Industrial Servicess Vol. 5 No. 2 Maret 2020 213 Analisis Implementasi Model Manajemen Kinerja Karyawan Pada Industri Steel Casting (Studi Kasus PT. MB Indonesia) Utomo Program Magister Teknik Industri, Univeritas Mercu Buana Jl. Meruya Selatan, Kembangan, Jakarta Barat 11650 Hendrik Hariyono Program Magister Teknik Industri, Univeritas Mercu Buana Jl. Meruya Selatan, Kembangan, Jakarta Barat 11650 Rommy Febri Prabowo Program Magister Teknik Industri, Univeritas Mercu Buana Jl. Meruya Selatan, Kembangan, Jakarta Barat 11650 Zulfa Fitri Ikatrinasari Program Magister Teknik Industri, Univeritas Mercu Buana Jl. Meruya Selatan, Kembangan, Jakarta Barat 11650 ABSTRAK Tanpa adanya kinerja karyawan yang baik di perusahaan atau organisasi maka perusahaan tersebut akan mengalami kondisi yang sangat memprihatinkan sehingga akan mengganggu stabilitas keuangan perusahaan. Meningkatnya kondisi pengangguran karyawan dalam melakukan pekerjaan, dan insentif karyawan untuk pindah (turn over) tinggi. Namun, manajemen kinerja karyawan adalah hal yang sangat sulit dilakukan jika perusahaan tidak memiliki manajemen yang baik dalam mengelola kinerja. PT. MB Indonesia yang merupakan salah satu perusahaan yang bergerak di industri logam. Maka untuk menghasilkan sejumlah produk, manajemen kinerja perlu dilakukan kepada karyawan dengan meningkatkan kinerja karyawan untuk mencapai target yang telah ditentukan. Dengan memberikan umpan balik kompensasi dalam bentuk gaji, tunjangan, bonus dan insentif yang disesuaikan dengan kinerja yang telah dilakukan. Sehingga diharapkan penerapan manajemen kinerja yang baik di perusahaan akan dapat menciptakan lingkungan kerja yang dinamis dengan kemampuan menghasilkan produk yang mampu bersaing di era globalisasi yang pada akhirnya akan mampu mencapai kelangsungan hidup masyarakat. organisasi atau perusahaan. Kata Kunci: kinerja karyawan, manajemen kinerja, umpan balik PENDAHULUAN Perkembangan pasar global yang terus berjalan saat ini begitu pesat, kondisi ini memberikan peluang sekaligus tantangan bagi perusahaan manufaktur logam untuk dapat bertahan dalam menjalankan usahanya. Dalam persaingan yang semakin ketat diperlukan suatu pengelolaan perusahaan dengan cara yang baik menuju daya saing perusahaan yang handal. Keberhasilan manjemen dalam menentukan arah dan tujuan starategis perusahaan sangat mempengaruhi perusahaan. Tercapainya tujuan perusahaan tidak lepas dari kemampuan manajemen untuk melaksanakan fungsi perencanaan, pengorganisasian,dan pengendalian atau fungsi POAC dari berbagai aktivitas dan sumber daya yang dimiliki perusahaan, termasuk finansial perusahaan. Manajemen kinerja (performance management) adalah konsep yang relatif baru dalam manajemen. Awalnya ini berlaku untuk sektor swasta dan kemudian berkembang untuk digunakan di sektor publik. Manajemen kinerja adalah proses identifikasi, pengukuran, dan pengembangan yang berkelanjutan kinerja individu dan tim dan menyelaraskan kinerja dengan tujuan strategis dari organisasi (aguinis, 2012). Kebehasilan pengelolan sumber daya perusahaan akan mencerminkan keberhasilan perusahaan dapat menunjang pencapaian pendapatan atau revenue. Sehingga akan mempunyai kemampuan dalam mempertahankan kelangsungan hidup perusahaan. Faktor kinerja dari dari karyawan adalah merupakan bagian yang akan mamampuan menopang dan mendukung pencapaian hasil yang maksimal. Tanpa adanya kinerja karyawan yang baik dalam perusahaan maka perusahaan tersebut akan mengalami kondisi dengan kestabilan keuangan perusahaan yang tidak kondusif yang akan mengganggu berjalannya operasional perusahaan, terjadi ketidaktenangan karyawan dalam melakukan kerja, serta adanya dorongan karyawan untuk pindah (turn over) yang tinggi. Demikian juga dengan PT. MB Indonesia yang merupakan salah satu perusahaan yang bergerak dibidang indusutri logam yang berlokasi di Tangerang Banten. Perusahaan ini merupakan perusahaan yang menghasil produk pengecoran logam (steel casting) dengan orientasai pasar ekspor. Perusahaan ini menggunakan sistem kerja secara berkelompok untuk menghasilkan produk logam cor.