PengabdianMu: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat
Volume 7, Issue 6, Pages 883–889 November 2022 e-ISSN: 2654-4385 p-ISSN: 2502-6828
http://journal.umpalangkaraya.ac.id/index.php/pengabdianmu/article/view/3805
DOI: https://doi.org/10.33084/pengabdianmu.v7i6.3805
PENDAHULUAN
Bayi dan anak merupakan populasi yang rentan terdampak gangguan kesehatan. Gangguan kesehatan yang dialami oleh
bayi dan anak dapat menjadi darurat apabila tidak ditangani secara tepat. Kegawatdaruratan yang terjadi pada bayi dan
anak dapat dinyatakan sebagai kondisi serius ataupun berbahaya, hal ini dikarenakan kegawatan dapat terjadi secara tiba-
tiba dan membutuhkan pertolongan segera. Salah satu kegawatdaruratan yang sering dialami pada bayi dan anak yaitu
tersedak. Tersedak merupakan kondisi dimana benda asing menyumbat di tenggorokan karena berbagai sebab sehingga
menghalangi aliran udara (Sulistiyani & Ramdani, 2020). Menurut World Health Organization (WHO), beberapa penyebab
tersedak pada anak berusia kurang dari 3 tahun diantaranya, 59,5% berhubungan dengan makanan, 31,4% karena benda
asing, dan 9,1% lainnya dengan penyebab yang tidak diketahui (Committee on Injury, Violence, and Poison Prevention,
2010). Tersedak dapat mengakibatkan suplai oksigen ke dalam otak berkurang secara signifikan sehingga korban akan
berada pada kondisi darurat. Gejala umum yang dapat dikenali ketika seseorang mengalami tersedak adalah
Pelatihan Khusus Ibu Rumah Tangga untuk Bayi dan Anak yang Sakit
atau Tersedak
Training for Housewives for Sick or Choking Infants and Children
Nova Maryani
*
Gina Puspita
Department of Medical Education,
Universitas Muhammadiyah
Yogyakarta, Bantul, Special Region
of Yogyakarta, Indonesia
email: nova.maryani@umy.ac.id
Kata Kunci
Bayi dan anak
Pelatihan
Tersedak
Keywords:
Infants and children
Training
Choking
Received: August 2022
Accepted: October 2022
Published: November 2022
Abstrak
Tersedak merupakan salah satu kegawatdaruratan yang sering dialami
pada bayi dan anak-anak yang harus cepat ditangani. Penanganan tersedak
perlu mendapat perhatian agar dapat mencegah komplikasi yang
mengakibatkan kematian. Perlunya penanganan yang tepat pada kasus
tersedak perlu diberikan pada masyarakat termasuk ibu rumah tangga di
Pakualaman. Tujuan kegiatan pelatihan ini adalah untuk meningkatkan
keterampilan masyarakat khususnya ibu rumah tangga dalam mengenali
bayi dan anak tersedak, selain itu mereka juga diharapkan dapat
memberikan penanganan yang tepat apabila menemukan kasus bayi dan
anak tersedak. Pelaksanaan kegiatan pelatihan dilakukan melalui
pemberian materi dan praktik langsung dengan manekin sehingga peserta
mendapatkan kesempatan untuk mengetahui dan melakukan penanganan
tersedak yang benar sedangkan evaluasi didapatkan dengan menyebarkan
kuesioner pada sebelum dan sesudah kegiatan pelatihan. Hasil evaluasi
menunjukan bahwa terdapat peningkatan keterampilan dan pengetahuan
peserta pelatihan dalam mengenali bayi dan anak tersedak serta tata
laksana penanganan di rumah.
Abstract
Choking is one of the most common emergencies experienced by babies and children
that must handled quickly. Handling of choking needs attention to prevent
complications that can lead to death. The need for proper handling in cases of
choking required to be given to the community, including housewives in
Pakualaman. This training activity aims to increase public skill, especially among
housewives, in recognizing sick or choking babies and children; besides that, they
are also expected to provide appropriate treatment if they find cases of sick or
choking babies and children. Training activities are implemented through
counseling and direct practice, while evaluation is obtained by distributing
questionnaires before and after training activities. The evaluation results indicated
an increase in the trainees' knowledge in recognizing sick or choking infants and
children and managing them at home.
© 2022 Nova Maryani, Gina Puspita. Published by Institute for Research and Community Services Universitas
Muhammadiyah Palangkaraya. This is Open Access article under the CC-BY-SA License
(http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0/). DOI: https://doi.org/10.33084/pengabdianmu.v7i6.3805