LISANI: Jurnal Kelisanan Sastra dan Budaya Volume 3 Nomor 1 Januari-Juni 2020 http://journal.fib.uho.ac.id/index.php/lisani ISSN: 2622-4909 (online) ISSN: 2613-9006 (print) lisani.tradisilisan@uho.ac.id LISANI: Jurnal Kelisanan Sastra dan Budaya | 1 TRADISI HERAPO-RAPO PADA ORANG WANCI DESA WAHA KECAMATAN WANGI-WANGI KABUPATEN WAKATOBI Faris 1 , La Ode Dirman 2 , Sitti Hermina 3 1, 2, 3 Program Studi Tradisi Lisan Fakultas Ilmu Budaya Universitas Halu oleo 1 farisfarisfaris485@gmail.com Abstrak Penelitian ini dilaksanakan di Desa Waha Kecamatan Wangi-wangi Kabupaten Wakatobi dengan tujuan untuk mengetahui proses pelaksanaan dan makna simbolik yang terkandung dalam tradisi Herapo-rapo pada suku Buton di Desa Waham Kecamatan Wangi-Wangi, Kabupaten Wakatobi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik pengamatan (observasi), wawancara mendalam dan studi dokumentasi. Tradisi Herapo-rapo dilakukan pada saat bulan Ramadhan. Proses pelaksanaan tradisi Herapo- rapo memiliki beberapa tahap yaitu (1) tahap persiapan, (2) tahap pelaksanaan, dan (3) tahap perempuan menjual kacang yang sudah disangrai sambil menunggu laki-laki yang singgah membeli kacang tersebut. Makna simbolik dalam tradisi Herapo-rapo ini yaitu makna alat dan bahan tradisi Herapo-rapo tersebut berupa kacang sangrai, meja, kursi, lampu pelita. Secara umum makna tradisi Herapo-rapo yaitu agar cepat mendapatkan jodoh atau pasangan hidup. Kata Kunci: Tradisi, Herapo-rapo Makna Simbolik Abstract This research conducts in Waha, Wangi-Wangi, Wakatobi. This article to find out the process of implementation and symbolic meaning contained in the Herapo-rapo tradition. The method used in this research is descriptive qualitative. Data collection did through observation techniques, in-depth interviews, and documentation studies. The Herapo- rapo tradition performs during the holy month of Ramadan and the process of carrying out. The Herapo-rapo tradition has several stages, namely (1) the preparation stage, (2) the implementation stage, and (3) stage when the woman sells roasted beans while waiting for the man who stopped to buy the seeds. The symbolic meaning of the Herapo- rapo tradition is the meaning of the tools and materials of the Herapo-rapo tradition in the form of roasted nuts, tables, chairs, lamps, lamps. In general, the sense of the Herapo-rapo tradition is to get a soul mate or spouse quickly. Keywords: Tradition, Herapo-rapo Tradition Symbolic Meaning PENDAHULUAN Sulawesi Tenggara adalah salah satu provinsi di Indonesia yang memiliki keragaman kebudayaan dimana setiap kebudayaan memiliki bentuk yang berbeda- beda dari tradisi masyarakat masing-masing seperti ritual pengucapan secara lisan maupun tulisan yang memiliki makna tersendiri. Selain memiliki keragaman tradisi, Sulawesi Tenggara juga memiliki keberagaman etnis yaitu etnis Tolaki, Bugis, Buton, Muna dan Wanci. Dari keberagaman etnis tersebut tentu berbeda pula tradisi yang dilakukan. Setiap masyarakat pasti memilki budaya serta adat istiadat yang ada di dalamnya, bahkan di setiap daerah atau pulau yang memiliki penghuni khususnya di Indonesia pasti memiliki cara tersendiri atau metode yang berbeda dalam memahami kehidupan sesuai dengan budaya atau kepercayaan yang di turunkan oleh nenek moyangnya masing- masing. Hal ini seperti yang dilakukan oleh orang Wanci Kabupaten Wakatobi. Kabupaten Wakatobi sendiri merupakan singkatan dari Wa dari kata Wangi-wangi, Ka dari kata Kaledupa, To dari kata Tomia dan Bi dari kata Binongko. Keempat lokasi ini saling berseberangan karena dipisahkan oleh laut, bentuknya adalah pulau-pulau kecil dan masing-masing menjadi Kecamatan yang terikat oleh Kabupaten Wakatobi. Tradisi Herapo-rapo adalah salah satu adat budaya yang melekat, tumbuh subur dan