R. Haryoto Indriatmoko, H. D. Wahjono, S. Yudho : Pengelolaan Data Sistem …… JAI Vol. 1 , No.3 2005 318 PENGELOLAAN DATA SISTEM ALIRAN DRAINASE KOTA Studi Kasus : Jakarta Selatan dan Jakarta Timur Oleh : R. Haryoto Indriatmoko, Heru Dwi Wahjono, Satmoko Yudho Pusat Pengkajian dan Penerapan Teknologi lingkungan, TIEML, BPPT Abstract Fast growing development at big cities such as Jakarta usually cause surface hydrology problems, which is indicated by many surface detention and local floods during rainy season. These problems were raised because of the increasing of runoff coefficient of sub catchment areas and limited capacity of existing drainages. Analysis have made on drainage capacity of sub catchment areas connected to peak flow cause by rain on certain recurrence period and result in data to evaluate drainage capacity to solve these water detention and local floods problems. Katakunci : Genangan, Banjir, Drainase, DAS, Database. 1. PENDAHULUAN DKI Jakarta sebagai Ibukota Republik Indonesia adalah merupakan pusat kegiatan pemerintahan, ekonomi, politik, perdagangan dan lain-lain. Kedudukannya yang strategis sebagai pusat tersebut menuntut adanya perhatian khusus, yang salah satunya adalah penanganan penataan teknis sistem aliran bangunan drainase kota. Ini menjadi salah satu hal penting yang harus diperhatikan, karena jika sistem aliran tersebut tidak direncanakan dengan baik, maka dapat menimbulkan bencana banjir. Faktor lain yang perlu diperhatikan dalam kaitannya dengan Jakarta sebagai Ibukota negara adalah peningkataan jumlah penduduk yang sangat pesat dalam waktu yang relatif singkat. Peningkatan jumlah penduduk akan memerlukan pelayanan berbagai sarana dan prasarana seperti perumahan, transportasi dan saluran. Akibat dari kebutuhan berbagai sarana dan prasarana akan menyebabkan perubahan pengguna-an lahan. Perubahan penggunaan lahan akan mempengaruhi perubahan sistem aliran yang berhubungan dengan sistem drainase kota. Sebagai akibat dari perubahan sistem aliran tersebut maka kapasitas saluran akan berubah, aliran disebelah hilir tidak lancar, arah aliran mengalami pembelokan yang tajam sehingga akan menyebabkan terjadinya berbagai genangan air dan banjir. Untuk mengurangi dampak negatif tersebut, perlu dilakukan perencanaan di bidang pengelolaan drainase menggunakan komputerisasi dan sistem informasi geografis. Keluaran dari sistem tersebut diharapkan dapat menjadi panduan perencanaan sarana prasarana lainya dalam pembangunan Kota Jakarta. Studi kasus kegiatan diprioritaskan di wilayah Jakarta Selatan dan Jakarta Timur yang meliputi lima wilayah kecamatan, yaitu Jagakarsa, Pancoran, Pasar Minggu, Pasar Rebo dan Kramat Jati. 2. TUJUAN Tujuan kegiatan ini adalah melakukan identifikasi permasalahan drainase di setiap wilayah yang akan menjadi sasaran perencanaan pembangunan, menyusun perencanaan sistem drainase kota Jakarta berdasarkan permasalahan di wilayah yang dapat dijadikan sebagai panduan perencanaan. Sasaran yang akan dicapai adalah mendapatkan perencanaan drainase kota secara terpadu sehingga menjadi pedoman untuk menyelesaikan permasalahan genangan di DKI Jakarta. Selain itu agar perencanaan drainase kota dapat menjadi pedoman untuk menyelesaikan permasalahan di kawasan dengan sistem aliran terpadu. 3. METODOLOGI Kegiatan pengelolaan data ini dilakukan dalam beberapa tahapan, yaitu : tahapan perencanaan, tahapan pengambilan data, dan tahapan analisa data. 3.1 Tahapan Perencanaan Pada tahapan ini akan direncanakan pengelolaan data operasional sistem aliran bangunan drainase kota untuk wilayah Kodya Jakarta Selatan dan Jakarta Timur. Untuk wilayah Jakarta Selatan akan diambil wilayah