JURNAL TEKNIK ITS Vol. 9, No. 2, (2020) ISSN: 2337-3539 (2301-9271 Print) G90 AbstrakPerkembangan teknologi material mendorong beragam inovasi dalam bidang kemaritiman, khususnya di industri perkapalan. Salah satunya adalah inovasi material sandwich sebagai upaya untuk meningkatkan kualitas konstruksi kapal. Material sandwich dapat diterapkan pada berbagai bagian konstruksi kapal seperti ramp door. Sebagai bagian konstruksi yang sering mengalami pembebanan maka konstruksi ramp door harus dibuat dengan kekuatan yang baik tetapi dengan berat konstruksi yang ringan untuk memudahkan operasionalnya. Sebagai material yang baru dikembangkan, material sandwich juga memiliki kekurangan salah satunya adalah lepasnya ikatan antara material core dan face plate atau dikenal dengan sebutan debonding. Kerusakan ini dapat mempengaruhi kekakuan struktur yang berdampak pada berkurangnya kekuatan ramp door. Pengaruh debonding dapat diidentifikasi dengan melakukan pengujian numerik menggunakan metode elemen hingga. Pengujian ini bertujuan untuk mengidentifikasi respon dinamis yang terjadi pada ramp door akibat pengaruh dari kerusakan debonding yang terjadi. Penelitian ini menggunakan metode elemen hingga dengan metode static frequency untuk mengetahui respon dinamis ramp door. Berdasarkan hasil pengujian dengan metode elemen hingga menunjukkan bahwa kerusakan debonding menurunkan kekakuan struktur. Sedangkan untuk lokasi yang paling sensitif jika terjadi kerusakan terdapat pada bagian permukaan bawah core atas dengan penurunan frekuensi natural mencapai 28,058%. Kata KunciDebonding, Sandwich, Frekuensi Natural, Modal Dynamic. I. PENDAHULUAN ERKEMBANGAN teknologi memberikan pengaruh besar terhadap berbagai bidang termasuk industri perkapalan. Pada industri perkapalan, inovasi dalam teknologi material terus berkembang. Salah satunya adalah penggunaan material sandwich untuk sistem konstruksi kapal. Penggunaan material sandwich khususnya yang menggunakan komposit memiliki banyak keunggulan seperti penyerapan energi yang baik dan ketahanan terhadap gaya. Jika diaplikasikan pada area yang luas, penggunaan material sandwich juga dapat mengurangi berat pada struktur konstruksi kapal [1] salah satunya dengan pengurangan jumlah penegar yang terdapat pada konstruksi dengan material sandwich [2]. Walau banyak keunggulan tetapi material sandwich dapat mengalami kerusakan berupa lepasnya ikatan antara face plate dengan core atau bisa disebut debonding. Kerusakan debonding yang dapat terjadi pada proses manufaktur akibat tingginya tingkat kerumitan proses pembuatan material sandwich [3]. Selain itu kerusakan debonding juga dapat disebabkan karena ketidakcocokan antara material face plate dengan core, rendahnya karakteristik lapisan adhesif, maupun akibat kondisi pembebanan dinamis yang terjadi [4]. Kerusakan debonding juka dapat menjadi pemicu dari kerusakan lainnya seperti terjadinya interfacial cracks dengan ukuran yang relatif besar yang terjadi pada core yang terdapat pada material sandwich [5]. Melihat besarnya dampak yang dapat ditimbulkan maka perlu dilakukannya pengujian akibat pengaruh kerusakan debonding terhadap struktur ramp door. Terlebih konstruksi ramp door merupakan bagian kapal yang sering mendapatkan kondisi pembebanan dinamis. Pengaruh dampak kerusakan debonding terhadap struktur dapat dilihat dari respon dinamis yang terjadi pada struktur. Hal ini dapat dilakukan dengan melakukan identifikasi kerusakan berbasis getaran. Metode ini efektif digunakan untuk mendeteksi pengaruh kerusakan pada struktur kapal dengan area yang lebih luas [6]. Pengujian ini dapat dilakukan dengan menggunakan software berbasis elemen hingga. Untuk meningkatkan akurasi dari hasil pengujian menggunakan software berbasis elemen hingga ini digunakan spring element untuk interaksi antara face plate dengan core yang terdapat pada area kerusakan debonding [7]. Dengan didasari hal tersebut di atas maka dalam penelitian ini akan diidentifikasi pengaruh lokasi kerusakan debonding terhadap karakteristik dinamis struktur ramp door. II. STUDI LITERATUR A. Sandwich Core Materials Sandwich plate system (SPS) merupakan sebuah sistem pelat di mana terdapat 2 buah material pelat kaku yang dipisahkan oleh material inti yang memiliki karakteristik yang lebih ringan [5]. Sebelum membuat sebuah sandwich plate perlu untuk terlebih dahulu melakukan pengujian terhadap material core yang akan digunakan agar memenuhi syarat kelayakan. Salah satu yang pedoman yang dapat dijadikan acuan dalam menentukan material core adalah peraturan yang dikeluarkan oleh Lloyd’s Register. Menurut Ramakrishan & Kumar terdapat beberapa pilihan material yang dapat dijadikan sebagai material core pada sandwich plate seperti kayu, foam, dan juga honeycomb [8]. Pada penelitian ini material core yang digunakan merupakan jenis foam. Penggunaan material core berupa foam ini merujuk kepada penelitian yang dilakukan oleh Abdullah et al. [9]. Pada penelitiannya, Abdullah et al. membuat sandwich plate system dengan face plate menggunakan baja dan core berupa campuran resin dengan serbuk cangkang kerang (Anadara granosa) [9]. Setelah melakukan percobaan dengan komposisi serbuk cangkang kerang sebesar 0%, 10%, 20% 30%, dan 40%, didapatkan hasil paling optimal dimiliki oleh campuran resin dengan 30% serbuk cangkang kerang. Karakteristik campuran tersebut juga memenuhi persyaratan yang disyaratkan oleh Lloyd’s Register. Sehingga pada Identifikasi Kerusakan Debonding Ramp Door Berbahan Sandwich pada Kapal Ro-Ro Fikri Indra Mualim, Achmad Zubaydi ,Tuswan, Abdi Ismail, dan Rizky Chandra Ariesta Departemen Teknik Perkapalan, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) e-mail: zubaydi@na.its.ac.id P