Jurnal JARTEL (ISSN (print): 2407-0807 ISSN (online): 2407-0807) Vol: 1, Nomor: 1, Mei 2015 Program Studi Jaringan Telekomunikasi Digital ~ Politeknik Negeri Malang 85 IMPLEMENTASI DAN ANALISIS JARINGAN WIRELESS VOIP DENGAN MANAJEMEN ROUTERBOARD DI POLITEKNIK NEGERI MALANG Junaedi Adi Prasetyo 1 , Yoyok Heru Prasetyo Isnomo 2 , Mila Kusumawardani 3 1,2 Program Studi Jaringan Telekomunikasi Digital, Jurusan Teknik Elektro Politeknik Negeri Malang Abstrak Sistem Wireless VoIP yang diimplementasikan di Politeknik Negeri Malang mungkin saja mengalami penurunan kualitas QOS karena meningkatnya trafik oleh pengguna. Bertambahnya pengguna layanan VoIP mengakibatkan server VoIP tidak mampu melayani permintaan akses data voice dengan kualitas yang baik sehingga kebutuhan akan manajemen layanan VoIP sangat diperlukan untuk dapat menjaga kualitas layanan data voice pada VoIP. Agar kualitas layanan voice tetap terjaga, perlu dilakukan manajemen pada sistem VoIP. Manajemen sistem VoIP ini dilakukan dengan cara tetap memprioritaskan paket data VoIP pada jaringan yang dibangun. Dengan membuat proritas ini diharapkan walaupun terjadi trafik yang padat pada jaringan, kualitas layanan VoIP tetap terjaga karena paket VoIP telah menjadi prioritas utama. Pada penelitian ini dilakukan implementasi wireless VoIP di Politeknik Negeri Malang menggunakan manajemen mikrotik dengan tujuan untuk mengetahui performansi QoS (Quality of Services) antara sistem tanpa manajemen mikrotik dengan sistem menggunakan manajemen mikrotik. Dalam implementasi sistem ini dilakukan 2 kali pengujian, yaitu pengujian QoS ketika tanpa manajemen mikrotik dan ketika menggunakan manajemen mikrotik. Dari kedua pengujian tersebut akan dibandingkan performansinya dengan melakukan pengcapturan data menggunakan software VQ manager. Adapun parameter QoS yang akan diambil adalah delay, jitter, packet loss dan throughput. Dari pengukuran diketahui bahwa ketika server VoIP melayani <= 3 panggilan bersamaan, nilai MOS antara sistem yang termanajemen ( MOS = 3,7) dengan sistem tanpa manajemen ( MOS=3,7 ) hampir sama karena nilai delay dan packet loss sistem tanpa manajemen dan sistem dengan manajemen tidak berbeda jauh, yaitu 107 ms dan 83 ms,dan nilai packet lossnya sama yaitu 5%. Dan ketika melayani > 3 panggilan bersamaan, ada perbedaan sebesar 0,18 dari nilai MOS antara sistem yang termanajemen ( MOS = 3,48) dengan sistem tanpa manajemen ( MOS=3,3 ) dengan nilai delay dan packet loss sistem tanpa manajemen dan sistem dengan manajemen, yaitu 527 ms dan 340 ms, dan nilai packet lossnya sama yaitu 8% dan 7,2%. Perbedaan ini terjadi karena pada sistem dengan manajemen, paket VoIP menjadi prioritas utama daripada paket data yang lainnya, sehingga nilai MOS/ kualitas layanan voice masih terjaga. Kata Kunci: Wireless, VoIP, Mikrotik, Manajemen 1. Pendahuluan Dunia telekomunikasi semakin berkembang seiring dengan pesatnya perkembangan teknologi. Jika sebelumnya telekomunikasi masih bersifat analog dan terbatas karena masih menggunakan kabel, sekarang telekomunikasi sudah berkembang menjadi digital dan terus berkembang mengarah pada Next Generation Network (NGN) yang akan berplatform pada teknologi Internet Protocol (IP). NGN adalah generasi dimana semua komunikasi baik telepon genggam, telepon rumah, PABX akan menjadi satu dalam jaringan. Saat ini teknologi yang mulai mengarah ke NGN adalah Voice over Internet Protocol (VoIP). Teknologi VoIP merupakan kabar baik bagi pengguna telepon, karena pengguna dapat berkomunikasi tanpa harus menggunakan pulsa telepon dalam jaringan VoIP. VoIP dapat diimplementasikan pada suatu perusahaan, kantor, kampus, atau perumahan melalui jaringan lokal. Biasanya suatu kantor atau kampus sudah memiliki komputer pada tiap divisi bahkan pada tiap ruang kerja, kondisi ini dapat dimanfaatkan untuk mempermudah komunikasi antar divisi. Penggunaan komputer di sini menjadi hal yang sangat penting, karena VoIP yang akan dibangun hanya membutuhkan jaringan wireless, komputer, head phone, dan sound card, bahkan untuk sebuah smartphone tidak memerlukan perangkat tambahan apapun. Dengan kemajuan teknologi seperti sekarang, keterbatasan akses pada jaringan wireline sudah teratasi dengan adanya jaringan wireless. Penggunaan perangkat mobile seperti smartphone dan laptop juga semakin berkembang, jadi sudah seharusnya sistem VoIP dapat digunakan saat ini. Sistem VoIP yang telah diimplementasikan mungkin saja mengalami penurunan kualitas QOS