1 ANALISA FRASE ”TO AKATHARTON PNEUMA” DALAM LUKAS 11:24-26 Gerry C.J. Takaria dan Dwi Cahyono (Mahasiswa Fak. Filsafat Tkt. 3) Abstract Dalam dunia ini selalu ada dua kuasa yang berjuang untuk mempengaruhi manusia, kuasa kegelapan melawan kuasa terang Ilahi. Kuasa kegelapan yaitu setan dan para pengikutnya bekerja untuk memastikan manusia memperoleh kebinasaan yang pasti. Kuasa terang Ilahi yaitu Roh Kudus bekerja untuk melindungi dan memimpin manusia untuk memperoleh hubungan yang sejati dengan Allah. Manusia tidak dapat mengelak apakah akan berada di bawah kuasa kegelapan atau terang Ilahi. Jika manusia tidak mau bekerja sama dengan Roh Kudus, maka secara otomatis setan akan menguasai manusia dan menjadikannya sebagai rumahnya yang tetap. Manusia tidak perlu dengan sengaja menyerahkan diri kepada kekuasaan setan supaya dapat dikuasai oleh setan. Hanyalah cukup dengan melalaikan hubungan dengan Roh Kudus maka setan akan bertahta di dalam hati manusia dan mengendalikanya. Oleh karena itu manusia hanya memiliki satu pilihan, menyerahkan diri sepenuhnya kepada Kristus dan Roh-Nya, atau akan dikuasai oleh penguasa kegelapan itu. Tuhan Yesus menjelaskan hal ini melalui analogi “Kembalinya Roh Jahat” dalam Lukas 11:24-26. Key Words: Unclean Spirit, Spirit Possession, Demonic possession, Surrender. Pendahuluan Pada suatu kali dibawalah kepada Tuhan Yesus seorang yang kerasukan setan. Orang itu bisu dan buta. Tuhan Yesus menyembuhkannya, sehingga ia dapat berkata- kata dan melihat kembali. Orang banyak yang menyaksikan peristiwa ini menjadi takjub dengan apa yang telah dibuat oleh Kristus. Mereka berkata, ”Ia ini agaknya Anak Daud” (Mat. 12:23). Menurut Jack Dean Kingsbury perkataan ini menunjukan bahwa orang banyak itu melihat kuasa Yesus kemudian pikirannya terhubung akan hadirnya Mesias, tetapi masih ragu-ragu. 1 Hanya saja pada saat orang-orang Farisi muncul, mereka justru mengeluarkan pernyataan yang melemahkan. Orang-orang Farisi menepis keragu-raguan orang banyak dengan berkata, “Ia mengusir setan dengan kuasa Beelzebul, penghulu setan” (Lukas 11: 15). Mujizat Yesus begitu nyata, disaksikan oleh orang banyak sehingga tidak mungkin ditolak. Mereka menyangkal kebenaran itu dengan meragukan sumber 1 Jack Dean Kingsbury, Injil Matius Sebagai Cerita (Jakarta: Gunung Mulia, 2004), 101. brought to you by CORE View metadata, citation and similar papers at core.ac.uk provided by Online Journal Universitas Advent Indonesia