BLOGGER DAN DIGITAL WORD OF MOUTH: GETOK TULAR DIGITAL ALA BLOGGER DALAM KOMUNIKASI PEMASARAN DI MEDIA SOSIAL BLOGGER AND DIGITAL WORD OF MOUTH: A DIGITAL METHOD OF BLOGGERS IN MARKETING COMMUNICATION IN SOCIAL MEDIA Rulli Nasrullah Program Studi Magister Komunikasi dan Penyiaran Islam Fakultas Ilmu Dakwah dan Ilmu Komunikasi UIN Syarif Hidayatullah, Jakarta Jalan Ir. H. Djuanda No 95 Ciputat, Tangerang Selatan, Banten kangarul@gmail.com ABSTRAK Getok tular digital atau digital word of mouth merupakan salah satu strategi komunikasi pemasaran di era digital. Pemanfaatan para penulis jurnal harian online atau sering disebut dengan blogger dapat mendeskripsikan bagaimana pengalaman pribadi mereka terkait citra sebuah merek (brand folklore) dengan cara yang lebih personal dibandingkan iklan-iklan pemasaran konvensional maupun berita di media massa. Riset yang menggunakan contoh kegiatan uji coba gawai dari OPPO Indonesia dan komunitas blogger #kelasblogger ini diuraikan dengan menggunakan etnograf virtual. Salah satu upaya yang dilakukan blogger, selain dengan publikasi di blog, juga menyebarkan aktivitas saat itu juga melalui akun-akun media sosial seperti Facebook, Instagram, dan Twitter. Akun media sosial tersebut juga menjadi saluran untuk menyebarkan tautan (link) konten yang telah terpublikasi di blog. Kata kunci: blogger, merek, iklan, media sosial, etnograf virtual ABSTRACT Digital speech or digital word of mouth is one of the marketing communication strategies in the digital age. The use of online journal writers or often referred to as bloggers can describe how their personal experiences relate to a brand’s image (folklore brand) in a more personalized way than conventional marketing ads and news in the mass media. Research using examples of the OPPO Indonesia gaming trials and the blogger community #classblogger was deciphered using virtual ethnography. One of the e forts made by bloggers is in addition to the publication on the blog, also spread the activity at that time also through social media accounts like Facebook, Instagram, and Twitter. Social media accounts are also as a channel to spread the links (links) content that has been published on the blog. Keywords : blogger, brand, advertisement, social media, virtual ethnography 1 PENDAHULUAN Teknologi yang berkembang, internet yang menyederhanakan jarak/ waktu komunikasi, dan interaksi yang sudah membentuk jaringan dengan algoritma teknologi memberikan semacam determinasi di segala bidang, termasuk dalam komunikasi pemasaran. Kehadiran media sosial dan aktivitas khalayak yang menyebarkan pengalaman pribadi melalui jurnal pribadi online (weblog) menjadi salah satu saluran penting akses informasi selain media tradisional itu sendiri. Konten yang selalu bisa diakses setiap saat, dibandingkan media tradisional yang terbatas, menjadi salah satu kelebihan dunia virtual yang dalam banyak hal bisa dimanfaatkan dalam komunikasi pemasaran. Pengguna media sosial maupun blogger memberikan amplifkasi terhadap sebuah citra produk. Secara tradisi, rekomendasi sebuah produk bisa dilihat melalui medium pemasaran tradisional yang salah satunya adalah word of mouth (WOM) atau getok tular (Kimmel & Kitchen, 2014:5-7). Konsumen sebagai khalayak dalam konsep ini