Jurnal Karya Pendidikan Matematika Vol 7 No 2 (2020) E ISSN : 2549 – 8401 P ISSN : 2339-2444 25 http://jurnal.unimus.ac.id/index.php/JPMat/index DESKRIPSI KEMAMPUAN MENULIS MATEMATIS SISWA KELAS VIII DALAM MENYELESAIKAN SOAL MATEMATIKA Alfi Nurulrokhimah, Supriyono, Prasetyo Budi Darmono alfinurulrokhimah@gmail.com, supriyonojati@gmail.com, prasetyobd@umpwr.ac.id Universitas Muhammadiyah Purworejo Article history Abstract This research aims to describe the mathematical writing ability students of class VIII in finishing mathematics problem. This research is a descriptive qualitative research. The sampling technique used by puposive sampling technique. The research subject were chosen by 2 students of class VIII consisting of 1 upper class student and 1 lower class student. Based on the results of data anlysis, the mathematical writing ability of upper class student fulfilling three aspect of mathematical writing ability indicators that is written texts, mathematical expressions, and drawing but it is not perfect, while lower class student only fulfilling one aspect of mathematical writing ability indicator that is drawing but not perfect. Therefore, in general the mathematical writing ability of upper class and lower class students is still not perfect because there are indicators that are less indicator fulfilled. This matter caused by misconceptions, miscalculating operations, and lack of students in understanding the material. Keywords: mathematical writing ability, finishing mathematics problem Pendahuluan Matematika merupakan suatu mata pelajaran yang banyak dijadikan sebagai parameter tingkat kecerdasaan seorang siswa. Apabila siswa mampu memahami matematika dengan baik, maka siswa akan mengetahui tingkat kecerdasannnya. Seperti yang dikatakan oleh (Priatna & Yuliardi, 2018:2) bahwa matematika diakui sebagai tolok ukur untuk mengatur tingkat kecerdasan siswa. Ketika belajar matematika banyak yang dilakukan oleh siswa hanya dengan menghafalkan rumus tanpa mengetahui konsepnya terlebih dahulu sehingga siswa berpikir bahwa dalam menyelesaikan soal matematika hanya ada satu cara yang benar. Hal ini merupakan pendapat siswa yang tidak benar dan perlu adanya perhatian, seperti yang dikemukakan oleh Schoenfeld (Hendriana & Soemarmo, 2014:5) bahwa soal matematika hanya mempunyai satu jawaban benar dan satu cara penyelesaian yaitu yang disajikan guru di kelas. Dengan ini, maka belajar matematika mempunyai kesan hanya menghafalkan rumus yang disajikan guru.