JURNAL ARSITEKTUR LANSEKAP ISSN: 2442-5508 VOL. 6, NO. 2, OKTOBER 2020 JAL | 170 http://ojs.unud.ac.id/index.php/lanskap Identifikasi lanskap Karang Bengang di Desa Buahan, Kecamatan Tabanan, Kabupaten Tabanan I Gede Komang Adi Wijaya 1 , Ni Wayan Febriana Utami 1* , I Gusti Alit Gunadi 2 1. Program Studi Arsitektur Pertamanan, Fakultas Pertanian, Universitas Udayana, Jl. P.B. Sudirman, Denpasar, Indonesia 2. Program Studi Agroekoteknologi, Fakultas Pertanian, Universitas Udayana, Jl. P.B. Sudirman, Denpasar, Indonesia *E-mail : wayan_febriana@unud.ac.id Abstract Landscape identification of karang bengang at Buahan Village, Tabanan Subdistrict, Tabanan Regency. This research is motivated by the absence of the spatial pattern of landscape character of karang bengang at Buahan Village. Karang bengang is an open space that is located between the villages as a non- residential area. The existence of karang bengang increasingly rare in Bali, due to land use change. This study aims to identify and map the spatial patterns and characters of karang bengang at Buahan Village, Tabanan sub-district, Tabanan Regency. The method used in this research was survey method and data were collected by conducting observation, interviews, and literature study. For data analysis, it used qualitative data analysis methods and the results was presented in the form of illustration of spatial pattern of Tabanan Subdistrict, illustration of the spatial pattern of Desa Buahan, and map of the karang bengang area at Buahan Village. Based on the analysis, it was found that the landscape character of karang bengang at Buahan Village was influenced by biophysical (climate, accessibility, softscape, and hardscape, spatial patterns, land cover) and social aspects (demographic, socio-cultural, and economic), as well as traditional Balinese space patterns of Tri Hita Karana (the concept of reciprocity of humans with nature implements natural use areas such as pancoran, rice fields, fields, humans and humans implementing human interaction areas such as farmer huts, humans and God implement sacred areas such as Pelinggih Catu to achieve harmony) and Tri Mandala (the concept of division of three levels of space). Furthermore, the role of the community element is needed in strengthening the village-owned regulation and village construction in order to preserve the karang bengang at Buahan Village. Keywords: Buahan village, spatial patterns, landscape character, karang bengang. 1. Pendahuluan Bali merupakan salah satu provinsi di Indonesia yang memiliki konsep tata ruang tradisional baik konsep ruang tradisional di dalam pekarangan maupun di luar pekarangan rumah. Konsep ruang tradisional Bali salah satunya adalah karang bengang. Karang bengang yang bisa dikatakan sebagai ruang terbuka berupa lahan pertanian yang dikelola subak bagian dari zona penyangga (Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 51 Tahun 2014). Menurut Windia dalam Karma (2018) karang bengang berupa tanah kosong yang panjang dan luas, yang berupa tanah persawahan, perkebunan maupun hutan. Berdasarkan beberapa pendapat dan kondisi di lapangan, maka karang bengang di Desa Buahan dapat dimaknai ruang terbuka sebagai kawasan non permukiman yang terletak antar desa yang berada diantara jalan dan diapit oleh dua sungai yang memiliki fungsi sebagai lahan persawahan, tegalan, hutan, serta wadah dalam kegiatan keagaman dalam upaya konservasi lahan berbasis pelestarian budaya yang diwariskan turun- temurun. Kabupaten Tabanan dikenal sebagai lumbung padi di provinsi Bali karena memiliki area persawahan yang cukup luas dan terbagi menjadi beberapa subak, yang juga berfungsi sebagai ruang terbuka. Ruang terbuka yang dimiliki Kabupaten Tabanan merupakan lahan tak terbangun berupa area persawahan, tegalan maupun hutan sebagai implementasi dari konsep karang bengang. Seiring perkembangan penggunaan lahan, yang mengarah kepada alih fungsi lahan, Desa Buahan merupakan salah satu desa yang mempertahankan ruang terbukanya dari desakan alih fungsi lahan menjadi lahan terbangun, salah satu ruang terbuka yang tetap dipertahankan adalah karang bengang. Desa Buahan adalah desa yang terletak di