Journal of Pharmacy and Science Vol. 6, No. 1, (Januari 2021), P-ISSN : 2527-6328, E-ISSN : 2549-3558 Artikel Penelitian Penggunaan Antibiotik Restriksi Pada Pasien Apendiks Akut, Batu Ginjal dan Cedera Kepala Ringan (CKR) di Bangsal Bedah RSUD H. Abdul Manap Kota Jambi Periode 2017-2019 Yuni Andriani 1 , Rahmadevi 1 , Wiwin Fauzia 1*) 1 STIKES Harapan Ibu Jambi *) Email: (wiwinfauziah769@gmail.com) ABSTRAK Tingginya prevalensi penyakit infeksi di Indonesia menyebabkan penggunaan antibiotik meningkat. Penggunaan antibiotik yang tidak tepat dapat menyebabkan terjadinya resiko terhadap resistensi antibotik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persentase penggunaan antibiotik restriksi pada pasien apendiks akut, batu ginjal dan cedera kepala ringan (CKR) di bangsal bedah Rumah Sakit Umum Daerah H. Abdul Manap Kota Jambi periode 2017 2019. Penelitian ini merupakan penelitian observasional yang di analisa secara deskriptif dengan pengambilan data secara retrospektif pada rekam medis pasien apendiks akut, batu ginjal dan CKR yang mendapat terapi antibiotik sesuai dengan kriteria inklusi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dari 117 pasien didapatkan sebanyak 36 sampel yang memenuhi kriteria inklusi. Persentase penggunaan antibiotik restriksi terbanyak adalah ciprofloxacin (21,3%) sedangkan levofloxacin (9,4 %). Persentase antibiotik restriksi pada diagnosa apendiks akut yaitu (29%) di tahun 2017, (28%) tahun 2018 dan (31%) tahun 2019 pasien, untuk diagnosa batu ginjal (42%) tahun 2017, (54%) tahun 2018 dan (50%) tahun 2019, sedangkan diagnosa CKR (22%) tahun 2017, (16%) tahun 2018 dan (18%) tahun 2020. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan penggunaan antibiotik terbanyak adalah ciprofloxacin 21,3%, persentase penggunaan antibiotik restriksi pada diagnosa apendiks akut, batu ginjal dan CKR terjadi peningkatan dan penurunan. Kata kunci: Antibiotik Restriksi, Bangsal Bedah RS H. Abdul Manap Kota Jambi, Apendiks Akut, Batu Ginjal, CKR. Use of Restriction Antibiotics in Acute Appendix Patients, Kidney Stones and CKR in the Surgical Ward of H. Abdul Manap Hospital Jambi City Period of 2017-2019 year ABSTRACT The high prevalence of infectious diseases in Indonesia causes the use of antibiotics to increase. Improper use of antibiotics can put you at risk for antibiotic resistance. This study aims to determine the percentage of use of restriction antibiotics in patients with acute appendicitis, kidney stones and minor head injury (CKR) in the surgical ward of H. Abdul Manap Regional General Hospital, Jambi City for the period 2017 - 2019. This study is an observational study analyzed descriptively by retrospective data collection on the medical records of patients with acute appendices, kidney stones and CKR who received antibiotic therapy according to the inclusion criteria. The results of this study indicate that from 117 patients, 36 samples met the inclusion criteria. The highest percentage of restriction antibiotic use was ciprofloxacin (21.3%) while levofloxacin (9.4%). Percentage of restriction antibiotics in acute appendix diagnoses, namely (29%) in 2017, (28%) in 2018 and (31%) in 2019 patients, for kidney stone diagnoses (42%) in 2017, (54%) in 2018 and ( 50%) in 2019, while the diagnosis of CKR (22%) in 2017, (16%) in 2018 and (18%) in 2020. Based on these results it can be concluded that the most antibiotic use is ciprofloxacin 21.3%, the percentage of restriction antibiotic use in Diagnosis of acute appendix, kidney stones and CKR increased and decreased. Keywords: Restriction Antibiotics, Surgical Ward H. Abdul Manap Hospital, Jambi City, Acute Appendix, Kidney Stones, CKR. 1. PENDAHULUAN Penggunaan antibiotik semakin meningkat setiap tahunnya. Peningkatan ini juga meningkatkan resistensi penggunaan antibiotik. Diperkirakan pada tahun 2050, setidaknya 10 juta jiwa per tahun akan beresiko mengalami resistensi antibiotik [1]. Berdasarkan hasil penelitian 1