Jagro Jurnal Media Pertanian, 7(2) Oktober 2022, pp. 148-157 Media Komunikasi Hasil Penelitian dan Review Literatur Bidang Ilmu Agronomi ISSN 2503-1279 (Print) | ISSN 2581-1606 (Online) | DOI 10.33087/jagro.v7i2.167 Publisher by : Program Studi Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Batanghari 148 Pengaruh Amelioran terhadap Pertumbuhan dan Produksi Tanaman Cabai Rawit (Capsicum frutescens L.) The effect of Ameliorant on Growth and Yield of Cayenne pepper (Capsicum frutescens L.) *1 La Ode Afa, 1 Andi Bahrun, 1 Gusti Ayu Kade Sutariati, dan 2 Abdul Syarif 1 Jurusan Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Halu Oleo Jl. HEA Mokodompit Kampus Hijau Bumi Tridharma Anduonohu, Kendari,Sulawesi Tenggara 93232, Indonesia. 2 Mahasiswa S2 Program Studi Agronomi Pascasarjana Universitas Halu Oleo Kendari,Sulawesi Tenggara 93232, Indonesia. *1 e-mail korespondensi. e-mail: la.ode.afa_faperta@uho.ac.id Abstract.The purpose of the research is to determine the effect of amelioranton Growth and Yield of cayenne pepper. This research was conducted from February to April 2022, at the Kambu Village and Agronomy Unit Laboratory, Faculty of Agriculture, Halu Oleo University, Kendari, Southeast Sulawesi. This study used a randomized block design with 4 treatments of ameliorant, i..e without ameliorant (b0), durian shell biochar 4 t ha -1 (b1), rice husk biochar 4 t ha -1 (b2), cow manure 4 t ha -1 (b3). Each experimental unit was repeated three times. Measured variable that is plant height, number of leafe, total leaf area, leaf area indeks, number of fruit, weight of fruit and yield of cayenne pepper. The analysis of data using ANOVA, if analysis result of significant (Fhit> Ftab) then continue with DMRT on α=0.05. The research results showed that the application of biochar and cow manureas an amelorant was increasing of plant height, number of leafe, total leaf area, leaf area indeks, number of fruit, weight of fruit and yieldof cayenne pepper. Increased productivity of cayenne pepper with the application of cow manure, durian shell biochar, and rice husk biochar at a dose of 4 t ha -1 i.e. 83%, 70%, and 64% respectively compared withou treatment. Keywords: ameliorant, biochar, cayenne papper, produktivity Abstrak.Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh bahan amelioran yang dapat meningkatkan pertumbuhan dan produksi tanaman cabai rawit. Penelitian ini dilaksanakan mulai Februari sampai April 2022, di Kelurahan Kambu dan Laboratorium Unit Agronomi Fakultas Pertanian Universitas Halu Oleo, Kendari, Sulawesi Tenggara. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok dengan 4 perlakuan bahan amelioran yaitu tanpa bahan amelioran (b0), biochar kulit buah durian 4 t ha -1 (b1), biochar sekam padi 4 t ha -1 (b2), pupuk kandang sapi 4 t ha -1 (b3). Masing-masing perlakuan diulang sebanyak 3 kali. Variabel pengamatan yaitu tinggi tanaman, jumlah daun, luas daun total, indeks luas daun, jumlah buah, berat buah dan produktivitas. Analisis data menggunakan sidik ragam (anova). Hasil analisis ragam yang menunjukkan pengaruh signifikan maka dilanjutkan dengan Duncan Multiple Range Test pada α=0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi biochar dan pupuk kandang sapi sebagai amelioran mampu meningkatkan tinggi tanaman, jumlah daun, luas daun total, indeks luas daun, jumlah buah, berat buah, dan produktivitas tanaman cabai rawit. Peningkatan produktivitas tanaman cabe rawit dengan aplikasi pupuk kandang sapi, biochar kulit buah durian dan biochar sekam padi dosis 4 t ha -1 yaitu berturut-turut masing-masing sebesar 83%, 70%, dan 64 % dibandingkan dengan tanpa perlakuan. Kata Kunci: amelioran, biochar, cabe rawit, produktivitas PENDAHULUAN Cabai rawit merupakan salah satu tanaman hortikultura sayuran buah yang sangat penting dan bernilai ekonomi, tidak hanya digunakan dalam skala rumah tangga, tetapi juga digunakan dalam skala industri dan dieksport. Buah tanaman ini mempunyai banyak manfaat, yaitu sebagai bumbu masak, bahan campuran industri makanan dan sebagai bahan kosmetik. Umumnya, cabai rawit digunakan untuk menambah cita rasa pedas pada masakan dan sebagian besar banyak dibutuhkan dalam industri mie instan dan industri saos. Selain rasanya yang pedas, cabai rawit juga mengandung gizi yang cukup tinggi yaitu dalam 100 g buah cabai segar terkandung kadar air 90,9% , protein 1,0%, lemak 0,3%, karbohidrat 7,3%, kalsium 29,6 mg, fosfor 24,0 mg, zat besi 0,5 mg, vitamin A, vitamin B dan vitamin C (Handoko dkk., 2017). Produktivitas cabe rawit masih rendah yaitu 4 – 5 ton ha -1 dibanding potensi produksinya yaitu >20 ton ha -1 (BPS, 2021). Rendahnya produktivitas tanaman cabai akibat kesuburan tanah yang rendah,biasanya diawali dengan pertumbuhan tanaman yang kurang baik. Perbaikan teknik budidaya untuk meningkatkan kesuburan tanah dan memperbaiki pertumbuhan tanaman sangat penting dilakukan. Pertumbuhan tanaman yang baik akan memberikan peluang yang besar untuk mencapai produksi yang maksimal. Upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kesuburan tanah yaitu dengan penggunan bahan pembenah tanah (ameliorant) berupa biochar dan pupuk kandang sapi. Biochar dapat bersumber dari limbah kulit buah durian dan sekam padi. Biochar dapat diproduksi dari berbagai