Prosiding Senama PGRI Volume 1 Tahun 2019 DOI: PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN MEA (MEANS-ENDS ANALYSIS) TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA DENGAN MENGONTROL KEMAMPUAN PENALARAN ANALITIS I Gusti Agung Ngurah Trisna Jayantika Pendidikan Matematika FPMIPA IKIP PGRI Bali igustiagungngurahtrisnajayanti@gmail.com Abstrak. Tujuan utama dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran Means-Ends Analysis (MEA) terhadap hasil belajar matematika dengan mengontrol kemampuan penalaran analitis. Penelitian ini tergolong penelitian eksperimen semu ( Quasi- Experiment) dengan desain The Non Equivalen Posttest Only Control Group Design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh peserta didik kelas XI MIPA SMA Negeri 1 Sukawati yang terdiri dari 8 kelas (292 peserta didik). Dengan menggunakan teknik simple random sampling akan didapatkan 2 kelas yang terdiri dari kelas XI MIPA 1 sebagai kelas eksperimen dan kelas XI MIPA 3 sebagai kelas kontrol. Data tentang hasil belajar diperoleh menggunakan tes hasil belajar matematika dan data kemampuan penalaran analitis diperoleh menggunakan tes kemampuan penalaran analitis. Pengujian analitis pada penelitian ini menggunakan uji ANAKOVA. Berdasarkan hasil analitis data menunjukkan, 1) terdapat perbedaan hasil belajar matematika antara peserta didik yang mengikuti model pembelajaran MEA dengan peserta didik yang mengikuti model pembelajaran konvensional, 2) terdapat perbedaan hasil belajar matematika antara peserta didik yang mengikuti model pembelajaran MEA dengan peserta didik yang mengikuti model pembelajaran konvensional setelah diadakan pengendalian kemampuan penalaran analitis, sehingga dapat disempulkan terdapat pengaruh model pembelajaran MEA terhadap hasil belajar matematika dengan mengontrol kemampuan penalaran analitis peserta didik. Kata Kunci: Model Pembelajaran Means-Ends Analysis (MEA), Kemampuan Penalaran Analitis, Hasil Belajar Matematika PENDAHULUAN Pendidikan dan pembelajaran matematika tidak hanya menekankan pada satu tujuan atau satu aspek saja, pendidikan dan pembelajaran matematika memerlukan orientasi dan arah yang jelas sesuai dengan tujuan pendidikan Negara kita. Rendahnya hasil belajar matematika siswa dapat disebabkan oleh faktor internal. Beberapa faktor internal merupakan faktor-faktor yang ada dalam diri peserta didik itu sendiri yang meliputi keadaan fisik dan psikologis. Kondisi psikologis memiliki peranan yang sangat penting mengingat belajar merupakan proses mental yang berpengaruh terhadap hasil belajar peserta didik yang terdiri dari minat, kecerdasan, kemampuan, motivasi, dan kemampuan kognitif. Kompleksitas dari faktor yang menentukan tinggi rendahnya hasil belajar peserta didik merukan hal yang penting untuk dikaji. Penalaran sebagai terjemahan dari reasoning dapat didefinisikan sebagai proses pencapaian kesimpulan logis berdasarkan fakta dan sumber yang relevan. Penalaran diartikan sebagai penarikan kesimpulan dalam sebuah argument, dan cara berpikir yang merupakan penjelasan dalam upaya