Media Open Source sebagai Media Pembelajaran Online di SDN Kabupaten Probolinggo Rachma Rizqina Mardhotillah 1 , Afib Rulyansah 2*) , Mujad Didien Afandi 3 , Rizqi Putri Nourma Budiarti 4 , Daffa Salma Minandar 2 Published online: 05 November 2022 ABSTRACT Located in Drigu District, Probolinggo Regency, SD Negeri Gerongan is a basic education institution that uses the 2013 national curriculum (K-13). The school's facilities have six classrooms, a library, 2 student sanitation facilities and one that does not have an internet connection. Due to the Covid-19 Pandemic, SDN Tegalrejo in Drigu District, Probolinggo Regency does not hold e-learning-based learning which can take various forms, including those presented through digital media. The staff and lecturers at SDN Tegalrejo in Drigu, Probolinggo Regency are not used to teaching via the internet. This activity has an altruistic goal of helping children who don't have smartphones by encouraging teachers to learn how to efficiently manage creative content and use it to create engaging and accessible learning materials for use in the classroom. Of the 12 participants, 100% rated the training as “very valuable”, and the overall comments and insights from the primary school teachers trained were in line with expectations. Refresher training on how to make the most of the digital platform was also conducted. Keywords: e-learning, teacher, primary school, covid-19. Abstrak: Berlokasi di Kecamatan Drigu, Kabupaten Probolinggo SD Negeri Gerongan merupakan lembaga pendidikan dasar yang menggunakan kurikulum nasional 2013 (K-13). Fasilitas disekolah memiliki enam ruang kelas, perpustakaan, sanitasi siswa terdapat 2 serta yang tidak memiliki koneksi internet. Akibat Pandemi Covid-19, SDN Tegalrejo di Kecamatan Drigu Kabupaten Probolinggo tidak menggelar pembelajaran berbasis e-learning yang bentuknya bisa bermacam-macam, termasuk yang disajikan melalui media digital. Staf dan pengajar di SDN Tegalrejo di Drigu, Kabupaten Probolinggo belum terbiasa mengajar melalui internet. Kegiatan ini memiliki tujuan altruistik untuk membantu anak-anak yang tidak memiliki ponsel cerdas dengan mendorong guru untuk mempelajari cara mengelola konten kreatif secara efisien dan menggunakannya untuk membuat materi pembelajaran yang menarik dan dapat diakses untuk digunakan di kelas. Dari 12 peserta, 100% menilai pelatihan ini sebagai "sangat berharga", dan keseluruhan komentar dan wawasan dari guru sekolah dasar yang dilatih sesuai dengan harapan. Pelatihan penyegaran tentang bagaimana memanfaatkan platform digital secara maksimal juga dilakukan. Kata kunci: e-learning, guru, sekolah dasar, covid-19. PENDAHULUAN Proses Perkembangan TIK yang pesat telah membantu sistem pendidikan Indonesia. Setiap tahun, perbaikan dilakukan pada infrastruktur sistem pendidikan Indonesia, yang pada gilirannya meningkatkan kualitas pengajaran di kelas dan kualitas pengalaman belajar siswa secara keseluruhan. Tujuan utamanya adalah untuk meningkatkan hasil pendidikan dengan membuat proses pembelajaran lebih menyenangkan bagi siswa dan instruktur. Covid-19 berdampak pada