Jurnal Pemuliaan Tanaman Hutan Vol. 13 No. 2, Desember 2019, p. 131 - 140 131 JASA PENYEDIAAN BIODIVERSITAS PADA SISTEM AGROFOREST KALIWU Provision services of biodiversity on Kaliwu agroforest system Gerson N. Njurumana Kontributor Utama Balai Penelitian dan Pengembangan Lingkungan Hidup dan Kehutanan Kupang Jl. Alfons Nisnoni No. 7 Airnona, Kota Raja, Kupang 85115, Nusa Tenggara Timur email penulis korespondensi: njurumana@gmail.com Tanggal diterima: 20 Nopember 2019, Tanggal direvisi: 21 Nopember 2019, Disetujui terbit: 23 Desember 2019 ABSTRACT Biodiversity plays a strategic role in the socio-economic system of a community, through the supply of essential services for humans and ecosystems. Diverse services encourage people to manage the ecosystem of the environment. For instance, the Kaliwu agroforests are a multi-species dryland farm developed by the community on Sumba Island for various services providing such as food production. However, data and information on food crop biodiversity in Kaliwu, and its contribution to food ingredients are not yet known. Therefore, this study aims to analyze the food plant biodiversity and its contribution to meeting household needs. Data were obtained through field observations, and interviews were conducted on 70 household units in Kaliwu, Central Sumba Regency. The data and information were descriptively-qualitatively analyzed. The result showed that the biodiversity of food source plants consists of 12 types of cassava groups and 46 types of fruit. Each farmer has several biodiversities composed of different food plants, determined by their decisions. The variation in the contribution of food to per capita needs, such as cassava contributes 35-41%, while fruits range from 55-81%. Kaliwu plays a significant role in supporting biodiversity conservation and in meeting food needs. Therefore, the drive to empower Kaliwu as an alternative to building community-based food security is needed to provide added value Keywords: food, fruits, local communities ABSTRAK Biodiversitas berperan strategis secara sosial-ekonomi melalui jasa penyediaan untuk manusia dan ekosistemnya. Jasa penyediaan yang beranekaragam mendorong manusia melakukan pengelolaannya pada lingkungan binaan seperti agroforest Kaliwu. Kaliwu merupakan usahatani lahan kering berbasis multi-spesies yang dikembangkan masyarakat di pulau Sumba untuk aneka jasa penyediaan, salah satunya pangan. Data dan informasi biodiversitas tanaman pangan pada Kaliwu, dan kontribusinya terhadap pemenuhan bahan pangan di masyarakat belum diketahui. Pemahaman biodiversitas tanaman pangan pada Kaliwu dan kontribusinya terhadap pemenuhan kebutuhan pangan rumah tangga diperlukan. Observasi lapangan dan wawancara dilakukan terhadap 70 unit rumah tangga pengelola Kaliwu di Kabupaten Sumba Tengah. Data dan informasi yang diperoleh dianalisis secara deskriptif-kualitatif. Hasil analisis menunjukkan biodiversitas tanaman sumber bahan pangan pada Kaliwu bervariasi, terdiri dari 12 jenis kelompok ubi-ubian, dan 46 jenis kelompok buah- buahan. Setiap petani memiliki jumlah biodiversitas jenis tanaman pangan yang berbeda, ditentukan pilihan dan keputusan petani dalam pengembangannya. Keputusan tersebut mempengaruhi terjadinya variasi kontribusi bahan pangan ubi-ubian berkisar 35-41%, dan buah-buahan berkisar 55-81% terhadap kebutuhan perkapita. Merujuk pada variasi spesies dan nilai kontribusinya, Kaliwu memiliki peran signifikan mendukung konservasi biodiversitas dan pemenuhan kebutuhan bahan pangan. Dorongan melakukan pemberdayaan potensi Kaliwu sebagai salah satu alternatif membangun ketahanan pangan berbasis masyarakat diperlukan. Hal ini untuk memberikan nilai tambah dan meningkatkan kemandirian serta ketahanan pangan di masyarakat. Kata kunci: makanan, buah, komunitas lokal I. PENDAHULUAN Pemanfaatan aneka potensi biodiversitas telah dilakukan secara luas untuk berbagai kepentingan kemanusiaan. Hal ini mendorong manusia melakukan upaya konservasi dan perlindungan terhadap biodiversitas, baik pada kawasan hutan negara maupun pada lingkungan binaan manusia (Njurumana, Marsono, Sadono, et al., 2014). Krisis bahan pangan di berbagai belahan dunia telah membangun kesadaran kolektif bahwa biodiversitas merupakan fondasi kehidupan umat manusia. Biodiversitas