20 Daya Hambat Ekstrak Biji Kopi Robusta (Coffea canephora) terhadap Pertumbuhan Fusobacterium nucleatum (Antibacterial Activity of Robusta Coffee Bean Extract (Coffea canephora) on The Growth of Fusobacterium nucleatum) Anisa Nur Hakima 1 , Tantin Ermawati 2 , Happy Harmono 2 1 Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Jember 2 Bagian Ilmu Kesehatan Gigi Masyarakat, Fakultas Kedokteran Gigi, Universitas Jember Abstrak Fusobacterium nucleatum adalah bakteri yang terdapat pada flora normal rongga mulut yang berperan dalam terjadinya penyakit periodontal. Prevalensi penyakit periodontal di Indonesia mencapai 70%. Salah satu pengobatan dengan menggunakan tanaman obat adalah biji kopi robusta. Biji kopi robusta mengandung asam volatil, asam klorogenat, asam kafein, fenol, dan kafein yang diduga bersifat antibakteri. Tujuannya untuk mengetahui daya hambat ekstrak kopi robusta terhadap pertumbuhan Fusobacterium nucleatum. Penelitian ini menggunakan metode difusi cakram dengan 4 sampel pada setiap kelompok penelitian. Kelompok penelitian terdiri dari 6 kelompok perlakuan (ekstrak kopi robusta 12,5%, 25%, 50% dan 100%), kelompok kontrol positif (chlorhexidine gluconate 0,2%), dan kelompok kontrol negatif (aquades steril). Data dianalisis menggunakan uji One Way Anova dan uji LSD (Least Significant Difference). Ekstrak kopi robusta memiliki kemampuan untuk menghambat pertumbuhan Fusobacterium nucleatum. Konsentrasi ekstrak kopi robusta 100%, 50%, 25%, 12,5% memiliki kemampuan yang sama dalam menghambat pertumbuhan Fusobacterium nucleatum. Kata kunci: Aktivitas antibakteri, Ekstrak biji kopi robusta, Fusobacterium nucleatum, metode difusi cakram Abstract Fusobacterium nucleatum is a bacteria found in normal flora of the oral cavity that plays a role in the occurrence of periodontal disease. The prevalence of periodontal disease in Indonesia reaches 70%. One treatment by using medicinal plants is robusta coffee beans. Robusta coffee beans contain volatile acids, chlorogenic acids, caffeine acids, phenols and caffeine suspected to be antibacterial. The aim was to determine the inhibition of coffee robusta extract on growth of Fusobacterium nucleatum. This study used disc diffusion method with 4 samples in each study group. The study group consisted of 6 treatment groups (12,5%, 25%, 50% and 100% coffee robusta extract), positive control group (chlorhexidine gluconate 0,2%), and negative control group (sterile aquades). Data were analyzed using One Way Anova test and LSD (Least Significant Difference) test. Coffee robusta extract has the ability to inhibit the growth of Fusobacterium nucleatum. The concentration of coffe robusta extract 100%, 50%, 25%, 12,5% have same ability to inhibit the growth of Fusobacterium nucleatum. Keyword : Antibacterial activity, cofee robusta bean extract, Disc diffusion method, Fusobacterium nucleatum Korespondensi (correspondence) : Annisa Nur Hakima . Kedokteran Gigi, Fakultas Kedokteran, Universitas Jember. Jln. Kalimantan No.37, Kampus Tegalboto, Jember 68121. Email. anisahakima@yahoo.co.id Penyakit gigi dan mulut adalah suatu penyakit yang tidak kalah pentingnya dengan penyakit lain yang dapat mengganggu aktivitas seseorang dalam melaksanakan tugas sehari-hari. Penyakit periodontal merupakan contoh dari kelainan rongga mulut yang disebabkan karena akumulasi plak pada rongga mulut. 1 Di Indonesia, penyakit periodontal menduduki urutan kedua setelah karies yaitu mencapai 70%. Berdasarkan Riset Kesehatan Dasar (RISKESDAS) tahun 2013 masalah gigi dan mulut mencapai 25,9%. 2 Salah satu penyakit jaringan periodontal yang umumnya dijumpai adalah periodontitis. Periodontitis merupakan salah satu penyakit periodontal yang dapat menimbulkan suatu infeksi kronis yang secara perlahan menyerang dan merusak gingiva dan tulang penyangga gigi. Periodontitis disebabkan lebih dari 200 spesies bakteri, salah satunya yaitu Fusobacterium nucleatum. 1 F. nucleatum adalah salah satu jenis bakteri yang berperan penting pada proses perkembangan terjadinya penyakit periodontal. F. nucleatum adalah bakteri Gram negatif anaerob yang ditemukan pada flora normal rongga mulut yang berperan dalam terjadinya suatu penyakit periodontal. 3 Salah satu faktor penting terjadinya penyakit periodontal adalah produksi berbagai zat toksik dari bakteri. Butirat, ion propionat, dan ammonium yang diproduksi oleh F. nucleatum dapat menghambat proliferasi fibroblast gingiva, memiliki kemampuan untuk menembus epitel gingiva serta ada dalam plak yang berhubungan dengan periodontitis. 4 F. nucleatum merupakan spesies yang paling banyak ditemukan di rongga mulut di antara genus Fusobacterium. Bakteri ini jumlahnya mendominasi spesies Gram negatif pada plak yang mature. 5 Salah satu upaya untuk mengurangi terbentuknya plak maka dilakukan dengan cara berkumur dengan menggunakan obat kumur. Chlorhexidine diakui sebagai standar emas antimikroba dalam menjaga kebersihan rongga mulut. 6 Bahan ini sangat potensial dalam menghambat pembentukan plak dan bertahan dalam saliva selama 7 jam. Efek brought to you by CORE View metadata, citation and similar papers at core.ac.uk provided by STOMATOGNATIC- Jurnal Kedokteran Gigi