Jurnal Kimia Mulawarman Volume 14 Nomor 1 November 2016 P-ISSN 1693-5616 Kimia FMIPA Unmul E-ISSN 2476-9258 Kimia FMIPA Unmul 19 OPTIMASI SUHU REAKSI TRANSESTERIFIKASI PADA MINYAK JERAMI PADI (Oryza sativa L.) MENJADI BIODIESEL DENGAN MENGGUNAKAN KATALIS CaO DARI KULIT TELUR AYAM TEMPERATURE OPTIMIZATION OF TRANSESTERIFICATION REACTION OF STRAW RICE OIL (Oryza sativa L.) TO FORM BIODIESEL WITH CaO CATALYST FROM CHICKEN EGG SKIN Tasik Sinta 1 , Daniel 1* , Chairul Saleh 1 1 Jurusan Kimia, FMIPA, Universitas Mulawarman Samarinda *Corresponding author: Daniel_trg08@yahoo.com ABSTRACT The research on optimization of transesterification temperature for production of biodiesel from rice straw oil (Oryza sativa L.) using CaO catalyst derived from the chicken egg skin has been conducted. Production of biodiesel was conducted at varied temperatures, namely 30 o C, 40 o C, 50 o C, 60 o C and 70 o C. The fatty acid compositions of the transesterification products were determined by using GC-MS and the physical and chemical characteristics were determined using SNI Methods 04-7182-2006. The AAS result suggested that the chicken egg skin contained 91.41% CaO. The optimum transesterification temperature was 60 o C producing 90,8405% methyl ester. The results of GC-MS showed that the highest percentage of fatty acid was methyl oleic (44.56%). . Keywords: Biodiesel, Transesterification, Oryza sativa L., Temperature. PENDAHULUAN Harga bahan bakar minyak yang terus meningkat dan cadangan minyak dunia yang semakin terbatas telah mendorong upaya untuk mendapatkan bahan bakar alternatif. Kebutuhan akan bahan bakar minyak (BBM) saat ini semakin meningkat karena BBM sudah merupakan kebutuhan umum bagi manusia. Hal ini membuat kuantitas minyak bumi pada lapisan bumi terus menipis akibat eksploitasi yang terus-menerus. Satu kelemahan dari minyak bumi adalah sifatnya yang tidak mudah diperbaharui, sehingga mendorong masyarakat untuk mencari sumber energi baru alternatif [1]. Biodiesel berasal dari minyak nabati yang dapat diperbarui dari penggunaannya memberikan banyak keunggulan, yaitu tidak memerlukan modifikasi mesin diesel yang telah ada, ramah lingkungan karena bersifat biodegradable, tidak beracun, emisi polutan berupa hidrokarbon yang tidak terbakar, CO, CO 2, SO 2 dan juga hasil pembakaran biodiesel yang lebih rendah dari pada solar, tidak memperparah efek rumah kaca karena siklus karbon yang terlibat pendek, kandungan energi petroleum diesel (80% dari kandungan petroleum diesel) dan penyimpanannya mudah karena titik nyalanya rendah [2]. Metode transesterifikasi dengan katalis dapat dilakukan dengan katalis basa heterogen seperti katalis CaO. Katalis CaO dapat dibuat melalui proses kalsinasi CaCO 3 , dimana satu sumber CaCO 3 yang mudah diperoleh disekitar kita adalah kulit telur. Kulit telur memiliki kandungan CaCO 3 (kalsium karbonat) sebanyak 94%, MgCO 3 (magnesium karbonat) sebanyak 1%, Ca 3 (PO 4 ) 2 (kalsium fosfat) sebanyak 1% dan bahan-bahan organik sebanyak 4% [3]. Pada proses transesterifikasi pembuatan metil ester (biodiesel) dipengaruhi oleh beberapa faktor penting salah satunya adalah suhu. Pada pengaruh suhu, semakin tinggi temperatur, konversi yang diperoleh akan semakin tinggi untuk waktu yang lebih singkat. Berdasarkan latar belakang di atas, maka peneliti melakukan penelitian untuk melihat potensi jerami padi sebagai bahan baku pembuatan biodiesel dengan memvariasikan suhu menggunakan kulit telur ayam sebagai katalis basa heterogen, sehingga dapat menambah nilai ekonomis/nilai guna jerami padi yang selama ini sedikit dimanfaatkan. METODOLOGI PENELITIAN Alat Alat-alat yang digunakan dalam penelitian ini adalah labu leher tiga, labu alas bulat, blender, seperangkat alat refluks, kondensor, hot plate, furnace, Erlenmeyer, gelas beaker, corong pisah, pipet volum, bulp, timbangan digital, corong kaca, corong Buchner, buret, penangas air, magnetik brought to you by CORE View metadata, citation and similar papers at core.ac.uk provided by Jurnal Online KIMIA FMIPA (Fakultas Matematika & Ilmu Pengetahuan Alam), Universitas...