Corresponding author: Endah Wahyuningsih wahyousetiawan11@gmail.com Ners Muda, Vol 2 No 1, April 2021 e-ISSN: 2723-8067 DOI: https://doi.org/10.26714/nm.v2i1.6214 Studi Kasus Terapi Murottal Menurunkan Tingkat Nyeri Pasien Post Sectio Caesaria Endah Wahyuningsih 1,2 , Nikmatul Khayati 1 1,2 Program Studi Pendidikan Profesi Ners, Fakultas Ilmu Keperawatan dan Kesehatan, Universitas Muhammadiyah Semarang 1 Ruang Obstetri RSUP Dr. Kariadi Semarang Informasi Artikel Abstrak Riwayat Artikel: • Submit 14 September 2020 • Diterima 28 Desember 2020 • Diterbitkan 30 April 2021 Kata kunci: Nyeri; Post Sectio Caesaria; Terapi Murottal Sectio caesaria merupakan proses persalinan melalui pembedahan pada daerah perut yang menimbulkan terputusnya kontinuitas jaringan dan syaraf sehingga timbul rasa nyeri yang berlangsung lama. Salah satu terapi non farmakologi yang digunakan yaitu terapi murottal. Studi kasus bertujuan untuk mengetahui intervensi terapi murottal Ar-Rahman 78 ayat yang mempunyai efek terapeutik menurunkan nyeri pada pasien post SC. Desain penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif dengan pendekatan pre test dan post test. Pemilihan sampel dengan purposive sampling dengan responden 2 orang. Pengkajian nyeri menggunakan lembar NRS sebelum dan sesudah intervensi dilanjutkan pemberian terapi murottal dan relaksasi napas dalam sehari 1x dengan durasi selama 25 menit beserta evaluasi dan secara mandiri oleh pasien apabila nyeri timbul. Terapi diberikan 2 jam setelah pasien minum obat nyeri. Hasil studi kasus menunjukkan bahwa pasien mengalami penurunan nyeri dengan rata-rata 1 poin dari skala 5 menjadi 4 setelah terapi murottal. Terapi murottal yang dikombinasikan dengan napas dalam mampu menurunkan skala nyeri pasien post SC. Hal ini terjadi karena musik dapat memproduksi zat endorphin dan bekerja pada sistim limbik dihantarkan kepada sistem saraf dan merangsang organ-organ tubuh untuk memproduksi sel-sel yang rusak akibat pembedahan sehingga nyeri berkurang. Diharapkan setiap rumah sakit memberikan terapi murottal kepada pasien post SC untuk membantu mengurangi nyeri pada luka post SC. PENDAHULUAN Sectio caesaria merupakan proses persalinan dengan melalui pembedahan pada daerah abdomen yang akan menimbulkan terputusnya kontinuitas jaringan dan saraf sehingga mengakibatkan timbulnya rasa nyeri pada daerah bekas sayatan post sectio caesaria (Ariani P. & Mastari, 2020). Angka kejadian sectio caesarea di Indonesia menurut data survey nasional tahun 2007 adalah 927.000 dari 4.030.000 persalinan (Kemenkes RI, 2015). Persalinan sectio caesarea memiliki nyeri lebih tinggi sekitar 27,3% dibandingkan dengan persalinan normal yang hanya sekitar 9% (Maryati, A.W., Cucu R., Yeti H., 2020) . Pada ibu post partum sectio caesaria akan mengalami rasa nyeri yang hebat dan proses penyembuhannya pun lebih lama bila dibandingan dengan post partum normal. Pada pasien sectio caesaria akan dilakukan tindakan anestesi untuk menghilangkan rasa nyeri pada pasiennya (Purwati, E. Dkk, 2019). Nyeri merupakan pengalaman sensori dan emosional tidak menyenangkan yang