Jurnal Sain Peternakan Indonesia Available at https://ejournal.unib.ac.id/index.php/jspi/index DOI: https://doi.org/10.31186/jspi.id.15.1.98-109 P-ISSN 1978-3000 E-ISSN 2528-7109 Volume 15 Nomor 1 edisi Januari-Maret 2020 Jurnal Sain Peternakan Indonesia 15 (1) 2020 Edisi Januari-Maret | 98 Populasi dan Manajemen Pemeliharaan serta Pola Pemasaran Ternak Itik (Studi Kasus di Desa Pematang Balam Kecamatan Hulu Palik Kabupaten Bengkulu Utara) Population and Maintenance Management as well as Marketing Patterns of Ducks (Case Study in Pematang Balam Village, Hulu Palik District, North Bengkulu Regency) B. Brata, E. Soetrisno, T. Sucahyo dan B. D. Setiawan Jurusan Peternakan, Fakultas Pertanian, Universitas Bengkulu Jln. WR.Supratman, Kandang Limun, Bengkulu Corresponding email: Biengbrata@gmail.com ABSTRACT This research was aimed to identify the development of the population of ducks and find out the management system and marketing patterns of ducks. This research was conducted for four months in Pematang Balam Village, Hulu Palik Subdistrict, North Bengkulu Regency, Bengkulu Province. The method used was the survey method, with interviews directly to farmers. The variables observed were respondent's identity, duck population, maintenance management, and livestock marketing patterns. The results of the study were presented in tabular form, and analyzed descriptively. Based on the results of the study of the population of ducks from 10 respondents were 187 ducks, the management system for raising ducks in Pematang Balam village was still inefficient, and furthermore, the marketing patterns for duck in Pematang Balam Village were carried out by selling through collectors, and determining direct prices by breeders. It was expected that with the identification of population identification and maintenance management and marketing patterns that existed at this time, the development of duck farming could develop well and could have a positive impact on improving the management system. Key words: population, maintenance management, marketing patterns, ducks, Bengkulu ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk dapat mengidentifikasi perkembangan populasi ternak itik dan mengetahui sistem manajemen serta pola pemasaran ternak itik. Penelitian ini dilakukan pada bulan Maret s/d Juni 2018 di Desa Pematang Balam Kecamatan Hulu Palik Kabupaten Bengkulu Utara Provinsi Bengkulu. Metoda yang dilakukan adalah metoda survey, dengan wawancara langsung kepada peternak. Peubah yang diamati adalah identitas responden, populasi itik, manajemen pemeliharaan, dan pola pemasaran ternak. Hasil penelitian disajikan dalam bentuk tabel, dan dianalisis secara deskriptif. Berdasarkan hasil penelitian populasi ternak itik dari 10 responden yang ada sebanyak 187 ekor itik, sistem manajemen pemeliharan ternak itik di Desa Pematang Balam masih belum efesien, dan selanjutnya untuk pola pemasaran ternak itik di Desa Pematang Balam dilakukan dengan cara dijual melalui pedagang pengumpul, dan penentuan harga langsung oleh peternak. Diharapkan dengan adanya infromasi identifikasi populasi dan manajamen pemeliharaan serta pola pemasaran yang ada pada saat ini, maka dalam pengembangannya usaha peternakan itik ini dapat berkembang dengan baik dan bisa memberikan dampak positif pada peningkatan sistem manajemennya. Kata Kunci: populasi, manajemen pemeliharaan, pola pemasaran, itik, Bengkulu PENDAHULUAN Peternakan merupakan salah satu subsektor pertanian yang sangat diperlukan untuk dapat memenuhi kebutuhan pangan masyarakat, terutama kebutuhan gizi protein hewani. Komoditas terbesar di peternakan saat ini berasal pada sektor perunggasan, hampir 70% di Sektor peternakan dan didominasi perunggasan (Yulistiya, 2016). Usaha Ternak Itik merupakan salah satu usaha peternakan yang banyak memberikan manfaat dalam memenuhi kebutuhan pangan yang terus meningkat dan pencitaan lapangan kerja. Tingkat pendapatan masyarakat di bidang pertanian atau peternakan belum sepenuhnya dapat mencukupi kebutuhan hidupnya, karena hasil kegiatan yang ada saat ini tidak dapat diandalkan sebagai pendapatan utama (Aziz, 2019). Kondisi geografis, ekologi ketersediaan air dan kesuburan lahan di beberapa wilayah di