50 Jurnal Sains Farmasi & Klinis p-ISSN: 2407-7062 | e-ISSN: 2442-5435 homepage: http://jsfk.ffarmasi.unand.ac.id DOI : 10.25077/jsfk.9.1.50-56.2021 ORIGINAL ARTICLE J Sains Farm Klin 9(1):50–56 (April 2022) | DOI: 10.25077/jsfk.9.1.50-56.2021 Pendahuluan Akses kepada pelayanan kesehatan yang semakin baik memberikan peluang bagi masyarakat untuk mendapatkan pengobatan yang optimal sehingga derajat kesehatan masyarakat meningkat. Upaya kuratif di fasilitas pelayanan kesehatan hampir selalu diiringi dengan peresepan obat. Peningkatan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya memelihara kesehatan juga memberikan peluang menjadikan obat sebagai salah satu kebutuhan yang perlu disediakan di rumah. Kemajuan pesat industri farmasi juga diiringi dengan kemampuan daya beli masyarakat sehingga praktek swamedikasi sering ditemui di masyarakat. Pada tahun 2020, timbulan sampah secara nasional sebesar lebih dari 35 juta ton, dan Provinsi Sumatera Barat menyumbang sampah lebih dari 700 ribu ton/tahun. Sumber sampah terbesar di Indonesia berasal dari rumah tangga (31,66%) sementara di Provinsi Artcle history Received: 06 Jan 2022 Accepted: 17 July 2022 Published: 27 Juli 2022 Access this artcle Kajian Pengelolaan dan Regulasi Obat Tidak Terpakai dan Obat Kedaluwarsa di Rumah Tangga di Kabupaten Padang Pariaman (Review of the management and regulation of unused drugs and expired drugs in households in Padang Pariaman) Trisfa Augia*, Mery Ramadani, Yessy Markolinda Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Andalas, Limau Manis, Kecamatan Pauh, Kota Padang, Sumatera Barat ABSTRACT: Advances in pharmaceutcal industries have an impact on increasing the type and number of pharmaceutcal products circulatng in the community. However, not all pharmaceutcal products are used ratonally, causing the remaining drugs to become expired. Drug waste can pollute the environment if not managed properly. The purpose of this study is to review the management and regulaton of waste drugs and expired drugs in households. This research was conducted in Padang Pariaman district using a mixed methods approach to 148 respondents and 6 informants. Based on the results of the study, more than half of respondents had lefover drugs at home (63.5%) with the main reason due to health conditons improved (61.7%). Many residual drug sources come from prescriptons and the most common types of drugs are non-steroidal ant-infammatory drugs. Nearly half of respondents dumped the lefover medicine in a household garbage (41.5%). Informaton about the proper drug disposal practces had not been obtained by most respondents (70.3%). About 68.2% of respondents unaware that improperly disposing of drugs can cause environmental damage and harm public health. Therefore, local government should be encouraged to promote the proper drug disposal and enact regulatons on the management of waste drugs at home. Keywords: waste B3; leftover medicine; household; environmental pollution; public health. ABSTRAK: Kemajuan di bidang pengobatan berdampak pada peningkatan jenis dan jumlah produk farmasi yang beredar di masyarakat. Namun tdak semua sediaan farmasi tersebut digunakan secara rasional sehingga menyebabkan obat tersisa dan menjadi kedaluwarsa. Limbah obat merupakan limbah B3 yang dapat mencemari lingkungan apabila tdak dikelola dengan baik. Tujuan penelitan ini adalah untuk mengkaji pengelolaan dan regulasi obat sisa maupun obat kedaluwarsa yang terdapat di rumah tangga. Penelitan dilakukan di Kabupaten Padang Pariaman menggunakan pendekatan mixed methods terhadap 148 orang responden dan 6 orang informan. Berdasarkan hasil penelitan, lebih dari separuh responden mempunyai obat sisa di rumah (63,5%) dengan alasan utama karena kondisi kesehatan membaik (61,7%). Mayoritas sumber obat sisa berasal dari resep dokter dan jenis obat terbanyak yang tersisa adalah obat-obat golongan Ant Infamasi Non-Steroid. Hampir separuh responden membuang obat sisa tersebut ke tempat pembuangan sampah rumah tangga (41,5%) Informasi mengenai praktek pembuangan obat yang benar belum didapatkan oleh sebagian besar responden (70,3%). Sebanyak 68,2% responden juga tdak mengetahui bahwa cara membuang obat yang tdak benar dapat menyebabkan kerusakan lingkungan dan merugikan kesehatan masyarakat. Oleh karena itu pemerintah daerah perlu menggalakkan kegiatan penyebaran informasi dan edukasi kepada masyarakat serta merumuskan regulasi tentang pengelolaan obat sisa dan kedaluwarsa di rumah. Kata kunci: limbah B3; obat sisa; rumah tangga; pencemaran lingkungan; Kesehatan masyarakat. *Corresponding Author: Trisfa Augia Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Andalas Limau Manis, Kecamatan. Pauh, Kota Padang, Sumatera Barat 25175 | Email: trisfaaugia@ph.unand.ac.id