ISBN No. 978-602-98559-1-3 Prosiding SNSMAIP III-2012 110 PENGARUH PERLAKUAN GELAP TERHADAP KANDUNGAN KLOROFIL DAN KARBOHIDRAT TERLARUT TOTAL BUAH KLIMAKTERIK PISANG MULI (Musa acuminata) Ariananda Desmaria*, Zulkifli, dan Elyzarti Jurusan Biologi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Lampung, Jl. Soemantri Brojonegoro 1, Bandar Lampung, Indonesia 35145 *Email: arin.anandas@yahoo.com ABSTRAK Kajian tentang pengaruh perlakuan gelap terhadap kandungan klorofil dan karbohidrat terlarut total pada buah klimakterik pisang muli (Musa acuminata) telah dilaksanakan dari April sampai Mei 2012. Tujuan penelitian ini adalah untuk memahami peran cahaya dalam proses pematangan buah pisang muli, dan untuk mengetahui apakah gelap menyebabkan dark reversion pada pisang muli. Penelitian dilakukan dalam percobaan faktorial 2x2 dengan faktor A adalah waktu pengukuran dengan 2 taraf: 4 hari dan 8 hari setelah perlakuan. Faktor B adalah perlakuan dengan 2 taraf yaitu kontrol dan perlakuan gelap. Kandungan klorofil diukur dengan spektofotometer menurut rumus dalam Witham et al., 1986. Karbohidrat terlarut total diukur dengan spektrofotometer pada panjang gelombang 600 nm, dan kandungannya ditentukan berdasarkan kurva standar glukosa. Analisis ragam dan uji F dilakukan pada taraf nyata 5 %. Hubungan antara kandungan klorofil dan karbhidrat terlarut total ditentukan berdasarkan regresi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan gelap menurunkan secara nyata kandungan klorofil a, kandungan klorofil b, dan kandungan klorofil total 4 dan 8 hari setelah perlakuan, tetapi meningkatkan secara nyata kandungan karbohidrat terlarut total 8 hari setelah perlakuan. Hasil penelitian juga menunjukkan ada perbedaan dalam bentuk kurva hubungan kedua parameter 8 hari setelah perlakuan. Berdasarkan fakta tersebut maka kami menyimpulkan bahwa cahaya berperan penting dalam regulasi sintesis klorofil. Perlakuan gelap menyebabkan terjadinya dark reversion yang mendorong degradasi klorofil, tetapi meningkatkan aktifitas enzim α amilase. Kata kunci: Cahaya, Perlakuan gelap, klorofil, karbohidrat terlarut total, Musa acuminata 1. PENDAHULUAN Indonesia kaya akan berbagai jenis buah yang memiliki potensi besar untuk dikembangkan. Salah satu adalah buah pisang. Buah pisang (Musa sp.) merupakan salah satu hasil buah-buahan yang penting dan banyak dimanfaatkan oleh masyarakat karena nilai ekonominya yang tinggi. Buah pisang juga memiliki kandungan gizi yang tinggi serta sebagai sumber energi karena mengandung karbohidrat,vitamin A, dan B (AAK, 1999). Pisang muli termasuk buah klimaterik dimana proses pematangannya diikuti oleh laju respirasi yang tinggi. Laju respirasi yang tinggi berfungsi untuk mensuplai ATP bagi berbagai proses metabolisme pematangan buah seperti degradasi klorofil, biosintesis etilen dan biosintesis protein. Oleh sebab itu proses pematangan buah pisang muli tergolong cepat. Cahaya terdiri dari partikel-partikel disebut foton. Setiap foton mengandung energi yang disebut kuantum. Cahaya memacu berbagai proses fisiologi dalam jaringan tumbuhan seperti, fotosintesis, fototropisme, biosintesis klorofil, pergerakan daun, dan sebagainya. Leopold et al. (1975) menjelaskan bahwa selama proses pematangan buah terjadi degradasi klorofil yang diikuti dengan pembentukan dengan pigmen baru. Peran cahaya dalam biosintesis klorofil telah banyak diketahui namun peran cahaya dalam degradasi klorofil dan proses pematangan buah belum banyak diketahui. Satu pertanyaan penting adalah apakah cahaya mendorong degradasi klorofil dan hidrolisis pati pada buah klimakterik seperti buah pisang muli. Pendekatan yang dilakukan untuk menjawab pertanyaan diatas adalah dengan membandingkan kandungan klorofil dan kandungantotal karbohidrat terlarut buah