177 PROSIDING Seminar Matematika dan Sains Departemen Pendidikan Matematika dan Pendidikan Biologi FKIP Universitas Wiralodra 19 September 2019 PROFIL KEMAMPUAN KOMUNIKASI SISWA MELALUI MODEL PEMBELAJARAN JIGSAW PADA MATERI ANIMALIA KELAS X MIPA DI SMA NEGERI 1 KRANGKENG INDRAMAYU Devi Melyanti * , Agus Yadi , Eva Yuliana Prodi Pendidikan Biologi FKIP Universitas Wiralodra, Jl. Ir. H. Juanda Km. 03 Indramayu 45213, Indonesia *devimelyanti2@gmail.com Abstrak. Kemampuan komunikasi siswa masih terlihat pasif dalam sebuah proses pembelajaran. Hal ini dapat dilihat dari komunikasi baik secara lisan dan tertulis di sekolah pada saat pembelajaran. Oleh karena itu dilakukan penelitian yang bertujuan untuk mengetahui gambaran kemampuan komunikasi siswa dengan menggunakan model pembelajaran Jigsaw pada materi animalia di SMA Negeri 1 Krangkeng Indramayu. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu kuantitatif deskriptif dengan desain one shot case study. Populasi dalam penelitian ini yaitu seluruh siswa kelas X MIPA di SMA Negeri 1 Krangkeng Indramayu, berjumlah 210 siswa, sampel satu kelas X MIPA 2 berjumlah 31 siswa yang diperoleh dengan teknik Purposive Sampling. Data didapat melalui instrumen lembar observasi, tes essai, dan angket respon siswa. Berdasarkan penelitian bahwa rata-rata presentase hasil observasi memiliki kategori baik sebesar 81,8%, pada hasil tes kategori cukup dengan rata-rata presentase sebesar 72,78%. Rata-rata dari keduanya telah didapatkan bahwa kemampuan komunikasi siswa dalam kategori baik pada rata-rata presentase sebesar 77,29%. Pada hasil angket respon siswa dalam pembelajaran model Jigsaw dalam kategori sangat baik dengan rata-rata presentaase 89%. Berdasarkan hasil penelitian diatas dapat disimpulkan bahwa profil kemampuan komunikasi siswa dalam kategori “baik” dengan melalui model pembelajaran Jigsaw pada materi animalia kelas X MIPA di SMA Negeri 1 Krangkeng Indramayu. 1. Pendahuluan Pembelajaran adalah rangkaian peristiwa (event) yang memengaruhi pembelajaran sehingga proses belajar dapat berlangsung dengan mudah (Gagnne dan Brigga, 1979 dalam Majid Abdul, dan Chaerul Rochman 2015:195). Pembelajaran di kelas merupakan kegiatan yang terjadi karena adanya interaksi antara guru dan siswa. Pembelajaran akan lebih optimal ketika terjalin sebuah komunikasi yang baik antara guru dengan siswa, siswa dengan guru dan siswa dengan siswa (Pandu, dkk. 2017:27). Tanpa adanya peran komunikasi pembelajaran tidak dapat dilakukan, karena guru beserta murid menjalin proses komunikasi di dalam kelas agar pencapaian materi dapat diserap dengan baik oleh siswa itu sendiri. Tujuan pembelajaran adalah kemampuan (kompetensi) atau keterampilan yang diharapkan dapat dimiliki oleh siswa setelah mereka melakukan proses pembelajaran tertentu (Sanjaya Wina, 2014:86) Belajar mengajar secara harfiah merupakan proses menjalin komunikasi, yakni proses menyampaikan pesan dari sumber pesan melalui saluran atau media tertentu ke penerima pesan (Wilhalminah A., dkk 2017:40). Komunikasi yang terjadi baik melalui lisan dan tulisan. Komunikasi lisan siswa dituntut agar dapat mengemukakan pendapat, pernyataan atau penjelasan dan proses mendengarkan dengan baik kepada guru maupun siswa lain. Sedangkan komunikasi tulisan siswa dapat menyampaikan dan membuat diagram, bagan, tabel dalam bentuk tulisan maupun sebaliknya. Komunikasi merupakan proses penyampaian gagasan dari seseorang kepada orang lain. Pengirim pesan atau komunikator memiliki peran yang paling menentukan dalam keberhasilan komunikasi (Priansa Donni Juni 2017:153). Fungsi komunikasi