153 SIMBOL KESUCIAN DALAM KOMUNIKASI RITUAL MASYARAKAT KADAYAN SARAWAK Purity symbol in the ritual communication of Kadayan’s community in Sarawak Mohamad Maulana Magiman 1 , Norhuda Salleh 2 , Ahmad Nasir Mohd Yusoff 3 1 Jabatan Sains Sosial, UPM Kampus Bintulu 97000 Bintulu Sarawak, mdmaulana@upm.edu.my 2 Fakulti Kemanusiaan, Kesenian dan Warisan, UMS 88400 Kota Kinabalu Sabah norhudasalleh@ums.edu.my 3 Jabatan Pengajian Kenegaraan dan Ketamadunan, UPM Serdang, 43400 Seri Kembangan, Selangor ahmadnasir@upm.edu.my Abstract The communication of ritual in a society is a common practice especially those related to the ritual’s liturgy. For the practitioners, rituals are invocation to convey one’s wishes through various presentations. These presentations act as a communication tool either in verbal or non-verbal forms that are represented by various symbols. The symbols ingrained in the ritual communication can only be discerned by the community practicing it. This article discusses the role of religious symbols in the ritual communication of Kadayan’s community. The data was obtained through ethnography method in the field in Sibuti district, Sarawak. The data was then analysed using Turner's Ritual theory to interpret the symbol in rituals used for unity purposes. The study found that the communication rituals carried out in a society consists of three main roles, namely thought, self and society. It is important because without a clear understanding, it will create a life crisis in a society. Keywords: Ritual, communication, symbol, Kadayan’s community Abstrak Komunikasi ritual dalam sesebuah masyarakat sudah tidak asing lagi terutamanya yang berkaitan dengan upacara ritual. Bagi masyarakat pengamal, ritual dijadikan sebagai sumber untuk menyampaikan hasrat yang dihajati melalui pelbagai bentuk persembahan. Persembahan ini lah yang dijadikan alat komunikasi yang berbentuk verbal dan non-verbal dengan memperlihatkan pelbagai bentuk-bentuk simbol. Simbol itu kemudiannya diungkap melalui bentuk-bentuk komunikasi ritual yang hanya difahami oleh masyarakat pengamalnya. Makalah ini membincangkan peranan simbol keagamaan yang terdapat dalam komunikasi ritual masyarakat Kadayan di Sarawak. Data kajian diperoleh melalui keadah etnografi di lapangan yaitu di daerah Sibuti, Sarawak. Data kajian kemudiannya dianalisis menggunakan Teori Ritual Turner yang melihat simbol dalam ritual digunakan untuk tujuan kebersamaan. Hasil kajian mendapati komunikasi ritual yang dilaksanakan dalam sesebuah masyarakat mengandungi tiga peranan utama yaitu pemikiran, diri dan masyarakat. Ianya penting kerana tanpa pemahaman yang jelas ia akan mewujudkan krisis kehidupan dalam sesebuah masyarakat.