JURNAL HUKUM, POLITIK DAN ILMU SOSIAL (JHPIS) Vol.1, No.3 September 2022 e-ISSN: 2963-7651; p-ISSN: 2963-8704, Hal 224-231 Received Juli 07, 2022; Revised Agustus 2, 2022; September 22, 2022 *Corresponding author, e-mail address PERKEMBANGAN SISTEM PEWARISAN DALAM PERKAWINAN BEDA KASTA PADA ADAT BALI Fahrian Nurhidayat Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur Email: 19071010176@student.upnjatim.ac.id Muhammad Fajar Dwi Prasetyo Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur Email: Email: 19071010191@student.upnjatim.ac.id Diana Rahima Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur Email: 17071010086@student.upnjatim.ac.id Alamat: Jl. Rungkut Madya No.1, Gn. Anyar, Kec. Gn. Anyar, Kota SBY, Jawa Timur 60294, Telepon: (0623) 18706369 Korespondensi penulis: 19071010176@student.upnjatim.ac.id Abstract. Customary inheritance law exists to become a cultivation of Indonesian as a country with various tribes and cultures this research aims to know and understand as inheritance in marriages of different castes in terms of their rights and obligations to receive inheritance objects based on juridical normative research methods based on basic law and its rules and regulations Bali customary inheritance law regulations from the existing provisions the result studied in this case is that intermarriage of castes is prohibited to be carried out and the woman who does will lose her caste or Tri Wangsa and become one caste with her husband. Based on that, the woman who went nyerod cannot become an heir if she also belongs to purusa or putrika but the inheritance that exists in her family remains based on the balinese customary inheritance law regulations. Therefore, by looking at the balinese customary law the marriage of different castes will have great consequences for women and her inheritance will be like the rules that apply to manawa dharmasastra Keywords inheritance, marriage, bali customary. Abstrak. Hukum waris adat ada untuk mejadi suatu budidaya kita sebagai negara dengan berbagai suku dan budaya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan memahami sebagai pewarisan dalam perkawinan beda kasta dalam hal hak dan kewajibannya menerima objek waris. Berdasarkan metode penelitian normatif yuridis berdasarkan hukum, asas beserta kaidah nya dan peraturan-peraturan hukum waris adat Bali dari ketentuan yang ada. Hasil yang diteliti dalam hal ini adalah perkawinan beda kasta dilarang untuk dilakukan dan perempuan yang melakukan akan kehilangan kasta atau tri wangsa nya dan menjadi satu kasta dengan suami. Kemudian, perempuan yang nyerod tidak dapat menjadi ahli waris jika ia juga termasuk pursua atau putrika akan tetapi