JUSTE Doi: Journal of Science and Technology Naskah diterima: 12 Juli 2022 Naskah disetujui: 9 Oktober 2022 Manajemen Pemberian Pakan pada Induk dan Benih Ikan Nila (Oreochromis niloticus) di Instalasi Perikanan Budidaya, Kepanjen - Kabupaten Malang (Feeding Management for Nile tilapia (Oreochromis niloticus) Brood stock and Seed in the Aquaculture Installation, Kepanjen - Malang Regency) Intan Trixzi Fradina 1,* , Husain Latuconsina 1 1 Departemen Biologi, FMIPA-UNISMA, Malang * Email korespondensi: 21901061008@unisma.ac.id Abstract One of the industries that can be done to meet the food needs of the community is aquaculture. The type of fish that is currently the most widely cultivated is tilapia (Oreochromis niloticus). Although cultivating tilapia is relatively simple, there are several things that make it difficult to achieve optimal tilapia production, one of which is feeding management. Fish farming depends on effective feed management, which involves selecting the right type of feed, the right volume, and the right frequency of feeding based on the needs of the fish. Management of feeding on broodstock and fry of tilapia (Oreochromis niloticus) includes feeding management which consists of sampling broodstock and fry, calculating feed requirements for broodstock and fry, calculating feed conversion (Food Conversion Ratio), survival, and observing pond water quality parameters. The frequency of feeding 2 times a day at the Aquaculture Installation (IPB) of Kepanjen, Malang Regency - East Java was able to produce high survival rates (SR), and a relatively low FCR indicating a fairly efficient feed utilization rate. The observed water quality is still optimal to support the growth and development of tilapia fry and broodstock. Feed quality, optimal feeding frequency, and optimal water quality parameters support the growth and survival of tilapia (Oreochormis niloticus) fry and broodstock. Keywords: fish feed, brood stock, seeds, Food Conversion Ratio, survival rate Abstrak Salah satu industri yang dapat dilakukan untuk memenuhi kebutuhan pangan masyarakat adalah budidaya perikanan. Jenis ikan yang saat ini paling banyak dibudidayakan adalah ikan nila ( Oreochromis niloticus). Meski membudidayakan ikan nila tergolong sederhana, namun ada beberapa hal yang membuat sulitnya mencapai produksi ikan nila yang optimal, salah satunya adalah manajemen pemberian pakan. Budidaya ikan bergantung pada manajemen pakan yang efektif, yang melibatkan pemilihan jenis pakan yang tepat, volume yang tepat, dan frekuensi pemberian pakan yang tepat berdasarkan kebutuhan ikan. Manajemen pemberian pakan pada induk dan benih ikan nila (Oreochromis niloticus) meliputi manajemen pemberian pakan yang terdiri dari sampling induk dan benih, menghitung kebutuhan pakan untuk induk dan benih, menghitung konfersi pakan (Food Conversion Ratio), sintasan, dan mengamati parameter kualitas air kolam. Frekuensi pemberian pakan sebanyak 2 kali sehari di Instalasi Perikanan Budidaya (IPB) Kepanjen, Kabupaten Malang – Jawa Timur mampu menghasilkan sintasan (SR) yang tinggi, dan FCR yang reatif rendah menunjukkan tingkat pemanfaatan pakan cukup efisien. Kualitas air yang diamati masih optimal untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan benih dan indukan ikan nila. Kualitas pakan, frekuensi pemberian pakan yang optimal, dan parameter kualitas air yang optimal mendukung pertumbuhan dan sintasan benih dan indukan ikan nila ( Oreochormis niloticus). Kata Kunci: pakan ikan, induk, benih, Food Conversion Ratio, sintasan