MEKANIKA Volume 13 Nomor 2, Maret 2015 55 PENGARUH JENIS ADHESIVE TERHADAP KEKUATAN BENDING KOMPOSIT SANDWICH CANTULA-rHDPE Muhammad Yassin 1, ,Wijang W. Raharjo 2 , Teguh Triyono 2 1 Mahasiswa - Jurusan Teknik Mesin - Universitas Sebelas Maret Surakarta 2 Staff Pengajar - JurusanTeknik Mesin - Universitas Sebelas Maret Surakarta Keywords : Composite sandwich rHDPE-cantula Bending Adhesive . Abtract : The nature of the composite sandwich is affected by the nature of the core, skin properties and bond formed between the core and the skin. The quality of the bond depends on the type of adhesive used to bind between the skin and core. That, the study of adhesive that is capable of producing the best mechanical strength needs to be done. This research is focused to study the effect of adhesive on the bending strength of the composite sandwich- rHDPEcantula. Adhesive used in this study is epoxy (versamid), chloroprene (aica-aibon) and cyanoacrylate (alteco). Skin is made of powder recycled- High Density Polyethylene (rHDPE), while the core is made of fiber cantula and rHDPE. The process of making skins and cores made using a hot press. The process parameters used include a process temperature of 170ºC, holding time 15 minutes and the pressing pressure of 50 bar. Dimensions and bending testing refers to ASTM C 393. The results showed that variations in adhesive effect on the bending strength of the composite sandwich-rHDPEcantula. The highest bending strength of 25.70 MPa was obtained with cyanoacrylate adhesive (alteco). Mean while, the value achieved at the lowest power chloroprene adhesive (aica-aibon) with a value of 7.09 MPa bending strength. 1. PENDAHULUAN Komposit sandwich banyak digunakan di bidang sipil, ruang angkasa, otomotif, industri dan olahraga. Komposit ini memiliki keunggulan diantaranya berbobot ringan dan kuat sedangkan kelemahan dari komposit sandwich adalah rentan terhadap beban impak [4]. Sifat komposit sandwich dipengaruhi oleh sifat core, skin dan ikatan yang terbentuk antara core dan skin. Sifat mekanik yang baik selain membutuhkan skin dan core yang kuat, juga diperlukan suatu adhesive yang tepat sehingga dapat menciptakan ikatan yang kuat antara skin dan core[2].Sehingga, pengamatan tentang pengaruh adhesive yang mampu menghasilkan kekuatan mekanik terbaik perlu dilakukan. Komposit sandwich membutuhkan core yang ringan dan murah. Pada saat ini, banyak core komersial yang dijual di pasaran seperti honeycomb, divinyl cell, foam dan balsa. Core ini selain tidak ramah lingkungan, tidak dapat di daur ulang, juga berharga mahal. Pemanfaatan bahan yang ramah lingkungan seperti serat cantula dan bahan yang dapat di daur ulang recycle-High Density Polyethylene (rHDPE) sangat menarik untuk dilakukan. Tanaman Agave Cantula Roxb merupakan salah satu tanaman penghasil serat alam yang banyak dibudidayakan di Indonesia [7].Serat cantula yang dihasilkan dari proses ekstraksi tanaman agave mempunyai kekuatan tarik 293,4 MPa [5]. Sedangkan, bahan yang dapat didaur ulang seperti rHDPE mampu berfungsi maksimal sebagai matrik komposit [3]. Bahan ini banyak dipakai sebagai kemasan minuman, botol oli, jerigen dan botol obat. Botol plastik susumerupakan salah satu produk yang menggunakan bahan High Density Polyethylene (HDPE). Bahan ini mempunyai temperatur leleh antara 108,5 o C sampai dengan 139,5 o C [6]. Rendahnya temperatur leleh rHDPE memungkinkan penggabungan bahan ini dengan serat cantula tanpa menyebabkan degradasi serat. 2. METODOLOGI 2.1 Bahan Bahan yang digunakan penelitian ini adalah rHDPE (Gambar 2.1.a) dan serat cantula (Gambar 2.2.b). rHDPE diperoleh dari CV. VANILA PLASTIK, Gawok, Sukoharjo, Indonesia. Material ini mempunyai sifat diantaranya nilai densitas = 1,014 gr/cm 3, MFI (Melt Flow Index) 2,43 gr/10 min pada 180 0 C, dan temperatur leleh antara 108,5 o C 139,5 o C [6]. Sedangkan serat cantula didapatkan dari CV. RAMI KENCANA, Kulonprogo, Indonesia. Serat ini mempunyai densitas 1,2 gr/cm 3 .