Santa Maria Lumbantoruan & Selvia Anggraini Jurnal Agroqua Formulasi Pupuk Hayati Dalam Memicu .... Volume 19 No. 2 Tahun 2021 DOI: 10.32663/ja.v%vi%i.2309 345 FORMULASI PUPUK HAYATI DALAM MEMACU PERTUMBUHAN JAGUNG DI TANAH GAMBUT CEKAMAN KEKERINGAN (Biofertilizer Formulation in Stimulating Corn Growth in Drought Stress Peatland) Santa Maria Lumbantoruan*, Selviana Anggraini Program Studi Agroteknologi Universitas Bina Insani Lubuk Linggau Jalan H. M. Soeharto Kelurahan Lubuk Kupang, Lubuk Linggau Selatan 1, Kota Lubuk Linggau, Sumatera Selatan, Indonesia. 315262 Corresponding Author, Email: santa_maria_lumbantoruan@univbinainsan.ac.id ABSTRACK The area of peat land has the potential to be used as agricultural land, but the potential of this peat land has challenges that are not easy to manage in a sustainable manner. Improper management can cause peat soils to experience drought stress. A technological approach that can be used to optimize the use of peat soils experiencing drought stress in maize can be done by applying a biofertilizer formulation. The purpose of this study was to obtain a biofertilizer formulation to increase the growth and production of maize under drought stress conditions on peat soil. This research was conducted in the experimental garden of Bina Insan University, Lubuk Linggau The design used in this study was a completely randomized block design with 2 treatment factors, namely the first treatment factor for biological fertilizers, namely H0: without Mycorrhizae, H1: Mycorrhizae + Petrobio, H2: Mycorrhizae + Agrozeabiochar, H3: Mycorrhizae + Pugam. The second treatment factor was the intensity of watering, namely P1: Watering once a day, P2: Watering once in 3 days, P3: Watering once in 5 days, P4: Watering once in 7 days. The treatment factor was repeated 4 times to obtain 64 plants. The results of the study on the application of biofertilizer formulations after being analyzed at the 5% level showed significantly different results in plant height, root dry weight. Biofertilizer formulations that can increase the resistance of maize plants on peat soils under drought stress were shown by the treatment of the biological fertilizer formulations Micorrhiza + petrobio (H1) and Mycorrhiza + pugam (H3). Keywords: agrozeabiochar, biofertilizer, mycorrhizae, petrobio, pugam ABSTRAK Potensi luas tanah gambut untuk dimanfaatkan sebagai lahan pertanian dapat dijadikan sebagai pilihan alternatif, tetapi potensi tanah gambut ini memiliki tantangan yang tidak mudah untuk dikelola secara berkelanjutan. Pengelolaan yang salah dapat mengakibatkan tanah gambut mengalami cekaman kekeringan. Pendekatan teknologi yang dapat digunakan untuk mengoptimalkan penggunaan tanah gambut yang mengalami cekaman kekeringan pada tanaman jagung dapat dilakukan dengan pemberian formulasi pupuk hayati. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan formulasi pupuk hayati untuk meningkatkan pertumbuhan dan produksi jagung pada kondisi cekaman kekeringan di tanah gambut. Penelitian ini dilakukan dikebun percobaan Universitas Bina Insan. Penelitian ini menggunakan Rancangan rancanagan acak kelompok faktorial dengan 2 faktor perlakuan yaitu faktor perlakuan pertama pupuk hayati yaitu H0: tanpa pupuk hayati, H1: Mikoriza + Petrobio, H2: Mikoriza + Agrozeabiochar, H3: Mikoriza + Pugam. Faktor perlakuan kedua yaitu intensitas penyiraman yaitu W1: intensitas penyiraman setiap hari, W2: intensitas penyiraman 1 kali 3 hari, P3: intensitas Penyiraman 1 kali 5 hari, P4: inensitas Penyiraman 1 kali 7 hari. Faktor kedua perlakuan diulang 4 kali. Jumlah keseluruhan tanman yang adalah