PEMANFAATAN LIMBAH PP (POLY PROPYLENE) DAN GERUSAN BATU BATA DALAM PEMBUATAN PAVING BLOCK Wahyu Seno Aji, Anis Rakhmawati, Yudhi Arnandha Fakultas Teknik Universitas Tidar Email: wseno38@yahoo.com INTISARI Paving block digunakan untuk perkerasan jalan seperti trotoar, parkiran, komplek perumahan, dan taman. Limbah sampah plastik memiliki dampak negatif bagi lingkungan dan tidak dapat terurai. Limbah plastik PP (Poly Propylene) dipilih sebagai bahan utama pembuatan paving block dengan menggunakan campuran gerusan batu bata, dengan komposisi 50%:50%, 60%:40%, 70%:30%, 80%:20%, 90%:10%, 100%:0%. Pengujian dilaksanakan di Laboratorium Universitas Tidar, meliputi pengujian kuat tekan, daya serap, ketahanan aus dan ketahanan terhadap natrium sulfat. Kuat tekan rata-rata tertinggi yang didapat dari paving block PP (Poly Propylene) pada campuran benda uji Y dengan nilai kuat tekan rata-rata 23,112 MPa. Nilai daya serap tertinggi pada benda uji W dengan nilai daya serap rata-rata 0,23964 %. Nilai Tingkat keausan tertinggi paving block terdapat pada variasi campuran benda uji W yakni sebesar 0,06324 mm/menit. Sedangkan untuk hasil pengujian ketahanan terhadap natrium sulfat paving block PP (Poly Propylene) ini di anggap baik karena tidak terjadi retakan dan kerusakan pada fisik paving block. Kata kunci: Kuat Tekan, Paving Block, Poly Propylene, ABSTRACT Paving block is useful in creating pavement of sidewalks, parking lots, housing estates, and parks. Waste plastic is a major of environtment problem , since it cannot be absorbed back into the environtment. In order to reduce the damage of nature, PP (Poly Propylene) waste plactic was chosen to be the main mixture of paving block manifacturing, and scoring bricks was also used as the secondary mixture. The compotition ratios between PP (Poly Propylene) and scoring bricks were 50%:50%, 60%:40%, 70%:30%, 80%:20%, 90%:10%, 100%:0% . The value of compressive strength, absorbtion value, wear resistance value, and resistance to sodium sulfate of manufacturing block pavement mixtures were tested in Laboratory of Tidar University. The results of the highest mean of them in paving block PP (Poly Propylene) were compressive strength with Y mixture was 23,112 MPa, the highest mean of absorbtion value with W mixture was 0,23964%, the highest mean of wear resistance with the variation of W test material was 0,06324 mm/sec, and the highest mean resistance to sodium sulfate was good, since there was no rifts and physical damage in paving block. Key word: compressive strenght, wear resistance, paving blocks Pendahuluan Sampah memiliki dampak negatif bagi lingkungan. Limbah PP (Poly Propylene) tidak dapat terurai secara cepat dengan tanah. Dari beberapa dampak negatif tersebut, masyarakat perlu mengupayakan penurunan limbah PP dengan cara mendaur ulang seperti membuat kerajinan tangan dari limbah PP menjadi barang yang bermanfaat. Penelitian paving block dengan bahan baku plastik PP (Poly Propylene) tersebut diharapkan menjadi salah satu solusi untuk mengurangi limbah plastik di Indonesia. Menurut Hadiwiyoto (1983) sampah adalah sisa-sisa bahan yang mengalami perlakuan-perlakuan, baik karena telah sudah diambil bagian utamanya, atau karena pengolahan, atau karena sudah tidak ada manfaatnya yang ditinjau dari segi sosial ekonomis tidak ada harganya dan dari segi lingkungan dapat menyebabkan pencemaran atau gangguan terhadap lingkungan hidup. Ningsih (2010) menyatakan plastik adalah suatu bentuk produk polimerisasi sintetik yang terbentuk atas dasar kondensasi organik dengan campuran zat untuk kemudian mampu menghasilkan nilai yang ekonomis. Plastik merupakan material yang baru secara luas dikembangkan dan digunakan sejak abad ke-20 yang berkembang secara luar biasa penggunaannya dari hanya beberapa ratus ton pada tahun 1930-an, menjadi 150 juta ton/tahun pada 1990-an, dan 220 juta ton/tahun pada 2005. Saat ini penggunaan material plastik di negara-negara Eropa Barat mencapai 60kg/orang/tahun, di Amerika Serikat mencapai 80kg/orang/tahun, sementara di India hanya 2kg/orang/tahun. Menurut Gunawan (2017). PP merupakan polimer kristalin yang dihasilkan dari proses polimerisasi gas propilena. Proplena mempunyai spesific gravity rendah dibanding dengan jenis lain. PP mempunyai titik leleh yang sangat tinggi yaitu 190 0 C-200 0 C, sedangkan kristalisasinya 130 0 C-135 0 C. PP mempunyai ketahanan terhadap bahan kimia (Chemical Resistance) yang tinggi, tetapi ketahanan pukul (Impact Strenght) yang rendah. Berdasarkan latar belakang di atas penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan limbah PP (Poly Propylene) dan gerusan batu bata sebagai agregat terhadap kualitas paving block sesuai dengan SNI 03-1691-1996. Tujuan yang hendak di capai dalam peneltian ini adalah sebagai berikut; 1. Untuk mengetahui kuat tekan, ketahanan aus, daya serap terhadap air dan ketahanan terhadap Natrium Sulfat paving block plastik PP. brought to you by CORE View metadata, citation and similar papers at core.ac.uk provided by Jurnal Universitas Tidar