Enlighten: Jurnal Bimbingan dan Konseling Islam Vol. 2 No. 1 (Jan-Jun 2019), 1-8 https://doi.org/10.32505/enlighten.v2i1.1213 1 Konseling Keluarga dengan Pendekatan Rational Emotive Behavior Therapy (REBT): Strategi Mewujudkan Keharmonisan dalam Keluarga Mita Anggela Putri 1 , Neviyarni 2 , Yarmis Syukur 3 1 Universitas Negeri Padang 2 Universitas Negeri Padang 3 Universitas Negeri Padang 1 mitaanggelaputri123@gmail.com First received: 01 January 2019 Revised: 02 February 2019 Final Accepted: 04 March 2019 Abstract Family harmony is something that is meaningful and strived to be achieved by those who marry and form families. Awareness of roles and functions as well as accepting the situation and existence become a strong foundation in running a household. In realizing a harmonious household, there are often phenomena of problems occurring in the family such as quarrels, jealousy, infidelity, income differences, differences in life principles and to the act of ending a marriage or divorce. Problems that occur in domestic life must be resolved immediately so that family harmony is maintained and realized. Family counseling with the Rational Emotive Behavior Therapy (REBT) approach is used as an intervention process for problems that disturb family harmony. Family counseling with the Rational Emotive Behavior Therapy (REBT) approach in realizing family harmony includes the concept of family harmony, family counseling, the Rational Emotive Behavior Therapy (REBT) approach. Keywords: Rational Emotive Behavior Therapy (REBT); Harmony; Family Counseling Abstrak Keharmonisan keluarga adalah sesuatu yang bermakna dan diusahakan untuk dicapai oleh mereka yang melakukan perkawinan dan membentuk keluarga. Kesadaran peran dan fungsi serta menerima keadaan dan keberadaan menjadi pondasi yang kuat dalam menjalankan rumah tangga. Dalam mewujudkan rumah tangga yang harmonis sering terjadi fenomena problematika dalam keluarga seperti pertengkaran, cemburu, perselingkuhan, perbedaaan pendapatan, perbedaan prinsip hidup dan sampai pada tindakan mengakhiri pernikahan atau bercerai. Problematika yang terjadi di dalam kehidupan rumah tangga harus segera di selesaikan agar keharmonisan keluarga tetap terjaga dan terwujud. Konseling keluarga dengan pendekatan Rational Emotive Behavior Therapy (REBT) digunakan sebagai proses intervensi terhadap masalah yang menggangu keharmonisan keluarga. Konseling keluarga dengan pendekatan Rational Emotive Behavior Therapy (REBT) dalam mewujudkan keharmonisan keluarga meliputi konsep keharmonisan keluarga, konseling keluarga, pendekatan Rational Emotive Behavior Therapy (REBT). Kata Kunci: REBT, Keharmonisan Keluarga, Konseling Keluarga -------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------- PENDAHULUAN Keluarga merupakan unit terkecil dari suatu masyarakat. Keluarga juga adalah lingkungan sosial terdekat dari setiap individu, tempat indvidu dapat bertumbuh dan berkembang di dalamnya. Keluarga yang harmonis merupakan keinginan dari setiap individu dalam membentuk rumah tangga. Keharmonisan keluarga adalah sesuatu yang bermakna dan diusahakan untuk dicapai oleh mereka yang melakukan perkawinan dan membentuk keluarga. Keluarga yang harmonis menurut Gunarsa (2000) adalah bilamana seluruh anggota keluarga merasa bahagia yang ditandai oleh berkurangnya ketegangan, kekecewaan dan menerima seluruh keadaan dan keberadaan dirinya (eksistensi, aktualisasi diri) yang meliputi aspek fisik, mental dan sosial. Chales (dalam Budiono, 2008) menyatakan bahwa keluarga akan harmonis bila para anggota keluarga di dalamnya bisa berhubungan secara serasi dan seimbang. Saling memuaskan