64 Aktivitas Antioksidan dan Total Polisakarida Ekstrak Rumput Laut Merah, Hijau dan Coklat dari Pantai Jangkar Situbondo (Antioxidant Activity and Total Polysaccharide of Red, Green and Brown Seaweed from Jangkar Situbondo Coastal) Didin Erma Indahyani 1 , Depi Praharani 2 , Izzata Barid 1 , Ari Tri Wanodyo Handayani 3 1 Bagian Biologi Oral, Fakultas Kedokteran Gigi, Universitas Jember 2 Bagian Periodonsia, Fakultas Kedokteran Gigi, Universitas Jember 3 Bagian Ilmu Kesehatan Gigi Masyarakat, Fakultas Kedokteran Gigi, Universitas Jember Abstrak Rumput laut mempunyai aktivitas antioksidan yang tinggi. Kandungan polisakarida dan bioaktif lainnya pada rumput laut berfungsi menghambat radikal bebas. Perbedaan aktivitas antioksidan dan komposisi polisakaridanya dipengaruhi oleh spesiesnya (rumput laut merah, hijau dan coklat), kondisi geografis, iklim serta metode ekstraksi meliputi fase solid dan fase gerak serta temperature dan lamanya waktu ekstraksi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui aktivitas antioksidan dan total polisakarida pada ekstrak rumput laut merah , hijau dan coklat dari pantai Jangkar Situbondo. Metode. Penelitian dilakukan pada rumput laut merah, hijau dan coklat yang diekstraksi dengan etanol dan air untuk menentukan polisakarida total. Analisis antioksidan menggunakan metode 2,2-diphenyl1- picrylhydrazyl (DPPH) radikal. Total polisakarida dan aktivitas antioksidan diamati secara statistik menggunakan ANOVA dua arah. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kandungan polisakarida dalam ekstrak air rumput laut secara signifikan lebih tinggi daripada ekstrak etanol, terutama pada rumput laut coklat. Ekstrak air rumput laut menunjukkan aktivitas antioksidan yang lebih tinggi daripada ekstrak etanol. Aktivitas antioksidan rumput laut coklat secara signifikan lebih tinggi daripada rumput laut hijau dan merah. Kesimpulan. Rumput laut memiliki aktivitas antioksidan yang tinggi dalam ekstrak air. Rumput laut coklat mengandung polisakarida yang tinggi dan memiliki aktivitas antioksidan yang tinggi. Kata kunci : antioksidan, ekstraksi, polisakarida, rumput laut Abstract The antioxidant activity and polysaccharide composition of seaweed is influenced by species (red, green and brown seaweed), geographical conditions, extraction methods, solvents, temperature and the length of time of extraction. The purpose of this study was to known the total polysaccharide and antioxidant activity in red, green and brown seaweed extracts from Jangkar Situbondo beach. Method. The study was conducted on red, green and brown seaweed extracted with ethanol and water to determine total polysaccharides. Antioxidant analysis uses the method 2,2-diphenyl1-picrylhydrazyl (DPPH) radical. Total polysaccharide and antioxidant activity were observed statistically using two-way ANOVA. The results of this study show that the polysaccharide content in seaweed water extract was significantly higher than ethanol extract, especially in brown seaweed. Seaweed water extracts showed higher antioxidant activity than ethanol extracts. The antioxidant activity of brown seaweed was significantly higher than that of green and red seaweed. Conclusion. Seaweeds have high antioxidant activity in water extracts. Brown seaweed water extract contains high polysaccharides than green and red seaweed. Antioxidant activity in brown seaweed is also higher than in green and red seaweed Keywords : antioxidant, extraction, polysaccharide, seaweed Korespondensi (correspondence) : Didin Erma Indayani. Bagian Biologi Oral, Fakultas Kedokteran Gigi, Universitas Jember. Email : didinerma.fkg@unej.ac.id Rumput laut dikenal kaya polisakarida, mineral dan juga vitamin. Rumput laut juga mengandung substansi bioactive lain misalnya proteins, lemak, polifenol yang berfunsgi sebagai anti bakteri, antivirus dll. 1 Secara kimia polisakarida rumput laut merupakan gabungan beberapa monosakarida oleh adanya ikatan glikosidik. Heteropolysaccharides (glycans) jika tipe monosaccharidesnya berbeda, atau homopolysaccharides, jika hanya terdiri dari satu tipe unit gula. Polisakarida rumput laut dapat dikelompokkan menjadi tersulfasi dan non-sulfat. Polisakarida tersulfasi (Sulfonated polysaccharides) adalah fucoidans, agar, karagenan dan ulvans, sedangkan polisakarida non-sulfat adalah alginat. Variasi strukturalnya memberikan perbedaan jenis polisakarida. 23 Polisakarida tersulfasi menunujukan aktivitas antioksidan karena sifat fisikokimianya misalnya berat molekul, kandungan −OSO3H dan polifenol. 4 Polisakarida rumput laut terdapat di dalam dinding sel yang jumlah dan struktur kimianya bervariasi tergantung pada spesies rumput lautnya. Ada tiga tipe polisakarida tersebut yaitu yang banyak ditemukan di rumput laut coklat adalah fucan, di rumput laut hijau rhamnans tersulfasi dan ulvan sedangkan dirumput laut merah adalah galaktan dan karagenan. Masing masing mempunyai potensi untuk aplikasi kimia, makanan, pertanian, dan farmasi. 5 Polisakarida ini umumnya diekstraksi dengan air panas, yang merupakan metode paling populer dan mudah. Akan tetapi metode ini memakan waktu, suhu harus tinggi, dan efisiensi ekstraksi rendah. Secara umum, metode ekstraksi melibatkan penghilangan zat yang mengganggu (seperti senyawa dengan berat molekul rendah, lipid dan zat warna dari