Jurnal Ilmiah Mahasiswa Ekonomi Akuntansi (JIMEKA) Vol. 7, No. 3, Agustus 2022; Halaman 499-507 499 E-ISSN 2581-1002 PENGARUH PENGETAHUAN PAJAK, PEMERIKSAAN PAJAK, DAN SANKSI PAJAK TERHADAP KEPATUHAN WAJIB PAJAK RESTORAN KABUPATEN TULUNGAGUNG Annisa Putrinur’aini 1 , Dyah Pravitasari *2 1,2 Program Studi Akuntansi Syariah Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung e-mail: annisaputrinuraini2503@gmail.com 1 , dyahpravitasariiainta@gmail.com* 2 * Corresponding Author https://dx.doi.org/10.24815/jimeka.v7i3.21015 Abstract Compliance with taxation is an important point that cannot be separated from the tax implementation process. In the implementation of taxation, tax obligations and rights to taxes must be fulfilled and implemented by every taxpayer, where is must be carried out in accordance with existing standards and regulations. This study aims to see how big the effect of tax knowledge on restaurant taxpayer compliance, tax audit on restaurant taxpayer compliance, and tax sanctions on restaurant taxpayer compliance, especially in Tulungagung Regency. Quantitative methods are considered appropriate for this research, where the way to get data for research is through servers by relying on the distribution of questionnaires. The data obtained from the division of the questionnaire will then be processed again by multiple linear regression testing. The processed data obtained the results of restaurant taxpayer compliance in Tulungagung Regency is significantly and positively influenced by tax knowledge, restaurant taxpayer compliance in Tulungagung Regency is significantly and positively affected by tax audits, and restaurant taxpayer compliance in Tulungagung Regency is significantly and positively affected by tax sanctions. Keywords: Tax Knowledge, Tax Examination, Tax Sanctions, Taxpayer Compliance. 1. PENDAHULUAN Seiring perkembangan waktu, banyak bermunculan usaha-usaha baru di bidang food and beverage. Dengan banyaknya usaha di bidang tersebut maka dapat memberikan pengaruh yang baik bagi perekonomian suatu negara dalam hal penerimaan pajak. Penerimaan dari pajak dapat dikategorikan sebagai salah satu sumber pendapatan negara yang masuk ke dalam sektor internal. Dimana penerimaan pajak ini memberikan sumbangan yang cukup besar kedalam APBN. Penerimaan dari pajak ini dapat dikelompokan kedalam penerimaan pajak pusat serta penerimaan pajak daerah. Provinsi Jawa Timur terbagi menjadi beberapa wilayah kabupaten dan kota salah satunya yakni Kabupaten Tulungagung, yang pada saat ini sedang mengalami pertumbuhan ekonomi sehingga dapat memberikan pengaruh positif bagi Pendapatan Asli Daerah (PAD). Pendapatan daerah tidak hanya terbatas pada pemanfaatan hasil alamnya saja, melainkan juga berasal dari berbagai bidang seperti pajak. Pajak daerah ialah iuran yang dapat ditarik oleh pemerintah daerah dengan sifat memaksa atas dasar undang- undang pajak kepada pribadi dan badan, kemudian akan digunakan untuk pembiayaan daerah dalam berbagai hal demi kesejahteraan masyarakat (Mardiasmo, 2018). Pajak daerah terbagi menjadi beberapa jenis salah satunya pajak restoran. Pajak restoran ini tidak hanya terpusat oleh restoran dan rumah makan saja, melainkan juga mencakup café-café dan bahkan angkringan ataupun warung kopi. Pajak restoran ini, akan dikenakan kepada para pembeli karena telah memperoleh pelayanan yang telah diberikan oleh pemilik. Dengan banyaknya bermunculan restoran dan café-café di Kabupaten Tulungagung maka penerimaan pajak daerah khususnya restoran dapat menjadi harapan pemerintah daerah dalam penambahan sumber PAD. Sehingga pemerintah dapat lebih megoptimalkan penerimaan dari pajak daerah ini agar dapat membantu pemerintah daerah dalam membiayai setiap kegiatan yang bertujuan untuk membangun dan memperbaiki segala bidang yang ada