Jurnal Pendidikan Matematika ISSN-p 2086-8235 | ISSN-e 2597-3592 Vol. 12, No. 1, Januari 2021, Hal: 50-59, Doi: http://dx.doi.org/10.36709/jpm.v12i1.15324 Available Online at http://ojs.uho.ac.id/index.php/jpm * Korespondensi Penulis. E-mail: dwi.17030174075@mhs.unesa.ac.id Penerbit: Jurusan Pendidikan Matematika FKIP Universitas Halu Oleo 50 Etnomatematika Batik Pamiluto Ceplokan di Gresik Ditinjau dari Aspek Literasi Matematis (Ethnomatematics of Pamiluto Ceplokan Batik in Gresik Viewed from The Aspect of Mathematical Literacy) Dwi Nikmatul Masrukha 1) *, Mega Teguh Budiarto 1) 1 Program Studi Pendidikan Matematika, Universitas Negeri Surabaya, Jl. Ketintang, Ketintang, Kec. Gayungan, Surabaya, Indonesia Abstrak: Tingkat literasi matematis di negara Indonesia masih rendah daripada negara lainnya. Salah satu cara untuk meningkatkan literasi matematis adalah dengan memasukkan unsur etnomatematika dalam pembelajaran. Salah satu budaya yang terdapat di Kabupaten Gresik adalah kesenian batik pamiluto ceplokan yang terdiri dari berbagai motif dan memiliki nilai tersendiri. Penelitian ini bertujuan untuk menggali dan mendeskripsikan etnomatematika batik pamiluto ceplokan di Gresik ditinjau dari aspek literasi matematis. Penelitian ini dilakukan di Desa Cerme Lor dan Desa Sawo Kabupaten Gresik. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan etnografi. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan adanya konsep matematika pada batik pamiluto ceplokan di Gresik yaitu konsep geometri (persegi, persegipanjang, segitiga, belahketupat, lingkaran, jajargenjang, elips, dan balok), konsep transformasi (translasi, refleksi, dan rotasi), dan konsep perkalian. Dengan demikian, batik pamiluto ceplokan di Gresik dapat digunakan media pembelajaran guna meningkatkan literasi matematis siswa. Kata kunci: batik pamiluto ceplokan; etnomatematika; literasi matematis. Abstract: The level of mathematical literacy in Indonesia is still low compared to other countries. One way to improve mathematical literacy is by including ethnomathematic elements in learning. One of the cultures found in Gresik is pamiluto ceplokan batik which consists of various motifs and has has its own value. The purpose of this study is to explore and describe the ethnomatematics of batik pamiluto ceplokan in Gresik viewed from the aspect of mathematical literacy. The study was conducted in Cerme Lor Village and Sawo Village, Gresik Regency. The study used qualitative method with an ethnographic approach. Data collection was done by interviews, observation, and documentation. The result showed that a mathematical concept in the pamiluto ceplokan in Gresik is the concept of flat shapes (square, rectangle, triangle, rhombus, circle, parallelogram, ellipse, and cuboid), the concept of transformation (translation, reflection, and rotation), and the concept multiplication.. Thus, the pamiluto ceplokan batik in Gresik can be used in learning media to improve student’s mathematical literacy. Keywords: pamiluto ceplokan batik; ethnomathematics; mathematical literacy. PENDAHULUAN Indonesia disebut dengan Negara majemuk salah satu alasannya karena memiliki beragam budaya. Kemajemukan budaya yang dimiliki oleh Negara Indonesia tidak akan menjadi penghalang untuk menciptakan persatuan dan kesatuan bangsa tetapi menjadi kekayaan bangsa yang harus kita jaga. Ragam budaya di Indonesia memiliki kandungan nilai yang menunjukkan sebuah identitas diri sehingga masyarakat harus tetap melestarikan ragam budaya tersebut. Undang-undang Nomor 5 Tahun 2017 menyatakan bahwa “Pengajuan kebudayaan adalah upaya peningkatan ketahanan budaya Indonesia di tengah peradaban dunia melalui perlindungan, pengembangan, pemanfaatan, dan pembinaan kebudayaan”.