EDUCHILD Vol. 6 No. 1 Tahun 2017 9 Pengaruh Metode Bercerita dengan Gambar Malpeni Satriana PENGARUH METODE BERCERITA DENGAN GAMBAR TERHADAP KEMAMPUAN PRABACA (Studi Eksperimen di Kober Al Haqqul Yaqin, Samarinda-Kaltim Tahun 2017) Malpaleni Satriana Prodi PG PAUD FKIP Universitas Mulawarman E-mail: malpa.mz@gmail.com ABSTRAK Mengembangkan kemampuan bahasa pada aspek prabaca sejak usia dini, sangatlah penting sebagai persiapan secara akademis untuk memasuki pendidikan dasar selanjutnya. Membaca dapat diartikan menterjemahkan simbol atau gambar ke dalam suara yang dikombinasikan dengan kata-kata, kata-kata disusun agar orang lain dapat memahaminya. Penelitian ini mengkaji bagaimana pengaruh penggunaan metode bercerita dengan gambar dalam meningkatkan kemampuan prabaca anak usia 5-6 tahun. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain one-group pretest-posttest design yang memberikan tes awal dan tes akhir terhadap subjek penelitian. Berdasarkan perhitungan statistik, dapat dilihat bahwa nilai Z uji rata-rata skor pre-test dengan skor post-test kemampuan prabaca pada anak sebesar 2,844 dengan nilai signifikansi lebih kecil dari nilai probabilitas (0,004 < 0,05) dengan demikian H 0 ditolak yang berarti terdapat perbedaan yang signifikan antara skor pre-test dengan skor post- test kemampuan prabaca pada anak,setelah mendapatkan perlakuan berupa kegiatan dengan menggunakan metode bercerita dengan gambar. Sehingga dapat disimpulkan bahwa penggunaan metode bercerita dengan gambar memiliki pengaruh yang signifikan dalam meningkatkan kemampuan prabaca anak usia dini di Kober Al Haqqul Yaqin. Kata Kunci: Metode bercerita, Gambar, Kemampuan prabaca ABSTRACT Developing language skills in the pre-reading aspect from an early age is very important as an academic preparation for entering the next basic education. Reading can be interpreted to translate symbols or images into sounds combined with words, words arranged so that others can understand it. This study examines how the effect of using story telling methods with images in improving the ability of preabaca children aged 5-6 years. The research method uses a quantitative approach with a one-group pretest-posttest design that provides preliminary and final tests on the subject. Based on statistical calculation, it can be seen that the value of Z test average pre-test score with pre-test score of pre-test ability in children of 2.844 with a value of significance smaller than the probability value (0.004 <0.05) thus H0 rejected which means there is A significant difference between the pre-test score and post-test score of pre-reading ability in the child, after getting treatment in the form of activities using the story-telling method with the picture. So it can be concluded that the use of story-telling methods with images has a significant influence in improving theability of early childhood pre-reading in Kober Al Haqqul Yaqin. Keywords: Storytelling Method, Picture, Pre- read ability PENDAHULUAN Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara. Pendidikan sebagai suatu proses, baik berupa pemindahan maupun penyempurnaan akan melibatkan dan mengikut sertakan bermacam-macam komponen dalam rangka mencapai tujuan yang diharapkan. Pendidikan dilakukan seumur hidup sejak usia dini sampai akhir hayat, pentingnya pendidikan diberikan pada anak usia dini terdapat di dalam Undang-undang Sisdiknas Nomor 20 Tahun 2003 Peraturan Pemerintah tentang Pendidikan Anak Usia Dini pasal 1 ayat 1, dinyatakan bahwa pendidikan anak usia dini yang selanjutnya disebut PAUD, adalah suatu upaya pembinaan yang ditujukan kepada anak sejak lahir sampai berusia