21 PROSES KURASI DIGITAL MUSIK DAN FILM PERPUSTAKAAN BATU API Evi Nursanti Rukmana 1 , Ninis Agustini Damayani 2 , Pawit M. Yusup 3 Program Studi Ilmu Perpustakaan, Fakultas Ilmu Komunikasi, Universitas Padjadjaran 1 evi.nursanti.r@gmail.com 2 ninis_agustini@yahoo.com 3 pawitmy@gmail.com ABSTRAK Musik dan film menjadi bentuk ide kreatif masyarakat Indonesia yang telah didokumentasikan dalam pelbagai bahan, misalnya pada bahan piringan hitam, pita kaset dan cakram padat (CD. Namun, ketiga bahan ini mulai kurang digunakan seiring pesatnya penggunaan bahan digital. Agar data bahan elektronik dapat dimanfaatkan kembali maka perlu diadakan kurasi digital atau alih media. Perpustakaan Batu Api merupakan salah satu perpustakaan yang telah melakukan kurasi digital sejak tahun 2003. Hal ini yang menjadikan Perpustakaan Batu Api memiliki koleksi musik dan film karya Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proses kurasi digital Perpustakaan Batu Api menggunakan metode penelitian kualitatif melalui pendekatan studi kasus. Penulis menganalisis proses kurasi digital dalam 5 (lima) tahap, diantaranya kriteria pemilihan subjek dan penemuan bahan, konsep kurasi digital, klasifikasi dan katalog, interaksi pengguna, dan perawatan. Ke-5 proses kurasi digital ini ditunjang kemampuan pemilik perpustakaan dalam memberikan literasi musik dan film pada anggota perpustakaan. Dari proses ini, kami membuat model proses kurasi digital sebagai alur kerja dalam melakukan kurasi digital di perpustakaan. Kesimpulan: Perpustakaan menjadi jembatan pengetahuan budaya masa lalu. Melalui kurasi digital, perpustakaan berperan sebagai kurator informasi bahan elektronik dari musik dan film. Perpustakaan Batu Api selain sebagai kurator musik dan film telah berperan dalam pelestarian budaya masyarakat Indonesia. Kata kunci: Proses kurasi digital, Perpustakaan Batu Api, pelestarian budaya. PENDAHULUAN Kebudayaan suatu bangsa dapat terwujud dalam pelbagai kesenian. Tylor dalam E-Learning Gunadarma, mengatakan bahwa, “Kebudayaan sebagai kompleks keseluruhan yang meliputi pengetahuan, kepercayaan, kesenian, hukum, moral, kebiasaan, dan lain-lain” (Elearning Gunadarma, n.d.). Kesenian menjadi bagian keseharian masyarakat. Di Indonesia sendiri, hal ini dituangkan dalam bentuk musik dan film. Musik memberikan ciri dalam kebiasaan yang dilakukan orang-orang di suatu wilayah berupa alunan nada. Syair lagu yang ditopang beragam suara pendukung menjadikan hal ini memiliki makna mendalam dalam penceritaaan kisah tersebut. Sedangkan film, dapat mengaktualisasikan kebiasan yang dianut