PSYMPATHIC : Jurnal Ilmiah Psikologi eISSN: 2502-2903, pISSN: 2356-3591 Volume 4, Nomor 1, 2017: 67-90 DOI: 10.15575/psy.v4i1.1261 67 Pendahuluan Masa-masa awal perkuliahan adalah sebuah masa dimana remaja mengalami transisi peran dari siswa menjadi seorang mahasiswa. Sebagai mahasiswa, remaja harus menghadapi berbagai norma sosial dan akademik yang berbeda dengan norma sosial dan akademik yang berlaku saat mereka masih duduk di bangku sekolah menengah (Shields, 2002; Dickie dan Farrell, 1991 dalam Karp, 2007). Sebagai contoh, seorang mahasiswa harus memiliki rasa tanggung jawab yang lebih besar daripada siswa sekolah menengah dan seorang mahasiswa sudah harus bisa menentukan prioritasnya sendiri, perihal manajemen waktu, dan lainnya (www.smu.edu, diakses pada 16 Oktober 2015). Peran Kecerdasan Sosial terhadap Resiliensi pada Mahasiswa Tingkat Awal Annisa Andriani, Ratih Arruum Listiyandini Universitas YARSI, Jl. Letjend Suprapto Kav. 13 Jakarta Pusat e-mail: annisa.andriani2@gmail.com Abstract First-year university students experienced various demands and problems, such as developmental tasks, role transition processes, academic’s demands, and anxieties. To be more resilient when facing those demands and problems, increasing quality and quantity of social connection are needed; therefore, they need social intelligence. This research examined the role of social intelligence on resilience. 177 college freshmen in Jakarta were chosen with incidental sampling technique. This study used adaptation of Tromso Social Intelligence Scale to measure social intelligence and adaptation of Connor Davidson Resilience Indicator Scale to measure resilience. Simple regression analysis shows that social intelligence contributes in about 16% on resilience. Multiple regression analysis shows that social information processing has the most significant role among other dimensions of social intelligence. This dimension describes the ability to understanding various (social) messages in social environment. Thus, social intelligence development is imperative for enhancing the resilience of first year students in the university. Keywords: college freshmen, resilience, social intelligence Abstrak Mahasiswa tingkat awal menghadapi berbagai tuntutan dan masalah, diantaranya tuntutan tugas perkembangan, proses transisi peran, tuntutan akademik, dan kecemasan. Untuk dapat menjadi lebih resilien dalam menghadapi tuntutan dan permasalahan tersebut, perlu adanya peningkatan kualitas dan kuantitas hubungan sosial, dimana hal ini membutuhkan adanya kecerdasan sosial. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana peran kecerdasan sosial terhadap resiliensi. 177 orang mahasiswa tingkat awal di Jakarta dipilih menggunakan teknik incidental sampling. Penelitian ini menggunakan adaptasi skala Tromso Social Intelligence Scale untuk mengukur kecerdasan sosial dan adaptasi skala Connor Davidson Resilience Indicator Scale untuk mengukur resiliensi. Hasil uji regresi sederhana menunjukkan bahwa kecerdasan sosial memiliki kontribusi terhadap resiliensi sebesar 16%. Berdasarkan hasil uji regresi ganda, ditemukan bahwa dimensi pengolahan informasi sosial memiliki kontribusi paling signifikan. Dimensi ini menggambarkan kemampuan individu memahami pesan-pesan di lingkungannya. Sehingga, perlu adanya pengembangan kecerdasan sosial sebagai upaya dalam peningkatan resiliensi mahasiswa tingkat awal di perguruan tinggi. Kata Kunci: mahasiswa tingkat awal, resiliensi, kecerdasan sosial brought to you by CORE View metadata, citation and similar papers at core.ac.uk provided by eJournal of Sunan Gunung Djati State Islamic University (UIN)