AMANISAL: Jurnal Teknologi dan Manejemen Perikanan Tangkap Rahawarin at al, 2022 | Tingkah Laku Ikan Bobara (Caranx ignobilis) Terhadap Lama Waktu80 AMANISAL Jurnal Teknologi dan Manajemen Perikanan Tangkap ISSN: 2085-5109 Vol. 11 No. 2 November 2022 (Halaman 80-85) TINGKAH LAKU IKAN BUBARA (Caranx ignobilis) TERHADAP LAMA WAKTU PERENDAMAN UMPAN The Behavior of Giant Trevally Caranx ignobilis on Immersion Time of Bait Abdul Fatah Rahawarin 1 , Haruna 2 , Agustinus Tupamahu 2 ,Stany R. Sihaienenia 2 dan Kedswin Gerson Hehanussa 2 1 Dinas Perikanan Kabupaten Seram Bagian Timur 2 Program Studi PSP Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelauatan Universitas Pattimura Jl. Mr. Chr. Soplanit, Poka Ambon, 97233 Email Correponding : haruna.unpatti@gmail.com Abstract Bait is an important factor in line fishing. Understanding the behavior and predation response of fish is an important part of knowing the effectiveness of using bait. The aims of the research were to describe the reaction pattern of the giant trevally C ignobilis to the bait treatment, to analyze the effect of bait immersion time and observation time on the response of C ignobilis. The research was conducted using experimental fishing. The bait used is cutlet skipjack. Five samples of C ignobilis (29-30 cm TL). The research data included the response time of the predation of fish to each bait, namely the bait was not soaked, the bait was soaked for 1 hour, and the bait was soaked for 2 hours which were carried out randomly in the morning (07.30-09.30 am) and the night (21.00-23.00 pm). The results showed that there are three phases in the process of the fish taking the bait including the appearance, approach, and attack phases. Feeding response of C ignobilis to cutlet skipjack bait in the morning and evening did not significantly (P>0.05). There was a difference in the response of predating of C ignobilis to bait where the response on the morning was faster than on the night time (P<0.05). Keywords: Caranx ignobilis, fish behavior, bait Abstrak Umpan merupakan faktor penting pada perikanan pancing. Pemahaman tingkah laku dan respon makan ikan menjadi bagian penting untuk mengetahui efektivitas penggunaan umpan. Tujuan penelitian yaitu mendeskripsikani pola reaksi ikan kuwe (C ignobilis) terhadap perlakuan umpan, dan menganalisis pengaruh lama waktu perendaman umpan dan waktu pengamatan terhadap respon C ignobilis. Penelitian dilakukan dengan metode percobaan. Umpan yang digunakan adalah potongan daging ikan cakalang. Sampel ikan C ignobilis sebanyak 5 ekor (TL 29-30 cm). Data penelitian meliputi waktu respons makan ikan terhadap umpan masing-masing adalah umpan tidak di rendam, umpan direndam 1 jam dan (C) umpan direndam 2 jam yang dilakukan secara acak pada pagi hari (jam 07.30-09.30) dan malam hari (jam 21.00-23.00). Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada tiga fase dalam proses C ignobilis memangsa umpan meliputi fase appearance, approach, dan attack. Respons makan C ignobilis terhadap potongan umpan cakalang secara parsial pada pagi hari dan malam hari tidak berbeda (P>0,05). Terdapat perbedaan respons makan C ignobilis lebih cepat pada kondisi waktu pagi hari dibandingkan pada malam hari (P<0,05). Kata kunci: Caranx ignobilis, tingkah laku ikan, umpan. PENDAHULUAN Semua spesies ikan Caranx merupakan jenis ikan predator, salah satu spesies diantaranya adalah Caranx ignobilis. Lingkungan perairan yang menjadi tempat hidupnya di perairan berkarang dangkal dan berbatasan dengan laut terbuka pada kedalaman 10-188 m, makanannya adalah krustasea dan ikan. Jenis-jenis ikan Caranx pada umumnya tertangkap dengan pancing dan jaring insang. Pada kegiatan pemancingan, nelayan biasanya menggunakan umpan alami berupa ikan dan umpan buatan yang menyerupai ikan, krustasea dan cumi. Umpan merupakan hal mendasar yang harus diperhitungkan seorang pemancing karena ikan memiliki kebiasaan makan dan kepekaan yang berbeda terhadap bentuk makanannya. Ketertarikan ikan terhadap umpan ada pada bau menyengat (respon kimiawi) maupun bentuk yang menarik. Keberhasilan usaha penangkapan ikan dapat ditingkatkan dengan mengetahui tingkah laku ikan meresponi baik menerima atau menolak umpan pada alat tangkap. Menurut