1 PENGOLAHAN AIR LIMBAH DOMESTIK DENGAN BIOSISTEM TANAMAN BASAH (CONTRUCTED WETLAND) DI BANDARA NGURAH RAI I Gusti Ngurah Bagus Parasara 1*) , I Wayan Budiarsa Suyasa 1) , I Made Adhika 2) 1) Program Magister Ilmu Lingkungan Universitas Udayana 2) Fakultas Teknik Arsitektur Universitas Udayana *) Email : ngurahparasara@gmail.com ABSTRACT Research has been conducted on domestic wastewater Ngurah Rai Wet Plant Biosystems (BTB) This study aims to determine the characteristics of the waste water, the effectiveness and capacity of the BTB’s decreased levels of BOD, COD and Ammonia. The experimental research method is using the media of sand and coral and plants Cattail. Data collection was performed every 6 hours for 48 hours and the pH, temperature, and analysis of BOD, COD, ammonia UPT done in the Bali Provincial Health Laboratory. Data were analyzed by descriptive statistics and regression .. The results showed that the initial wastewater characteristics exceed Standards of quality, effectiveness of the BBT in lowering BOD in wastewater WWTP Ngurah Rai have been effective (37.21%) of the Quality Standards (BM = 18.92 %), while the effectiveness of the process is still not less than 50% effective. As for changes in the levels of COD in a state that has not demonstrated effectiveness towards a decrease of 69.66% reduction in ammonia and BOD reduction in the highest capacity = 55.08 g . day. and ammonia = 42.24 g day. While in lowering the COD has not shown a decrease towards Keyword: BTB; characteristics; effectiveness; capacity 1. PENDAHULUAN Pengembangan Bandara Ngurah Rai menggunakan pendekatan yang berbasis ekologis, yaitu pembangunan yang menekankan kepada hubungan saling menguntungkan antara manusia dengan lingkungannya agar tetap berkelanjutan serta tetap mempertahankan fungsi keamanan, keselamatan dan kenyamanan bandara.. Penerapan konsep eco-airport, dapat meminimalkan dampak dari pencemaran lingkungan akibat operasi bandara sehingga terciptanya lingkungan yang nyaman bagi pengguna bandara dan masyarakat sekitar (Dephub,2009) Sumber air limbah domestik Bandara Ngurah Rai berasal dari aktivitas dari cafe atau kantin, restoran, toko-toko, pemanfaatan toilet, dapur operasi, pelayanan penumpang, perkantoran, dan buangan dari pesawat. Instalasi Pengolahan Air Limbah Bandara Ngurah Rai terdiri dari 3 buah kolam oksidasi dan 1 buah bak maturasi, berdasarkan pengamatan di lokasi, pada kolam oksidasi menggunakan aerator sebanyak 4 buah untuk mensuplai oksigen. Hal ini memerlukan energi listrik untuk menghidupkan aerator dalam pengolahan limbah. Karakter air limbah domestik Bandara Ngurah Rai pada umumnya banyak mengandung bahan organik. Pelaksanaan pengelolaan lingkungan di Bandara Ngurah Rai, telah dilakukan secara berkala oleh PT Angkasa Pura I (Persero) Ngurah Rai. Hasil pemantauan air limbah pada out let semester II tahun 2011 dengan hasil BOD 43,80 mg/L, COD = 67 mg/L dan pada semester I tahun 2012 , terjadi peningkatan dengan hasil BOD =50,60 mg/L, COD sebesar = 78 mg/L , amonia = 2,75 mg/ ( Angkasa Pura.2012). Hal ini menunjukkan bahwa air limbah domestik pada IPAL Bandara Ngurah Rai telah melebihi Baku Mutu Air ( BOD = 30 mg/L, COD = 50 mg/l, dan ammonia = 1 mg/L) sesuai dengan Peraturan Gubernur Bali No 8 Tahun 2007 tentang Baku Mutu Lingkungan Hidup dan Kriteria Baku Kerusakan Lingkungan Hidup, ( Gubernur Bali,2007) Mengingat pengolahan air limbah pada IPAL Bandara Ngurah Rai belum optimal, maka sistem pengolahan dengan biofiltrasi buatan perlu untuk dikaji dan dikembangkan.. Adapun Tujuan Penelitian ini adalah mengetahui : Karakteristik air limbah pada Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) Bandara Ngurah Rai. Efektivitas Biosistem Tanaman Basah (wetland contruction) terhadap penurunan parameter BOD, COD dan Amonia terhadap waktu perlakuan dan Kapasitas Biosistem Tanaman Basah (wetland contruction). 2. METODE PENELITIAN 2.1. Lokasi penelitian dan Waktu Penelitian Lokasi penelitian dilakukan pada Instalasi Pengolahan Air Limbah Bandara Ngurah Rai Jalan I Gusti Ngurah Rai, Tuban, Badung. Waktu Penelitian adalah Bulan Januari – Maret 2014. ECOTROPHIC • 9 (2) : 1 - 5 ISSN : 1907-5626