123 BIOAKUMULASI LOGAM Pb DAN Cr DALAM SISTEM BIOFILTRASI VERTIKAL DENGAN INOKULUM BAKTERI YANG DIISOLASI DARI BEBERAPA PERAIRAN KAWASAN DENPASAR SELATAN Dini Imanniar 1*) , I.W. Budiarsa Suyasa 1) , I. W. Sudiarta 1) 1) Jurusan Kimia FMIPA Universitas Udayana *Email: diniimanniar@yahoo.co.id ABTRACT Research of bioaccumulation of Pb and Cr in vertical biofiltration systems with bacterial inoculum derived from aquatic sediments South Denpasar aims to get the best sediment sources that can be used as an active suspension to process metals Pb and Cr dissolved. Sediment samples taken from some waters are ecosystems Mangrove Statue Ngurah Rai Tuban, Benoa Harbour and Estuary Dam Suwung. Each sediment samples were grown in a liquid medium to get the best active suspension, which was determined by an increase in biomass ( VSS ) and the speed of growth. Best active suspension is used as inoculum in the vertical biofilters to decreaseconcentration of Pb and Cr dissolved. Ability of vertical biofilter is determined by their effectiveness in lowering levels of Pb and Cr and capacity of the system used. The results showed that the vertical biofiltration system capable of lowering the concentration of Pb and Cr to each concentration became 0.1680 ppm and 0.1460 ppm within 6 hours of treatment with initial concentration of 2 ppm respectively. The results showed that the vertical biofiltration system capable of decreasing the concentration of Pb and Cr became 0.1680 ppm and 0.1460 ppm within 6 hours of treatment with initial concentration of 2 ppm respectively. This concentration has been below the qualitystandard (PerGub Bali No.8 Tahun 2007). The highest effectiveness of vertical biofilters system against Pb and Cr occurred while processing time of 24 hours with the respective value amounted to 99.49 % and 99.41 %. While the value of biofiltration capacity in lowering the concentration of Pb and Cr amounting 4,3188x10 -3 mg/g and 4,5369x10 -3 mg/g. In microbiological tests, one type of bacteria that play a role in the process of bioaccumulation of Pb and Cr is Bacillus sp in the amount of 20 CFU/g. Keywords : Bifiltration, active suspension, effectiveness, capacity 1. PENDAHULUAN Salah satu masalah besar yang banyak dihadapi oleh negara-negara di dunia adalah pencemaran logam berat. Hal ini dikarenakan semakin maraknya penggunaan logam berat di dalam kegiatan industri.Limbah cair yang dihasilkan industri pengguna logam berat merupakan penyumbang utama logam berat di lingkungan. Sifat logam berat yang tidak dapat terdegradasi secara alami seperti layaknya pencemar organik menjadi sumber masalah utama (Hegazi, 2013). Diantara berbagai macam logam berat, Pb dan Cr merupakan logam yang menjadi perhatian utama dikarenakan memiliki kegunaan yang besar di negara-negara berkembang (Magni et al., 2015). Di Bali khususnya kawasan Denpasar Selatan terdapat beberapa perairan yang diindikasi mengandung unsur logam berat di dalamnya, perairan tersebut antara lain perairan Mangrove Patung Ngurah Rai Tuban, Pelabuhan Benoa, dan Estuari Dam Suwung. Fakta ini didukung oleh penelitian (Suriani, 2007) yang mengatakan bahwa pada perairan mangrove Patung Ngurah Rai Tuban Denpasar Selatan mengandung logam berat Kromiun (Cr) sebesar 0,07 ppm, Kadmium (Cd) sebesar 0,025 ppm, Kobalt (Co) sebesar 0,004 ppm, Tembaga (Cu) sebesar 0,009 ppm. Keberadaan logam Pb dan Cr pada perairan Estuari Dam Suwung, Berdasarkan penelitian (Bogoriani, 2007) diketahui bahwa kadar Pb dan Cr pada ikan nila rata-rata berkisar 10,1910-10,7710 mg/ kg berat basah dan 1,3460 2,9642 mg/kg berat basah. Sedangkan keberadaan logam Pb dan Cr pada Pelabuhan Benoa menurut (Dewi et al ., 2014) konsentrasi logam Pb total dalam sedimen yang diayak basah dan kering berturut-turut sebesar 18,4852 mg/kg dan 23,3974 mg/kg. Pemerintah Republik Indonesia melalui KepMen LH No. 51/MENLH/10/1995 dan PP No 82 tahun 2001 mengenai pengelolaan kualitas air dan pengendalian pencemaran air, mewajibkan pelaku industri yang dalam kegiatan produksinya menghasilkan limbah dalam jumlah besar dan berpotensi mencemari lingkungan harus melengkapi kegiatan industrinya dengan instalasi pengolahan air limbah yang memadai. Hal ini dilakukan pemerintah dalam rangka pengendalian pencemaran lingkungan oleh limbah industri Remediasi logam berat di lingkungan dapat dilakukan dengan beberapa metode seperti kimia, fisika dan biologi. Metode fisika dan kimia telah terbukti efektif dalam mengelola limbah namun memiliki kekurangan, yaitu belum dapat sepenuhnya diaplikasikan pada industri kecil dan menengah sebab biaya yang diperlukan akan mahal ketika ECOTROPHIC • 10 (2) : 123-129 ISSN : 1907-5626